Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":1985,"date":"2024-07-25T03:49:49","date_gmt":"2024-07-24T20:49:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/bahan-tidak-plastis-tanah-liat\/"},"modified":"2024-07-18T08:33:08","modified_gmt":"2024-07-18T01:33:08","slug":"bahan-tidak-plastis-tanah-liat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/bahan-tidak-plastis-tanah-liat\/","title":{"rendered":"Bahan Tidak Plastis Tanah Liat"},"content":{"rendered":"
1. Silika<\/strong>
\nSilika merupakan bahan yang banyak digunakan untuk membuat benda keramik, glasir, gelas, dll. Bahan ini mempunyai sifat tidak plastis sehingga apabila digunakan untuk membuat badan keramik akan mengurangi tingkat plastisitas dan penyusutannya digunakan untuk menambah kemampuan bentuk dan pengeras, sedangkan dalam glasir berfungsi sebagai penggelas.<\/p>\n

Titik lebur silika adalah 1710\u00baC. Kwarsa adalah bentuk lain dari silika yang memiliki kemurnian 100%. Silika atau kwarsa dapat ditemukan dalam bahan oksida yang disebut silicates seperti: kaolin\/china clay, feldspar, nepheline syenite, lepidolite, petalite, spodumene, pyrophylite, ball claydll.<\/p>\n

Bentuk lain dari silika adalah flint, bahan ini banyak dipakai untuk membuat benda keramik, memiliki kemurnian yang tinggi. Endapan silika yang ditemukan di alam biasanya bercampur dengan berbagai bahan-bahan pengotor (impurities) yang akan mempengaruhi sifat-sifatnya baik dalam keadaan mentah maupun setelah pembakaran.<\/p>\n

Kegunaan silika: mengurangi plastisitas menguarangi penyusutan mengurangi retak-retak dalam proses pengeringan. menambah kemampuan bentuk dan pengeras merupakan rangka selama pembakaran.
\nmengurangi retak-retak (crazing) dalam glasir.<\/p>\n

2. Feldspar<\/strong>
\nFeldspar dihasilkan dari pelapukan batuan granit dan lava ( igneous) dimana tanah liat itu terbentuk, feldspar termasuk senyawa alumina silikat yang mengandung satu atau lebih unsur-unsur seperti: K, Na, Ca. Sebagai bahan yang tidak plastis, feldspar sangat penting dalam industri keramik karena dapat berfungsi untuk mengurangi penyusutan pada waktu proses pengeringan dan pembakaran, juga berfungsi sebagai flux (peleleh) pada suhu diatas 12000C. Titik leburnya antara 11700C\u201312900C. Feldspar sangat bermanfaat dalam pembuatan benda keramik pecah belah, stoneware, porselin, dan juga bahan untuk membuat glasir.<\/p>\n

Feldspar terdiri dari berbagai jenis, yaitu Potash feldspar (K2O Al2O3 6SiO2) Sodium feldspar (Na2O Al2O3 6SiO2). Dilihat dari unsur-unsurnya maka feldspar mengadung bahan alumina (Al2O3), silica (SiO2), dan flux (K2O atau Na2O), yang mengandung kalium (K2O) biasanya dipakai untuk membuat badan keramik halus karena sangat aktif melarutkan kwarsa, membentuk masa gelas yang sangat kental, dan sebagai pelebur yang baik dalam badan keramik halus sehingga badan keramik menjadi padat tanpa mengalami perubahan bentuk (deformasi), sedang yang banyak mengandung natrium (Na2O) untuk membuat glasir.<\/p>\n

Whiting (Calcium Carbonate) (CaCO3) Whiting digunakan pada campuran tanah liat bakaran suhu rendah dan menengah. Whiting (calcium carbonate) ini berfungsi sebagai flux, yaitu untuk menurunkan suhu bakar, dalam jumlah kecil dipakai sebagai bahan pelebur dalam glasir. Unsur Ca (calcium) yang terkandung dalam whiting banyak digunakan dalam badan keramik karena dapat menurunkan titik leleh, membenkan wama putih dan mencegah lengkung. Ca dapat bertindak sebagai flux pada suhu yang rendah. Dengan zinc dalam glasir akan membentuk pemiukaan matt (dof), karena terjadi kristalisasi.<\/p>\n

3. Dolomite<\/strong>
\nDolomite merupakan bahan kombinasi antara calcium carbonate dengan magnesium carbonate yang berfungsi sebagai flux atau penurun suhu dalam campuran tanah liat, bahan ini termasuk bahan yang tidak plastis.<\/p>\n

4. Aluminium (Al2O3)<\/strong>
\nUnsur aluminium (oksida alumina) tidak ditemukan dalam bentuk murni, tetapi dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain terutama dalam kaolin, ball clay, dan feldspar . Alumina merupakan bahan yang sangat refractory dan bahan yang sangat stabil baik secara fisika maupun kimia.<\/p>\n

Dalam glasir aluminium berfungsi untuk mengontrol dan mengimbangi pelelehan serta memberikan kekuatan pada badan keramik dan glasir, sedang dalam badan keramik untuk meningkatkan viskositas, titik lebur mencegah kristalisasi dan menstabilkan massa gelas. Dalam massa plastis keramik, unsur kaolin akan memberikan Al2O3 tidak plastis tetapi cukup murni sedangkan ball clay akan memberikan Al2O3 plastis tetapi tidak murni.<\/p>\n

5. Talc<\/strong>
\nTalc merupakan campuran magnesium silicate hidrosid yang mempunyai rumus kimia 3MgO 4SiO2 H2O, berfungsi sebagai flux (pelebur) pada bakaran rendah dan menambah daya rekat glasir pada badan keramik sekaligus mencegah timbulnya keretakan pada glasir. Talc banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filler) dan bahan penutup pada beberapa macam industri keramik (terutama untuk dinding dan porselin China), hal ini disebabkan karena badan keramik yang mengandung talc akan sangat tahan terhadap perubahan ternperatur mendadak banyak dipakai untuk pngembuatan alat-alat listrik, cooking ware, kapsel, alat bantu pembakaran (refractory), juga dalam keramik seni dan badan keramik bakaran rendah.<\/p>\n

6. Nepheline Syenite (KNaO.Al2O3.4 SiO2)<\/strong>
\nNepheline syenite merupakan mineral keramik yang dapat dipakai sebagai pengganti feldspar. Nepheline syenite mengandung silika (SiO2) lebih sedikit dan alumina (Al2O3) lebih tinggi daripada feldspar. Bahan ini dapat dipergunakan untuk glasir earthenware atau stoneware, bahan pembuatan gelas sebagai sumber Al2O3.<\/p>\n

7. Grog<\/strong>
\nGrog adalah bahan tana h liat yang telah dibakar biskuit dan kemudian digiling halus, mempunyai butiran halus sampai kasar. Grog banyak digunakan untuk membuat badan keramik terutama yang berukuran besar, grog berfungsi untuk mengurangi plastisitas dan penyusutan sehingga dapat melindungi benda terhadap perubahan bentuk. Dengan adanya grog menyebabkan badan benda keramik menjadi lebih porous, namun dengan kondisi ini memungkinkan terjadi penguapan, juga mencegah terjadinya retak-retak dalam proses pengeringan dan pembakaran, tahan terhadap perubahan suhu yang mendadak, serta memberikan tekstur permukaan yang kasar. .
\n\"clip_image001\"<\/a>\u00a0\"clip_image002\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image003\"<\/a><\/div>\n

Silika\/Kwarsa Feldspar Whiting <\/span><\/span><\/div>\n
\u00a0<\/span>\"clip_image004\"<\/a>\u00a0\"clip_image005\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image006\"<\/a><\/div>\n
Dolomite Alumuniun Talc <\/span><\/span><\/div>\n
\u00a0<\/span>\"clip_image007\"<\/a>\u00a0\"clip_image008\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image009\"<\/a><\/div>\n
Nepheline syenite Grog (dari biskuit) Grog
\nGambar 6.19. Bahan-bahan keramik tidak plastis.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

1. Silika Silika merupakan bahan yang banyak digunakan untuk membuat benda keramik, glasir, gelas, dll. Bahan ini mempunyai sifat tidak plastis sehingga apabila digunakan untuk membuat badan keramik akan mengurangi tingkat plastisitas dan penyusutannya digunakan untuk menambah kemampuan bentuk dan pengeras, sedangkan dalam glasir berfungsi sebagai penggelas. Titik lebur silika adalah 1710\u00baC. Kwarsa adalah bentuk …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[60],"tags":[7140,1004,7141,7137,1903,7136,7138,2082,2083,7139,2294],"class_list":["post-1985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanah-liat","tag-batas-plastis-tanah-adalah","tag-indeks-plastis-tanah","tag-pengertian-plastis-tanah","tag-pengujian-batas-plastis-tanah","tag-plastis-tanah","tag-plastis-tanah-adalah","tag-rumus-batas-plastis-tanah","tag-sifat-plastis-tanah","tag-sifat-plastis-tanah-liat","tag-tanah-plastis","tag-uji-batas-plastis-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9531,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1985\/revisions\/9531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}