Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":3446,"date":"2024-05-01T02:29:26","date_gmt":"2024-04-30T19:29:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/manfaat-mempelajari-ilmu-kesehatan\/"},"modified":"2024-04-24T08:10:36","modified_gmt":"2024-04-24T01:10:36","slug":"manfaat-mempelajari-ilmu-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/manfaat-mempelajari-ilmu-kesehatan\/","title":{"rendered":"Manfaat Mempelajari Ilmu Kesehatan"},"content":{"rendered":"

Ilmu kesehatan sebagai ilmu pengetahuan terapan (applied science)\u00a0 yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan\u00a0 usaha manusia untuk selalu dalam keadaan sehat. Ilmu kesehatan\u00a0 pada dasarnya berbeda dengan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran\u00a0 lebih berorientasi pada penyembuhan penyakit, sementara ilmu ilmu\u00a0 kesehatan lebih luas mencakup juga pengobatan, pencegahan, dan\u00a0 pemulihan.<\/p>\n

Banyak aspek yang harus dilakukan oleh seseorang agar dapat\u00a0 hidup. Setidak-tidaknya memahami bagaimana dia mengelola\u00a0 kehidupannya, rohani dan jasmani agar sehat dan pada gilirannya,\u00a0 hidupnya berkualitas.<\/p>\n

Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat\u00a0 dan meningkat disebut perilaku sehat, yang mencakup perilaku- perilaku dalam mencegah atau menghindar dari penyakit dan\u00a0 penyebab penyakit\/masalah, atau penyebab masalah kesehatan,\u00a0 perilaku dalam mengupayakan meningkatnya kesehatan. Contoh:\u00a0 makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, tidak merokok dan\u00a0 minuman minuman keras, menghindari gigitan nyamuk, menggosok\u00a0 gigi setelah makan, cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan\u00a0 sebagainya.<\/p>\n

Hakekat belajar ilmu kesehatan, menurut UNESCO (Delors, 1997),\u00a0 mencakup 4 (empat) tingkatan atau tujuan yaitu: pilar utama yang\u00a0 harus dilakukan dalam semua proses pendidikan adalah:
\n1. Belajar untuk mengetahui (learning to know),
\n2. Belajar untuk berbuat (learning to do),
\n3. Belajar untuk menjadi (learning to be); dan
\n4. Belajar untuk hidup bersama (learning to live together).<\/p>\n

Gaya hidup sehat<\/strong>
\nSalah satu perwujudan dan penerapan dari belajar ilmu kesehatan adalah terwujudnya pribadi yang memiliki pengetahuan, ketrampilan tentang kesehatan, dan terbentuknya sikap hidup yang dikenal dengan gaya hidup sehat. Banyak aspek yang harus dilakukan oleh seseorang setidak-tidaknya memahami bagaimana dia mengelola kehidupannya, rohani dan jasmani agar sehat dan pada gilirannya menyebabkan hidup yang berkualitas.<\/p>\n

Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan kesehatannya meningkat disebut perilaku sehat, yang mencakup perilaku-perilaku dalam mencegah atau menghindar dari penyakit dan penyebab penyakit\/masalah, atau penyebab masalah kesehatan, serta perilaku dalam mengupayakan meningkatnya kesehatan. Sebagai contoh adalah makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, tidak merokok dan minuman minuman keras, menghindari gigitan nyamuk, menggosok gigi setelah makan, cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sebagainya.<\/p>\n

Menu seimbang di sini adalah :
\n– Hari yang memenuhi kebutuhan nutrisi yang menjadi kebutuhan tubuh baik menurut jumlahnya (kuantitas) maupun jenisnya (kualitas).
\n– Istirahat yang cukup. Istirahat cukup bukan saja berguna untuk berkembangnya IPTEK dewasa ini, juga memacu orang untuk meningkatkan kehidupannya, baik di bidang sosial dan ekonomi, yang akhirnya mendorong orang bersangkutan untuk bekerja keras tanpa menghiraukan beban fisik dan mentalnya. Istirahat yang cukup adalah kebutuhan dasar manusia untuk mempertahankan kesehatannya.<\/p>\n

Pengendalian atau manajemen stres. Stres adalah bagian dari kehidupan setiap orang, tanpa pandang bulu. Semua orang terlepas dari tingkat sosial, ekonomi, jabatan atau kedudukan dan sebagainya, mengalami stres. Stres tidak dapat dihindari oleh siapa saja, namun yang dapat dilakukan adalah mengatasi, mengendalikan atau mengelola stres tersebut agar tidak mengakibatkan gangguan kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental (rohani).<\/p>\n

Perilaku atau gaya hidup positif yang lain untuk kesehatan. Inti dari perilaku ini adalah tindakan atau perilaku seseorang, agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit dan masalah kesehatan, termasuk perilaku untuk meningkatkan kesehatan.<\/p>\n

Sehat menurut WHO mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Ilmu kesehatan pribadi fokus bidang kajiannya adalah orang per orang (pribadial). Ilmu kesehatan masyarakat fokus bidang kajiannya adalah kelompok manusia dalam masyarakat.<\/p>\n

Ilmu kesehatan lingkungan atau disebut sanitasi lingkungan merupakan ilmu kesehatan yang mempelajari semua faktor yang ada pada lingkungan yang berkaitan dengan perkembangan fisik dan kesehatan. Ilmu kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan masyarakat di dalam suatu masyarakat pekerja dan lingkungannya yang bertujuan untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya melalui usaha-usaha preventif, promotif dan kuratif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Ilmu kesehatan sebagai ilmu pengetahuan terapan (applied science)\u00a0 yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan\u00a0 usaha manusia untuk selalu dalam keadaan sehat. Ilmu kesehatan\u00a0 pada dasarnya berbeda dengan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran\u00a0 lebih berorientasi pada penyembuhan penyakit, sementara ilmu ilmu\u00a0 kesehatan lebih luas mencakup juga pengobatan, pencegahan, dan\u00a0 pemulihan. Banyak aspek yang harus dilakukan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[2497,2499,2493,2495,2494,2490,2492,2491,2496,2498],"class_list":["post-3446","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-kesehatan","tag-apa-pentingnya-mempelajari-ilmu-kesehatan-masyarakat","tag-belajar-ilmu-kesehatan","tag-belajar-ilmu-kesehatan-anak","tag-hukum-mempelajari-ilmu-kesehatan","tag-manfaat-mempelajari-ilmu-kesehatan-olahraga","tag-mempelajari-ilmu-kesehatan","tag-mempelajari-ilmu-kesehatan-hukumnya","tag-mempelajari-ilmu-kesehatan-masyarakat","tag-tujuan-mempelajari-ilmu-kesehatan-adalah","tag-tujuan-mempelajari-ilmu-sosiologi-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9472,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3446\/revisions\/9472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}