Agar kamar tamu dapat dijual dan memuaskan para tamu- tamunya, kamar harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu : Ini semua dilakukan oleh hotel semata-mata demi kepuasan tamu, jika tamu sudah merasa puas karena mereka mendapatkan pelayanan yang memuaskan, maka mereka lain kali pasti akan kembali, mungkin tidak hanya sendirian, tetapi beserta keluarga atau teman, bahkan mungkin mereka telah menyempaikan kepuasan ini kepada orang-orang yang dikenalnya untuk ikut menikmati pelayanan yang pernah didapat di hotel tersebut.<\/p>\n Van der spek mengatakan dalam buku Hospitality and Hotelier International, Hongkong, 1997, p.16 \u201cA happy guest is one who will return it is far harder to attract new business than it is to retain satisfied customers\u201d<\/p>\n Jenis-jenis kamar<\/strong> Gambar 4.57a: Kamar dengan Single bed room Gambar 4.57b: Kamar dengan Double bed room<\/p><\/div>\n
\n1. Cleanlines<\/strong> : Bersih (dalam pengertian luas)
\n2. Comfortable<\/strong> : Melegakan, menyenangkan, dimana faslitas-fasilitas yang ada dalam ruangan serasi dengan keadaan kamar.
\n3. Atractive<\/strong> : menarik dari segi desain, misalnya warna, gambar, didalam kamar harus harmonis agar penataan dari kamar tersebut dapat dalam satu kesatuan.
\n4. Safety<\/strong> : Privacy dimana tamu merasa terjamin bahwa tidak terjadi kecelakaan dalamkamar (seperti tersengat listrik, bathroom licin, karpet banyak yang terkelupas dan lain-lain.<\/p>\n
\nJenis-jenis kamar dapat dibedakan menurut jumlah tempat tidur didalamnya, berdasarkan fasilitas dan berdasarkan letaknya. Jenis kamar menurut tempat tidur yang tersedia:
\n1. Single Room : Kamar untuk satu orang dengan satu tempat tidur tunggal (single)<\/p>\n
<\/a><\/p>\n<\/div>\n