Apabila berupa campuran beberapa jenis tanah liat, sebaiknya formula tercatat untuk memudahkan dalam proses penimbangan. Pencampuran bahan tanah liat (earthenware dengan earthenware, stoneware dengan stoneware, dan earthenware dengan stoneware) dilakukan untuk mendapatkan kualitas badan tanah liat yang memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan.<\/p>\n
Proses Pengolahan<\/strong> 2. Penumbukan\u00a0<\/strong> 3. Penyaringan\u00a0<\/strong> 4. Penimbangan\u00a0<\/strong> 6. Pengulian<\/strong> 7. Penyimpanan<\/strong> Pengolahan bahan tanah liat alam secara manual kering ini biasanya dilakukan untuk jumlah bahan tanah liat yang terbatas hanya untuk suatu proses pengujian tanah liat. Pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi bahan tanah liat tersebut yang meliputi plastisitas, penyusutan, suhu bakar, warna bakar, dan porositas. Pengolahan dengan teknik ini hanya dilakukan untuk satu …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[96,108,110,339,356,357,894,1259,1261,1670,2239],"class_list":["post-1951","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-alat-bor-tanah-manual","tag-alat-penggembur-tanah-manual","tag-alat-ukur-tanah-manual","tag-bajak-tanah-manual","tag-bor-tanah-manual","tag-boring-tanah-manual","tag-galian-tanah-manual","tag-makalah-minyak-tanah-manual","tag-mata-bor-tanah-manual","tag-pemadatan-tanah-manual","tag-tanah-manual"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1951"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1951\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8812,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1951\/revisions\/8812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nProses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut.
\n1. Penjemuran<\/strong>
\nJemurlah bahan tanah liat,\u00a0 sebaiknya dalam bentuk\u00a0 bongkahan kecil-kecil, hal ini\u00a0 dimaksudkan agar tanah liat\u00a0 tersebut cepat menjadi kering\u00a0 secara merata sehingga\u00a0 mempermudah proses\u00a0 penumbukan.<\/p>\n
\nTumbuklah bahan tanah liat yang\u00a0 sudah kering sampai halus\u00a0 dengan menggunakan mortar dan\u00a0 pestle atau alat penumbuk lain.\u00a0 Penumbukan agar mendapatkan\u00a0 butiran bahan tanah liat yang\u00a0 halus seperti tepung sehingga\u00a0 dapat lolos dari saringan dengan\u00a0 mesh yang telah ditentukan.<\/p>\n
\nSaringlah bahan tanah liat\u00a0 menggunakan saringan mesh 50\u00a0 atau jika dikendaki yang lebih\u00a0 halus lagi dapat menggunakan\u00a0 saringan dengan ukuran 70, 80\u00a0 sampai 100. Tumbuklah butiran\u00a0 bahan tanah liat yang tidak lolos\u00a0 saringan kemudian disaring\u00a0 kembali.<\/p>\n
\nTimbanglah bahan tanah liat\u00a0 walaupun hanya satu jenis tanah\u00a0 liat, hal ini perlu dilakukan untuk\u00a0 menentukan jumlah air yang perlu\u00a0 ditambahkan pada bahan tanah\u00a0 liat tersebut.<\/div>\n
<\/a>\u00a0<\/span>
<\/a>\u00a0
<\/a>\u00a0
<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
\n5. Pencampuran<\/strong>
\nCampurkan bahan tanah liat yang\u00a0 sudah ditimbang dengan air\u00a0 sebanyak 30%\u201340% dari jumlah\u00a0 tanah liat kering. Tambahkanlah\u00a0 air sedikit demi sedikit sambil\u00a0 diremas-remas, sehingga\u00a0 kandungan air dalam tanah liat\u00a0 cukup dan siap untuk diuli.<\/p>\n
\nUlilah campuran bahan tanah liat\u00a0 agar tanah liat menjadi plastis,\u00a0 homogen, bebas dari kotoran,\u00a0 dan bebas dari gelembung udara.\u00a0 kemudian bentuklah menjadi\u00a0 bulatan-bulatan bola\/bongkahan\u00a0 tanah liat, selanjutnya masukkan\u00a0 ke dalam kantong plastik yang\u00a0 rapat agar terjaga kelembaban.<\/p>\n
\nPeramlah tanah liat plstis\u00a0 tersebut, sebaiknya ditempatkan\u00a0 pada bak bertutup agar supaya\u00a0 kelembaban tanah liat dalam\u00a0 kantong plastik tetap terjaga.\u00a0 Waktu pemeraman selama\u00a0 kurang lebih 7 hari. Dalam\u00a0 proses ini terjadi proses\u00a0 fermentasi dari unsur-unsur\u00a0 organik yang dikandungnya,\u00a0 sehingga tanah liat menjadi lebih\u00a0 plastis.<\/span><\/span><\/div>\n
<\/a>\u00a0
<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span>
<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"