Persoalan proses adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan (perilaku) pada diri subjek belajar tersebut. Didalam proses ini terjadi perubahan timbal balik antara berbagai faktor, antara lain: subjek belajar, pengajar (pendidik atau fasilitator), metode & teknik belajar, alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang dipelajari. Sedangkan keluaran adalah merupakan hasil belajar itu sendiri yaitu berupa kemampuan atau perubahan perilaku dari subjek belajar.<\/p>\n
Proses kegiatan belajar tersebut dapat digambarkan pada bagan di bawah! Beberapa ahli pendidikan mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ke dalam 4 kelompok besar, yakni faktor materi (bahan belajar), lingkungan, instrumental dan subjek belajar. Faktor instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardware) seperti perlengkapan belajar dan alat-alat peraga dan perangkat lunak (software) seperti fasilitator belajar, metode belajar, organisasi dan sebagainya.<\/p>\n
Dalam pendidikan kesehatan subjek belajar ini dapat berupa individu, kelompok atau masyarakat. Promosi kesehatan di sekolah pada prinsipnya adalah menciptakan sekolah sebagai komunitas yang mampu meningkatkan kesehatannya (health promoting school). Oleh sebab itu, program promosi kesehatan sekurang-kurangnya mencakup 3 usaha pokok, yakni: b. Lingkungan fisik terdiri dari:<\/strong> Pemeliharaan Kebersihan Perorangan dan Lingkungan Pemeliharaan kesehatan perorangan dan lingkungan merupakan factor yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pemeliharaan kebersihan perorangan (personal hygiene), khususnya bagi murid-murid adalah: Keamanan umum sekolah dan lingkungannya:<\/strong> Persoalan proses adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan (perilaku) pada diri subjek belajar tersebut. Didalam proses ini terjadi perubahan timbal balik antara berbagai faktor, antara lain: subjek belajar, pengajar (pendidik atau fasilitator), metode & teknik belajar, alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang dipelajari. Sedangkan keluaran adalah merupakan hasil belajar itu sendiri yaitu …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[5880,5884,5887,5882,5886,5885,5883,5881],"class_list":["post-3375","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-olahraga-dan-kesehatan","tag-soal-proses","tag-soal-proses-manufaktur","tag-soal-proses-menstruasi","tag-soal-proses-pembentukan-muka-bumi","tag-soal-proses-pembentukan-urine","tag-soal-proses-perumusan-pancasila","tag-soal-proses-produksi","tag-soal-proses-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3375"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9364,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3375\/revisions\/9364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n1. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat<\/strong>
\nLingkungan sekolah yang sehat, mencakup 2 aspek, yakni sosial (non-fisik dan fisik).
\na. aspek non-fisik (mental-sosial):<\/strong>
\nLingkungan sosial sekolah adalah menyangkut hubungan antara\u00a0 komunitas sekolah (murid, guru, pegawai sekolah dan orang tua\u00a0 murid). Lingkungan mental sosial yang sehat terjadi apabila\u00a0 hubungan yang harmonis, dan kondusif di antara komponen\u00a0 masyarakat sekolah. Hubungan yang harmonis ini akan\u00a0 menjamin terjadinya pertumbuhan dan perkembangan anak\u00a0 atau murid dengan baik, termasuk tumbuhnya perilaku hidup\u00a0 sehat.<\/p>\n
\nBangunan sekolah dan lingkungannya yang terdiri dari:
\n\u2022 Letak sekolah tidak berdekatan dengan tempat-tempat umum atau keramaian, misalnya pasar, terminal, mall, dan sebagainya.
\n\u2022 besar dan konstruksi gedung sekolah sesuai dengan jumlah murid yang ditampungnya.
\n\u2022 Tersedianya halaman sekolah dan kebun sekolah.
\n\u2022 Ventilasi memadai sehingga menjamin adanya sirkulasi udara di setiap ruang kelas.
\n\u2022 Penerangan atau pencahayaan harus cukup, utamanya cahaya dari sinar matahari dapat masuk ke setiap ruang kelas.
\n\u2022 System pembuangan air limbah maupun air hujan dijamin tidak menimbulkan genangan (harus mengalir).
\n\u2022 Tersedia air bersih dan pembuangan air besar atau air kecil (jamban).
\n\u2022 Tersedianya tempat pembunagan sampah di setiap kelas, dan tersa sekolah.
\n\u2022 Tersedianya kantin atau warung sekolah, sehingga kebersihan dan keamanan makanan dapat diawasi.<\/p>\n
\n\u2022 kebersihan kulit, kuku, rambut, telinga, telinga, dan hidung.
\n\u2022 kebersihan mulut dan gigi.
\n\u2022 kebersihan dan kerapian pakaian.
\n\u2022 mMemakai alas kaki (sepatu atau sandal).
\n\u2022 cuci tangan sebelum memegang makanan, dan sebagainya. Sedangkan kebersihan lingkungan yang perlu diperhatikan antara lain:
\n\u2022 kebersihan perlengkapan sekolah (bangku, meja, dan alat sekolah yang lain).
\n\u2022 kebersihan kaca, jendela, dan lantai
\n\u2022 kebersihan WC dan kamar kecil.
\n\u2022 kebersihan ruang kelas.
\n\u2022 membuang sampah pada tempatnya.
\n\u2022 membiasakan meludah tidak di sembarang tempat.
\n\u2022 pemeliharaan taman atau kebun sekolah.<\/p>\n
\n1. Ada pagar sekolah, untuk mencegah atau mengurangi murid- murid keluar masuk gedung sekolah, sehingga membahayakan keselamatannya.
\n2. Halaman dan gang atau jalan masuk ke sekolah mudah dilewati atau tidak becek di musim hujan, dan berdebu pada musim kemarau.
\n3. Semua pintu dan jendela diatur sedemikian rupa sehingga membuka kea rah luar.
\n4. Ada tanda lalu lintas khusus sebagai pemberitahuan kepada pemakai jalan agar waspada di lingkungan sekolah (banyak anak berlari-larian).
\n5. Tersedia P3K, dan tenaga atau guru yang terlatih di bidang P3K.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"