Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":1955,"date":"2024-07-04T04:24:35","date_gmt":"2024-07-03T21:24:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/penyiapan-clay-body\/"},"modified":"2024-07-02T12:05:02","modified_gmt":"2024-07-02T05:05:02","slug":"penyiapan-clay-body","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/penyiapan-clay-body\/","title":{"rendered":"Penyiapan Clay Body"},"content":{"rendered":"
Pengolahan bahan tanah liat merupakan suatu proses penyiapan bahan mentah tanah liat menjadi badan tanah liat yang siap digunakan untuk pembuatan benda keramik baik sebagai bahan plastis maupun tuang (slip), proses pengolahan tanah liat dapat dilakukan mulai dari yang sederhana hingga suatu proses yang rumit.<\/p>\n

Pengolahan bahan tanah liat sebagai tahap awal dalam proses pembuatan benda keramik dapat dilakukan dengan berbagai teknik, hal ini berkaitan dengan jenis bahan tanah liat, jenis benda keramik, teknik pembentukan, dan ketersediaan peralatan.<\/p>\n

Tanah liat alami sebagai sumber bahan baku pembuatan benda keramik banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, namun masih jarang bahan tanah liat alami (mentah) tersebut langsung dapat digunakan, untuk dapat digunakan harus selalu melalui proses pengolahan tanah liat.<\/p>\n

Tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik harus memenuhii persyaratan tertentu diantaranya adalah: plastis, homogen, bebas gelembung udara dan kotoran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, proses pengolahan campuran berbagai jenis bahan tanah liat perlu dilakukan secara cermat, tepat, dan akurat karena hasil pengolahan akan berpengaruh pada proses selanjutnya. Pengolahan tanah liat ada dua macam, yaitu pengolahan dengan teknik basah dan teknik kering.<\/p>\n

Berbagai macam proses pengolahan atau penyiapan tanah liat menjadi suatu massa badan keramik dapat dilakukan, diantaranya adalah:
\n1. Penyiapan clay bodydari tanah liat alam secara manual basah.
\n2. Penyiapan clay body dari tanah liat alam secara manual kering.
\n3. Penyiapan clay body dari tanah liat alam secara masinal basah.
\n4. Penyiapan clay body dari prepared hard mineral secara masinal basah.
\n5. Penyiapan clay body untuk teknik pembentukan cetak tuang.<\/p>\n

Penyiapan Clay Body dari Tanah Liat Alam secara Manual<\/strong>
\nProses pengolahan bahan tanah liat alam secara manual basah merupakan proses yang paling sederhana, karena bahan yang diolah merupakan bahan tanah liat tunggal, yaitu bahan tanah liat alam yang dapat digunakan secara langsung untuk membentuk benda keramik tanpa mencampurnya dengan bahan lain, seperti tanah liat earthenware maupun stoneware. Pengolahan badan tanah liat manual basah biasanya dilakukan oleh perajin keramik tradisional dengan bahan lokal yang ada di daerah.<\/p>\n

Pengolahan badan tanah liat secara manual basah dilakukan melalui tahap- tahap berikut.
\n1. Penjemuran<\/strong>
\nJemurlah bahan tanah liat hingga benar-benar kering. Untuk mempercepat proses pengeringan bahan tanah liat, sebaiknya bongkahan tidak terlalu besar tetapi potongan kecil-kecil agar air dalam tanah liat cepat keluar dan merata pada seluruh permukaan tanah liat, karena dalam kondisi kering daya ikat partikel-partikel tanah liat menjadi rendah.<\/div>\n

\u00a0<\/span>\"clip_image001\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
2. Perendaman<\/strong>
\nRendamlah bahan tanah liat kering dalam air agar mudah hancur. Tanah liat yang keras memerlukan waktu yang cukup lama untuk hancur, sedang yang lunak akan segera hancur setelah direndam. Pada tahap ini, tanah liat mengalami slaking, tanah liat mengembang dan hancur men jadi bagian kecil-kecil, sehingga menjadi slip.<\/p>\n

3. Pengadukan<\/strong>
\nAduk-aduklah bahan tanah liat setelah kondisi tanah liat yang direndam benar-benar hancur, hal ini akan memudahkan proses pengadukan. Lakukan berulang- ulang untuk mempercepat kondisi tanah liat menjadi homogen seperti lumpur tanah liat (slip).<\/p>\n

4. Penyaringan<\/strong>
\nSaringlah bahan tanah liat dalam bentuk lumpur tanah liat tersebut menggunakan saringan mesh 60. Penyaringan dilakukan tanah bersih dari bahan pengotor seperti: akar, arang, kerikil dan sebagainya. Tempatkan tanah liat hasil penyaringan pada wadah ember dan dibiarkan hingga agar terjadi pengendapan tanah liat.<\/p>\n

5. Pengendapan<\/strong>
\nLakukan pengendapan slip tanah liat selama satu sampai tiga hari tanah akan mengendap dan pada bagian atas air akan tampak berada di bagian atas. Selanjutnya ambilah air yang ada di atas tanah tersebut sampai sebatas permukaan endapan tanah. Semakin lama pengendapan maka semakin sedikit airnya.<\/div>\n

\"clip_image002\"<\/a>\u00a0<\/span>\"clip_image003\"<\/a>\u00a0\"clip_image004\"<\/a>\u00a0\"clip_image005\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
\u00a0<\/span>
\n6. Pengentalan<\/strong>
\nLakukan pengentalan slip tanah liat tersebut dengan cara menuang lumpur tanah liat (slip) di atas meja gips, atau karung goni sampai tanah tersebut mengental. Pengentalan merupakan proses penguapan kandungan air (dewatering) dari lumpur tanah liat (slip), hal ini terjadi karena air diserap gips dan penguapan oleh suhu udara.<\/p>\n

7. Pengulian<\/strong>
\nLakukan pengulian bahan tanah\u00a0 liat plastis di atas meja gips.\u00a0 Pengulian ini dimaksudkan agar\u00a0 memperoleh bahan tanah liat\u00a0 yang benar-benar plastis dan\u00a0 homogen. Bentuklah tanah liat\u00a0 plastis menjadi bentuk silinder\u00a0 atau balok dengan berat dan\u00a0 ukuran tertentu kemudian\u00a0 masukkan dalam kantong plastik\u00a0 dan diikat dengan rapat.<\/p>\n

8. Pemeraman\u00a0<\/strong>
\nPeramlah tanah liat plastis yang\u00a0 telah diuli dalam bak penyimpan\u00a0 bahan yang tertutup agar\u00a0 kelembaban tetap terjaga.\u00a0 Lakukan pemeraman selama\u00a0 kurang lebih 7 hari, semakin lama\u00a0 disimpan akan semakin baik\u00a0 sesudah itu tanah liat siap\u00a0 digunakan.<\/span><\/span><\/div>\n

\"clip_image006\"<\/a>\u00a0<\/span>\"clip_image007\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image008\" <\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Pengolahan bahan tanah liat merupakan suatu proses penyiapan bahan mentah tanah liat menjadi badan tanah liat yang siap digunakan untuk pembuatan benda keramik baik sebagai bahan plastis maupun tuang (slip), proses pengolahan tanah liat dapat dilakukan mulai dari yang sederhana hingga suatu proses yang rumit. Pengolahan bahan tanah liat sebagai tahap awal dalam proses pembuatan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[1405,1804,1805,1806,1807,1808,1809,1810,1811,1858,1976],"class_list":["post-1955","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-clay-body","tag-metode-penyiapan-tanah-dasar","tag-penyiapan-benih-kacang-tanah","tag-penyiapan-contoh-tanah","tag-penyiapan-lahan-kacang-tanah","tag-penyiapan-tanah","tag-penyiapan-tanah-dasar","tag-penyiapan-tanah-liat","tag-penyiapan-tanah-liat-melalui-proses","tag-penyiapan-tanah-liat-untuk-kerajinan","tag-persyaratan-dan-penyiapan-tanah-liat","tag-proses-penyiapan-tanah-liat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1955"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9516,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1955\/revisions\/9516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}