Pada waktu proses pembakaran berlangsung kotoran yang bersifat organik akan terbakar habis, sedangkan bahan yang terikat secara kimiawi akan menyebabkan tanah liat menjadi berwarna. Pada umumnya tanah liat earthenware paling banyak mengandung oksida besi (Fe).<\/p>\n
Bentuk butiran atau partikel yang halus dan lembut akan memberikan sifat lentur atau plastis jika mengandung air yang berfungsi sebagai pelumas. Plastisitas tanah liat earthenware cukup tinggi sehingga susut kering dan susut bakarnya juga tinggi, jadi semakin tinggi plastisitas tanah liat semakin tinggi pula susut kering dan susut bakarnya. Sifat lain adalah porousitasnya yang cukup tinggi setelah mengalami proses pembakaran hal ini disebabkan karena tanah liat ini masih banyak mengandung pasir.<\/p>\n
Dengan adanya sifat porous ini memungkinkan air pembentuk keluar dari badan keramik selama proses pengeringan sehingga benda keramik tidak mudah pecah atau retak.
\nPerubahan struktur tanah liat earthenware dari hasil proses pembakaran:<\/p><\/div>\n
Seperti halnya porselin, stoneware jika dibakar pada suhu dimana tanah liat tersebut menjadi mengkaca maka hasilnya akan menjadi kedap air, tetapi pada umumnya stoneware tidak terlalu mengkaca. Glasir dan badan stoneware masak pada suhu yang sama sehingga akan membentuk ketepatan glasir yang sempurna.<\/p>\n
Jenis-jenis stoneware yang berkembang di Eropa pada tahun 1600 dan 1700 menggunakan oksida cobalt dan mangaan untuk membuat stoneware hitam, agateware (juga disebut marbleware atau variegatedware) adalah suatu tiruan agatestone dan dihasilkan dengan kombinasi pewarna-pewarna tanah liat yang berbeda dalam suatu badan tunggal.<\/p>\n
Stoneware pada masa lampau biasanya dihasilkan dan tanah liat alami yang mengandung feldspar dan silika yang dibakar sehingga menjadi padat dan tidak porous. Tanah liat alami seperti halnya fireclay, tanah liat untuk pipa- pipa air dan tanah liat untuk membuat bata dapat digunakan secara langsung tanpa banyak penambahan bahan lain yang diperlukan serta dapat digunakan untuk pembentukan dengan tangan atau putaran.<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Tanah liat dalam keadaan mentah yang diperoleh dari tempat asalnya (deposit) memiliki berbagai warna krem, kuning kecoklatan, merah kecoklatan, abu-abu, dan hitam, perbedaan warna banyak dipengaruhi oleh perbandingan kadar kandungan bahan tanah liat antara lain campuran atau kotoran humus (organik), oksida besi (Fe), oksida mangaan (Mn), oksida cupper (Cu), cksida cobalt (Co), dll. Pada waktu …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[60],"tags":[297,298,299,300,301,302,303,304,305,939],"class_list":["post-1963","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanah-liat","tag-badan-bau-tanah","tag-badan-cacing-tanah","tag-badan-kepegawaian-tanah-bumbu","tag-badan-lelang-tanah","tag-badan-penelitian-tanah-bogor","tag-badan-pengelola-tanah-lot","tag-badan-pusat-statistik-tanah-laut","tag-badan-tanah","tag-badan-tanah-nasional","tag-harga-tanah-badan-pertanahan-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9469,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963\/revisions\/9469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}