Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":1946,"date":"2024-06-06T02:45:17","date_gmt":"2024-06-05T19:45:17","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/pengujian-susut-bakar-clay-body\/"},"modified":"2024-05-31T07:59:33","modified_gmt":"2024-05-31T00:59:33","slug":"pengujian-susut-bakar-clay-body","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/pengujian-susut-bakar-clay-body\/","title":{"rendered":"Pengujian Susut Bakar Clay Body"},"content":{"rendered":"

Susut bakar suatu benda keramik adalah suatu besaran yang dapat diukur tentang menyusutnya (ukuran) benda karena pembakaran. Hal itu bukan hanya karena menguapnya air bebas, tetapi karena adanya perubahan sifat-sifat kimia dan fisika tanah liat menjadi keramik secara permanen. Tanah liat lunak bila tercampur air mudah diurai dan plastis, tetapi setelah dibakar tanah liat menjadi keras membatu dan kedap air serta ukurannya menyusut dibandingkan dengan ukuran pada waktu sebelum dibakar.<\/p>\n

Hal-hal yang Menyebabkan Terjadinya Susut Bakar<\/strong>
\nDalam proses pembakaran benda keramik akan terjadi suatu proses sebagai berikut:
\na. Penguapan sisa air pembentuk<\/strong>
\nMeskipun telah dikeringkan, namun sejumlah uap air masih tetap tinggal\u00a0 di dalam pori-pori benda keramik dan hanya akan menguap bila benda\u00a0 tersebut dibakar. Setelah itu terjadilah penyusutan karena semua partikel\u00a0 saling mendekat mengisi pori-pori.<\/p>\n

Untuk menghindari pecahnya benda\u00a0 keramik yang dibakar akibat tekanan uap air maupun penyusutan yang\u00a0 mendadak, proses kenaikan suhu pada tahap pembakaran awal harus\u00a0 dilakukan secara perlahan-lahan. Pada suhu 1000C\u20131500C semua air\u00a0 pembentuk telah hilang. Pada tahap itulah, dapat dikatakan bahwa\u00a0 proses pengeringan dianggap telah sempurna.<\/p>\n

b. Penguapan air kimia\u00a0<\/strong>
\nPerubahan berikutnya yang terjadi dalam proses pembakaran tanah liat\u00a0 pada suhu 3500C yaitu air kimia dari bahan tanah liat mulai keluar.\u00a0 Pengertian air kimia jangan dicampuradukkan sebagai air pembentuk, air\u00a0 pori-pori atau air plastisitas yang menguap selama pengeringan. Air\u00a0 kimia adalah suatu bagian dari struktur molekuler tanah liat dan tidak\u00a0 terpengaruh oleh suhu di bawah 3500C.<\/p>\n

Bila dinyatakan dalam persentase, tanah liat mengandung air\u00a0 kimia sebesar 14% dari berat totalnya. Air kimia ini harus cukup untuk\u00a0 menguap dalam pembakaran, sehingga dapat mencegah pengumpulan\u00a0 tekanan uap yang kemungkinan dapat memecah benda. Pada saat\u00a0 badan tanah liat telah dibakar pada suhu 5000C, akan terjadi proses\u00a0 dehidrasi sehingga tidak lagi larut atau terurai dalam air. Tanah liat juga\u00a0 akan kehilangan plastisitasnya dan menjadi sangat rapuh sehingga tidak\u00a0 mungkin didaur ulang atau digunakan lagi.<\/p>\n

c. Pembakaran sempurna (oksida) senyawa karbon, karbonat dan sulfat.\u00a0<\/strong>
\nPerubahan penting lainnya yang terjadi di dalam massa tanah liat\u00a0 selama awal pembakaran adalah teroksidasinya atau terbakarnya secara sempurna semua komponen tanah liat yang tidak dalam senyawa oksida, termasuk antara lain bahan-bahan organik yang mengandung senyawa karbon dan sulfat. Proses oksida semua bahan biasanya akan sempurna pada suhu pembakaran 9000C.<\/p>\n

Karena jumlah mineral-mineral ini relatif kecil, maka biasanya pembakaran oksida dapat dilaksanakan tanpa suatu kendala. Karena teroksidasinya ketiga unsur tersebut di atas, maka susut bakar juga akan terjadi sebagai akibat dari pergerakan partikel-partikel tanah liat untuk menempati ruangan yang ditinggalkan oleh unsur-unsur tersebut.<\/p>\n

d. Terjadinya inversi kwarsa\u00a0<\/strong>
\nSemua tanah liat mengandung sejumlah kwarsa dalam jumlah besar.\u00a0 Kwarsa ini bisa disos ialisasikan sebagai mineral pelengkap tanah liat\u00a0 alam. Kwarsa juga dapat ditambahkan ke tanah liat dalam bentuk pasir\u00a0 putih (flint). Kristal kwarsa mempunyai sejumlah bentuk yang berbeda-\u00a0 beda, tergantung pada perbedaan suhu.<\/p>\n

Ketika suhu berubah, kristal- kristal kwarsa menyesuaikan diri menjadi struktur yang sedikit berbeda\u00a0 dan diikuti oleh perubahan volume. Karena itu ketika suhu 5730C telah\u00a0 tercapai, kristal kwarsa mengalami perubahan bentuk dari alfa (c) ke\u00a0 betha (d). Perubahan ini diikuti dengan sedikit pemuaian volume (2%)\u00a0 dan sebaliknya, pada saat pendinginan, yaitu pada suhu 5730C, kristal\u00a0 kwarsa berubah kembali dari betha ke alfa atau kembali ke bentuk kristal\u00a0 aslinya dengan disertai terjadinya penyusutan volume. Meskipun\u00a0 perubahan volume mineral kwarsa relatif kecil, kenaikan suhu\u00a0 pembakaran harus dilakukan secara lambat untuk mencegah pecahnya\u00a0 benda yang dibakar.<\/p>\n

e. Terjadinya proses vitrifikasi\u00a0<\/strong>
\nProses vitrifikasi adalah suatu proses meleburnya bahan silika menjadi\u00a0 gelas yang kemudian memasuki pori-pori dan menjadikan semua\u00a0 partikel memadat. Badan benda keramik yang telah bervitrifikasi secara\u00a0 sempurna menjadi tidak berpori-pori dan menjadi kedap air. Tanah liat\u00a0 akan menggelas pada suhu yang berbeda-beda, tergantung pada\u00a0 komposisinya.<\/p>\n

Suatu jenis tanah liat merah misalnya, yang mengandung\u00a0 banyak unsur besi dan kotoran mineral lain, dapat dibakar menjadi keras\u00a0 dan padat pada suhu sekitar 10000C dan dapat melebur menjadi suatu\u00a0 cairan gelas pada suhu 12500C. Penyusutan terus berlanjut selama\u00a0 vitrifikasi.<\/p>\n

Penyusutan ini disebabkan berkurangnya ukuran partikel,\u00a0 khususnya pada saat partikel-partikel tersebut mendekati titik lebur dan\u00a0 susunan partikel yang semakin menggelas. Susut bakar suatu benda\u00a0 keramik bisa melebihi 10%. Penyusutan ini beragam, besar atau\u00a0 kecilnya tergantung pada tingkat suhu vitrifikasinya. Tanah liat yang\u00a0 akan melebur biasanya didahului oleh tahapan menggelembung,\u00a0 mendidih dan pada titik ini mungkin ukurannya akan membengkak.<\/p>\n

Hal\u00a0 ini disebut over firing atau terlalu matang. Massa t anah liat yang telah\u00a0 dibakar secara sempurna dan matang dapat diketahui dari tingkat kekerasan, kekuatan tekanan, kepadatan atau daya kedap airnya, tahan terhadap gesekan dan dapat dilihat dari warna dan tekstur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Susut bakar suatu benda keramik adalah suatu besaran yang dapat diukur tentang menyusutnya (ukuran) benda karena pembakaran. Hal itu bukan hanya karena menguapnya air bebas, tetapi karena adanya perubahan sifat-sifat kimia dan fisika tanah liat menjadi keramik secara permanen. Tanah liat lunak bila tercampur air mudah diurai dan plastis, tetapi setelah dibakar tanah liat menjadi …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[1766,2206,2207,2208,2295],"class_list":["post-1946","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-pengertian-susut-bakar","tag-susut-bakar","tag-susut-bakar-adalah","tag-susut-bakar-keramik","tag-uji-susut-bakar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1946"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9484,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1946\/revisions\/9484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}