Pada tataran perkembangan berikutnya, ilmu kesehatan pribadi\u00a0 berkembang menjadi cabang-cabang ilmu yang mempelajari\u00a0 bagian-bagian yang lebih spesifik dan detail. Ilmu kesehatan\u00a0 pribadi berurusan dengan masalah klinis pribadi yang mengalami\u00a0 gangguan kesehatan, maka profesi kedokteranlah yang lebih tepat\u00a0 untuk menanganinya.<\/p>\n
Pada tataran selanjutnya, perkembangan\u00a0 ilmu kesehatan pribadi tidak dapat terlepas dari sumbangan ilmu-\u00a0 ilmu dasar seperti: Sebagai\u00a0 lebih dahulu mekanisme\u00a0 penyakit\u00a0 melalui\u00a0 analisis\u00a0 kita perlu bernafas?\u00a0 pengambilan gas oksigen? Bagaimana pengangkutan gas\u00a0 oksigen? Bagaimana akhirnya oksigen digunakan oleh tubuh?\u00a0 Ilmu faal berperan penting untuk memahami fenomena\u00a0 (gejala) yang terjadi pada kondisi tubuh normal, sebelum\u00a0 anomali\u00a0 contoh, untuk mempelajari timbulnya penyakit kencing manis\u00a0 (diabetes melitus) yang ditandai dengan kadar gula darah\u00a0 harus diketahui\u00a0 pemeliharaan kadar gula darah secara normal.<\/p>\n 2. Anatomi<\/strong> yaitu ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh.\u00a0 Anatomi berperan membantu menjelaskan suatu mekanisme\u00a0 dalam tubuh. Dengan demikian, fisiologi memiliki kaitan\u00a0 sangat erat dengan anatomi bahkan kerapkali dikaitkan\u00a0 menjadi satu istilah yaitu anatomi fisiologi.<\/p>\n 3. Patologi<\/strong> yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang\u00a0 berkaitan dengan timbulnya penyakit. yang berkaitan dengan\u00a0 perkembangan\u00a0 perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh.\u00a0 Pada awal perkembangannya ilmu faal mempelajari atau mengkaji aktivitas tubuh secara keseluruhan, dengan demikian bidang kajiannya sangat luas.<\/p>\n Pada tataran berikutnya, maka ilmu faal berkembang menjadi cabang-cabang ilmu faal yang mempelajari bagian-bagian tubuh secara lebih spesifik dan mendetail. Hal ini dapat dipahami karena jika diuraikan, maka tubuh manusia terdiri dari berbagai alat-alat tubuh. Alat-alat tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang sejenis membentuk suatu sistem organ.<\/p>\n Sebagai contoh: jantung, cairan darah, dan pembuluh darah bersatu membentuk sistem peredaran darah.\u00a0 Berdasarkan tingkatan organisasi penyusun tubuh kita, maka pada tingkat sistem organ muncul cabang-cabang ilmu faal antara lain: endokrinologi, neurologi, digesti, respirasi, sirkulasi, ekskresi,\u00a0 reproduksi.<\/p>\n Di tingkat organ, muncul cabang-cabang ilmu faal antara lain: pulmonologi, dermatologi, kardiologi, oftalmologi, osteologi, gastro-enterologi.\u00a0 Alat-alat tubuh jika diuraikan lagi tersusun atas jaringan dan sel- sel. Pada hakekatnya, jika seluruh sel-sel penyusun tubuh dapat berfungsi secara normal atau dalam kondisi homeostasis, maka\u00a0 tubuh akan menjadi sehat.<\/p>\n Homeostasis\u00a0 W.B. Cannon (bangsa Amerika) menamakan kondisi tubuh yang seimbang, dan serasi sebagai homeostasis. Kondisi tersebut pada hakekatnya merupakan perwujudan kondisi lingkungan internal yang stabil, dinamis, serasi dan seimbang. Oleh karena itu, aktivitas kehidupan walaupun bervariasi mempunyai satu tujuan\u00a0\u00a0 yaitu menuju ke kondisi lingkungan internal yang konstan (steady internal state) atau disebut homeostasis.<\/p>\n Homeostasis merupakan perwujudan keseimbangan antara zat yang masuk dengan zat yang dibutuhkan dan zat yang dibuang. Untuk mencapai kondisi homeostasis diperlukan mekanisme pengaturan (regulasi) dari semua sistem dalam tubuh. Mekanisme regulasi meliputi feedback\u00a0 positif dan negatif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Pada tataran perkembangan berikutnya, ilmu kesehatan pribadi\u00a0 berkembang menjadi cabang-cabang ilmu yang mempelajari\u00a0 bagian-bagian yang lebih spesifik dan detail. Ilmu kesehatan\u00a0 pribadi berurusan dengan masalah klinis pribadi yang mengalami\u00a0 gangguan kesehatan, maka profesi kedokteranlah yang lebih tepat\u00a0 untuk menanganinya. Pada tataran selanjutnya, perkembangan\u00a0 ilmu kesehatan pribadi tidak dapat terlepas dari sumbangan ilmu-\u00a0 ilmu dasar seperti: …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[2478,2475,2476,2477,2479],"class_list":["post-3444","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-kesehatan","tag-fokus-bidang-kajian-ilmu-kesehatan-pribadi","tag-ilmu-kesehatan-pribadi","tag-makalah-ilmu-kesehatan-pribadi","tag-pengertian-ilmu-kesehatan-pribadi","tag-pengertian-ilmu-kesehatan-pribadi-dan-contohnya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9496,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3444\/revisions\/9496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n1. Ilmu faal atau fisiologi<\/strong> adalah ilmu yang mengkaji fungsi tubuh\u00a0 pada keadaan normal. Fisiologi sebagai ilmu berperan\u00a0 menjelaskan mengapa tubuh melakukan suatu aktivitas dan\u00a0 bagaimana mekanisme aktivitas tersebut. Sebagai contoh: mengapa\u00a0 menjelaskan\u00a0 adanya\u00a0 tinggi,\u00a0 maka\u00a0 ciri-ciri\u00a0 dan\u00a0 Bagaimana\u00a0 mekanisme\u00a0 (penyimpangan).<\/p>\n