Jika campuran tersebut dilanjutkan maka akan terdapat banyak sekali formula yang dapat diperoleh untuk bahan pengujian. Dengan menggunakan kedua metode tersebut siswa dapat membuat formula campuran selain antara tanah liat sekunder dengan tanah liat sekunder, bisa juga dibuat campuran antara tanah liat sekunder dengan tanah liat sekunder dengan tanah liat primer atau dengan mineral lain, misalnya A = tanah liat, B = feldspar dan C = kuarsa.<\/p>\n
Selain kedua sisitem pencampuran tersebut, formula tanah liat juga dapat dikembangkan dengan sistem campuran seprti tabel di bawah yang menggunakan lima macam bahan yang berbeda-beda.<\/p>\n
Proses pengujian tanah liat dapat dilakukan dengan beberapa jenis tanah liat seperti:
\na. Tanah liat sekunder yaitu tanah liat tunggal (single clay), yang merupakan tanah liat earthenware atau stoneware.
\nb. Campuran dari dua atau lebih tanah liat sekunder yaitu tanah liat earthenware atau stoneware.
\nc. Campuran tanah liat sekunder dengan tanah liat primer dari mineral terolah
\nd. Campuran beberapa tanah liat primer dari mineral terolah<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Pemilihan atau pembuatan formula (campuran) badan tanah liat merupakan langkah awal pengujian tanah liat yang perlu dilakukan. Untuk bahan pengujian sebaiknya disediakan beberapa macam tanah liat yang diambil dari beberapa lokasi, keuntungannya adalah beberapa macam campuran (formula tanah) liat dapat dibuat. Dari hasil uji akan didapat beberapa formula terbaik untuk dipakai sebagai bahan utama produksi. …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[881,882,883,884,885,886,887,888,889,890],"class_list":["post-1935","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-formula-isipadu-tanah","tag-formula-kebaya-tanah-abang","tag-formula-keluasan-tanah","tag-formula-ketumpatan-tanah","tag-formula-kira-isipadu-tanah","tag-formula-kiraan-tanah","tag-formula-pengiraan-cukai-tanah","tag-formula-pengiraan-isipadu-tanah","tag-formula-pengiraan-keluasan-tanah","tag-formula-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1935"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9415,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions\/9415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}