\n
Gambar 6.7. Partikel dan struktur tanah liat plastis.<\/p>\n
Plastisitas tanah liat dipengaruhi oleh : kehalusan partikel tanah liat bentuk partikel tanah liat zat organik (sisa tumbuhan dan binatang) jumlah air struktur (susunan partikel) tanah liat jenis tanah liat .<\/p>\n
Beberapa jenis tanah murni yang alami, seperti tanah stoneware adalah tanah yang paling mudah untuk langsung digunakan, meskipun ada juga tanah merah earthenware yang sifatnya sebaik tanah stoneware. Ball clay biasanya terlalu plastis sehingga tidak mudah dikeringkan dan dibakar tanpa berubah bentuk, sedang tanah kaolin untuk dibentuk ter lalu \u201cshort\u201d, yaitu mudah berubah bentuk tidak kuat menahan beban berat badannya sendiri.<\/p>\n
Sifat plastis pada tanah liat disebabkan antara lain oleh:<\/strong>
\nDaya kohesi partikel-partikel tanah liat yang sangat halus dan bermuatan listrik (-) dan (+) sehingga satu sama lain saling mengikat. Kandungan air plastisitas, jika dilihat dengan alat mikroskop melalui perbesaran 50.000 kali struktur partikel tanah liat berbentuk lempengan pipih yang mempunyai permukaan datar.<\/p>\nSetiap lempengan dilapisi air yang sangat tipis seperti film. Fungsi air pelapis partikel adalah melicinkan permukaan lempengan-lempengan sehingga satu sama lain dapat saling menggelincir khususnya pada saat tanah liat dibentuk atau mendapat tekanan dan mengikat partikel-partikel secara bersama-sama dan membentuk massa tanah liat yang padat.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Sifat plastis atau plastisitas tanah liat merupakan kualitas hubungan antara partikel tanah liat yang ditentukan oleh kandungan meniral dan kehalusan butiran tanah liat. Plastisitas berfungsi sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga benda yang dibentuk tidak mengalami keretakan\/pecah atau berubah bentuk. Sifat plastis ini merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk mencapai tingkat keplastisan yang dipersyaratkan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[60],"tags":[342,1004,1208,1724,1768,1903,2082,2083,2240,2294],"class_list":["post-1888","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanah-liat","tag-batas-plastis-tanah","tag-indeks-plastis-tanah","tag-laporan-batas-plastis-tanah","tag-pengertian-batas-plastis-tanah","tag-pengertian-tanah-plastis","tag-plastis-tanah","tag-sifat-plastis-tanah","tag-sifat-plastis-tanah-liat","tag-tanah-plastis-adalah","tag-uji-batas-plastis-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1888"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9391,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1888\/revisions\/9391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}