Setelah proses pembakaran benda uji dengan tiga suhu pembakaran yang berbeda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian suhu kematangan tanah liat seperti diuraikan berikut ini:
\n1. Ambil semua benda uji yang telah dibakar dan pisahkan untuk masing-masing formula tanah liat dan suhu pembakarannya
\n2. Amati benda uji tersebut dari warna bakarnya: pucat, cemerlang, atau gelap
\n3. Ketuk benda uji tersebut untuk mengetahui suaranya: nyaring atau tidak nyaring<\/p>\n
Dari hasil evaluasi uji kematangan dapat disimpulkan apakah benda uji sudah matang, belum atau bahkan terlalu matang pada suhu bakar yang telah ditetapkan.
\na. Bila belum matang, maka benda uji perlu diuji lagi dengan cara membakar pada suhu bakar lebih tinggi atau menambahkan beberapa jenis bahan lain pada massa badan tanah liat yang diuji.
\nb. Bila terlalu matang, badan uji akan berubah bentuk, sehingga suhu bakar perlu diturunkan atau kandungan bahan-bahan tahan api seperti kaolin, kwarsa dikurangi sedikit agar dapat diperoleh massa badan berkualitas tinggi yang cocok untuk suhu bakar yang diinginkan.<\/p>\n
Penambahan bahan-bahan lain pada massa tanah liat dimaksudkan untuk mendapatkan massa badan yang berkualitas, yaitu
\na. Jika massa badan tanah liat terlalu tahan api, sehingga tidak matang pada suhu bakar yang telah diterapkan, maka perlu ditambah bahan- bahan yang bersifat fluks atau bahan yang dapat menurunkan suhu matang tanah liat seperti: calcium carbinat, talk, body frit.
\nb. Jika terlalu melebur sehingga berubah bentuk dan menjadi sangat padat pada suhu matang yang telah ditetapkan, maka adonan massa badan tanah liat perlu ditambah dengan bahan tahan api seperti: kaolin, ballclay, stoneware clay, kwarsa atau tanah liat tahan api.
\nc. Jika warna bakar massa badan tanah liat akan dibuat lebih gelap, dapat ditambahkan oksida logam seperti besi, mangan, cupper dan lain sebagainya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Setelah proses pembakaran benda uji dengan tiga suhu pembakaran yang berbeda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian suhu kematangan tanah liat seperti diuraikan berikut ini: 1. Ambil semua benda uji yang telah dibakar dan pisahkan untuk masing-masing formula tanah liat dan suhu pembakarannya 2. Amati benda uji tersebut dari warna bakarnya: pucat, cemerlang, atau gelap …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[1133,1134,1135,1136,1260,1304,1727,2270],"class_list":["post-1952","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-kematangan-fisik-tanah","tag-kematangan-tanah","tag-kematangan-tanah-adalah","tag-kematangan-tanah-gambut","tag-manfaat-nilai-kematangan-tanah","tag-menentukan-kematangan-tanah-gambut","tag-pengertian-kematangan-tanah","tag-tingkat-kematangan-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8817,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952\/revisions\/8817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}