Sebaliknya, bila hasil uji susut kering rata-rata di atas 8%, artinya tanah liat yang diuji terlalu plastis sehingga kemungkinan sukar untuk dibentuk dan retak dalam pengeringan. Untuk mengatasinya, perlu ditambah bahan tidak plastis seperti grog atau kwarsa guna mengurangi susut pengeringan dan memperkecil kecenderungan untuk retak. Jika penyusutan tanah liat terlalu besar dan proses pengeringan terlalu cepat, akan menyebabkan terjadinya keretakan atau perubahan bentuk.<\/p>\n
Pengujian Suhu Kematangan Clay Body<\/strong> Yang dimaksud dengan suhu matang yaitu suhu dimana benda yang dibakar mengalami proses vitrifikasi, sehingga kandungan silika bebas yang ada di dalam massa badan tanah liat mulai melebur\/menggelas dan hasil leburan mengisi sebagian atau seluruh rongga pori-pori. Pada proses pendinginan, masa yang telah mengalami vitrifikasi menjadi keras, padat dan kedap air.<\/p>\n Tingkat kematangan yang menyangkut kekerasan, kepadatan, daya serap air atau keporian dan daya susut untuk setiap jenis tanah liat baik gerabah (earthenware), stoneware atau porselin berbeda-beda, seperti diuraikan di bawah ini:<\/p><\/div>\n Bagi pabrik- pabrik keramik yang besar, uji kematangan diperluas menjadi uji kekerasan dengan alat Hardness tester, uji kuat tarik, uji kuat pukul, uji gesekan, uji kejut suhu dan lain sebagainya. Pengujian suhu kematangan untuk setiap jenis massa badan tanah liat sebaiknya dilakukan pada suhu bakar yang Dalam proses pembakaran benda keramik akan terjadi perubahan- perubahan fisik maupun kimia massa badan tanah liat. Proses ini mulai dari hilangnya air bebas sampai dengan proses vitrifikasi atau proses meleburnya silika menjadi gelas yang mengisi pori-pori, sehingga menghasilkan badan keramik yang keras, padat dan kedap air. Gunakan tiga Pancang Seger (PS) untuk tiga suhu pembakaran yang berbeda, yaitu PS. 08 (955\u00baC), PS. 06 (999\u00baC), dan PS. 04 (1060\u00baC) atau sesuaikan dengan jenis tanah liatnya.<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Tanah liat yang plastisitasnya ideal adalah tanah liat yang mempunyai persentase susut kering antara 5% s\/d 8%. Bila dalam uji susut kering ternyata hasil rata-rata di bawah 5%, berarti tanah liat yang diuji kurang plastis sehingga kemungkinan sukar untuk dibentuk. Untuk mengatasinya, perlu ditambah bahan yang plastis seperti ballclay atau bentonite sesuai dengan kebutuhan. Sebaliknya, …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[1305,1306,1307,1308,1309,1310,1311,1312,1313,1314,1315],"class_list":["post-1931","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-mengatasi-hasil","tag-mengatasi-hasil-cetak-printer-miring","tag-mengatasi-hasil-print-berbayang","tag-mengatasi-hasil-print-bergaris","tag-mengatasi-hasil-print-bergaris-canon-ip2770","tag-mengatasi-hasil-print-canon-bergaris","tag-mengatasi-hasil-print-garis-tidak-lurus","tag-mengatasi-hasil-print-putus-putus","tag-mengatasi-hasil-print-yang-bergaris-garis","tag-mengatasi-hasil-print-yang-kabur","tag-mengatasi-hasil-print-yang-terpotong"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1931"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9436,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931\/revisions\/9436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nPengujian kematangan pembakaran benda dari tanah liat merupakan salah satu kegiatan penting. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi suhu kematangan suatu jenis massa tanah liat alami maupun tanah liat buatan yang berupa campuran beberapa bahan tanah liat.<\/p>\n\n
\n
\n
\nberbeda-beda.<\/p>\n