Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":3910,"date":"2023-05-20T02:47:12","date_gmt":"2023-05-19T19:47:12","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/pengerasan-paduan-aluminium\/"},"modified":"2023-05-15T06:22:20","modified_gmt":"2023-05-14T23:22:20","slug":"pengerasan-paduan-aluminium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/pengerasan-paduan-aluminium\/","title":{"rendered":"Pengerasan Paduan Aluminium"},"content":{"rendered":"
Prinsip- prinsip pengerasan pada Paduan Aluminium ini dapat diuraikan sebagai berikut : <\/span><\/span><\/div>\n
a. Paduan Aluminium dengan total unsur paduan hingga 1 % yang terdiri atas Silicon, besi Manganese dan Seng sesuai dengan sifat yang dikehendaki, kekuatan tarik maximum dapat dicapai melalui proses tempa (Forging) atau berbagai metoda pengerjaan dingin dan tingkat keuletannya dapat diperoleh melalui penambahan jumlah atau jenis bahan paduan sekalipun hal ini relative mahal. <\/span><\/span><\/div>\n
b. Paduan Aluminium dengan total unsur paduan hingga 2,4 % termasuk 1,2 % Manganese. <\/span><\/span><\/div>\n
c. Paduan Aluminium dengan berbagai unsur paduan serta kadar yang bervariasi hingga diatas 7 % sesuai dengan kebutuhan. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Berbagai jenis alumunium paduan sebagaimana disebutkan merupakan struktur larutan padat dengan sedikit larutan dua phase. Diagram keseimbangan (Gambar 1.14) yang diperlihatkan berikut ini merupakan bentuk keseimbangan untuk paduan Aluminium- Magnesium dimana diagram ini memperlihatkan bahwa unsur Magnesium larut didalam Aluminium yang meningkat sesuai dengan meningkatnya Temperatur pemanasan. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Paduan ini bukan merupakan masalah utama karena melalui proses paduan ini hanya akan meningkatkan sedikit tegangan namun merata. Struktur dengan larutan padat (Solid Solution) ini memiliki sifat yang lunak tetapi sangat tahan terhadap korosi. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Paduan Aluminium mampu perlakuan panas<\/span><\/span><\/b><\/div>\n
Sifat mampu perlakuan panas pada paduan Aluminium ini akan memberikan peluang terhadap bahan ini untuk diberikan peningkatan tegangannya melalui proses perlakuan panas. Tentang prinsip-prinsip perlakuan panas dapat dilihat pada Bab tentang Heat treatment yakni Pengendalian sifat mekanik logam melalui proses perlakuan panas. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Proses perlakuan panas pada Aluminium paduan ini dapat dianggap sebagai : <\/span><\/span><\/div>\n
Unsur paduan pada Aluminium dengan kadar Tembaga hingga 4 % dengan campuran CuAl2 merupakan paduan dengan dengan medium hardening. Unsur paduan pada Aluminium dengan total paduan hingga 2 % yang etrdiri atas Silicon dan Magnesium, MG2Si merupakan medium hardening. Variasi unsur paduan pada Aluminium yang terdiri atas Tembaga, Silocon sebagai media hardening. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Sifat heatreatable (mampu perlakuan panas) dari paduan Aluminium ini jatuh dalam dua kelompok yakni terjadinya pengerasan secara spontan setelah pembentukan larutan, sedangkan yang lainnya memerlukan proses lanjutan, yakni proses perlakuan panas yang disebut sebagai \u201cprecipitation treatment\u201d dengan tujuan untuk memperbaiki sifatnya.\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Dalam proses ini diperlukan berbagai unsur tambahan seperti unsur yang bersifat meningkatkan kekerasan, ketegangan, misalnya besi dan Seng. Jika Paduan Aluminium ini akan digunakan pada temperature tinggi maka diperlukan unsur Nickel. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
\u2022 <\/span>Paduan Aluminium tuangan<\/span><\/b><\/span><\/div>\n
Jika diperlukan Aluminium Paduan dengan sifat keuletan yang tinggi serta sifat ketahanan terhadap korosi yang tinggi pula maka pada Aluminium yang memiliki kemurnian komersial ditambahkan unsur-unsuar Silicon dan Magnesium, dengan demikian juga akan diperoleh Aluminium paduan yang keras dan kuat dengan paduan yang kompleks. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Berdasarkan diagram keseimbangan (Gambar1.15) berikut dimana kita memerlukan keadaan paduan yang sangat cair dengan kadar Silicon yang lebih besar dari 5 % , dengan demikian berdasarkan diagram tersebut yang mengindikasikanterjadinya komposisi Eutectic berada pada kadar Silicon sebesar 11,6 %, dengan demikian Aluminium paduan ini cocok dibentuk melalui pengecoran dengan cetakan pasir, Grafity die Casting, pressure die Casting dengan cold chamber die Casting. Aluminium paduan dari kelompok ini termasuk dalam kelompok Aluminium paduan yang mampu perlakuan panas untuk meningkatkan kekuatan dan tegangannya. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Bagian dari Diagram keseimbangan Paduan Aluminium-Silicon <\/span><\/span><\/div>\n
\u2022 \u201cAs-Cast\u201d Aluminium Alloys<\/b> <\/span><\/span><\/div>\n
Terdapat 3 kelompok utama dari \u201cAs-Cast\u201d Aluminium Alloys ini yaitu : <\/span><\/span><\/div>\n
1) Aluminium paduan dengan kadar 9% sampai 13 % Silicon, <\/span><\/span><\/div>\n
Aluminium paduan ini dapat dibentuk melalui pengecoran dengan metoda Die-Casting. <\/span><\/span><\/div>\n
2) Alumunium Paduan dengan komposisi yang terdiri atas 1,6% Copper dan 10 % Silicon dapat dibentuk dengan penuangan melalui metode pressure die Casting. <\/span><\/span><\/div>\n
3) Aluminium Paduan dengan kadar 4,5 %Magnesium; dan 0,5% Manganese, kendati paduan ini hanya memiliki tegangan menengah namun memiliki sifat ketahanan korosi yang baik. <\/span><\/span><\/div>\n
4) Aluminium Paduan ini dapat dibentuk melalui pengecoran dengan proses pencetakan pasir (Sand-Casting) dan Grafity Die Casting. <\/span><\/span><\/div>\n
5. Sifat mampu pemanasan pada Tuangan Aluminium paduan <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Dengan penambahan unsur paduan pada Aluminium Paduan seperti unsur Silicon dan berbagai unsur lainnya sudah cukup memberikan fungsi pengerasan. Angka terbesar dari bahan-bahan paduan pada Aluminium Paduan diperoleh dari unsur Tembaga (Cu) dengan kadar hingga 4 % yang ditambah dengan sedikit unsur Nickel hingga 3 % yang akan menghasilkan media pengerasan dari campuran Ni Al3. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
\u2022 Perlakuan panas pada Aluminium paduan<\/b> <\/span><\/span><\/div>\n
Peningkatan Tegangan dengan perlakuan panas Aluminium Paduan yang memiliki komposisi yang sesuai untuk ditingkatkan kekuatannya, perlakuan panas akan mencairkan bahan ini yang diikuti oleh proses pengendapan (precipitation). Untuk keadaan ini respon bahan terhadap reaksi pemanasan akan ditandai dengan adanya batas larutan padat (Solid solution) didalam larutan tersebut hingga mencapai temperature ruangan yang meningkat sesuai perubahan temperature itu sendiri. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Prilaku Tembaga serta cara pemaduannya dengan Aluminium dapat digambarkan dalam diagram keseimbangan (Gambar 1.16) berikut. Dengan hanya 0,2 % Tembaga pada ALuminium akan menghasilkan campuran antar logam Cu Al2. <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Aluminium-Copper <\/span><\/span><\/b><\/div>\n
Larutan padat (solid Solution) dari Tembaga pada Aluminium meningkat sesuai dengan peningkatan Temperaturnya menjangkau maximum hingga 5,7 % pada Temperatur 584 %, akan tetapi jika kandungan unsur Tembaga kurang dari 5,7 % maka seluruhnya akan masuk kedalam larutan padat (solid solution), bila diberikan pemanasan dengan temperature yang cukup tinggi.\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
Jika Paduan telah berada dalam keseimbangan melalui proses pendinginan, misalnya setelah penuangan, kelebihan unsur tembaga secara berangsur-angsur akan mengendap dari larutan padat kedalam bentuk campuran yang sangat keras dan rapuh Cu Al2 yang berkumpul didalam batas butiran. <\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Prinsip- prinsip pengerasan pada Paduan Aluminium ini dapat diuraikan sebagai berikut : a. Paduan Aluminium dengan total unsur paduan hingga 1 % yang terdiri atas Silicon, besi Manganese dan Seng sesuai dengan sifat yang dikehendaki, kekuatan tarik maximum dapat dicapai melalui proses tempa (Forging) atau berbagai metoda pengerjaan dingin dan tingkat keuletannya dapat diperoleh melalui …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5188,5193,5191,5192,5197,5194,5195,5190,5196,5189],"class_list":["post-3910","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahan-teknik","tag-paduan-aluminium","tag-paduan-aluminium-cor","tag-paduan-aluminium-dan-magnesium","tag-paduan-aluminium-dan-tembaga","tag-paduan-aluminium-heat-treatable","tag-paduan-aluminium-lithium","tag-paduan-aluminium-magnesium","tag-paduan-aluminium-silicon","tag-paduan-aluminium-silikon","tag-paduan-aluminium-tembaga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9269,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3910\/revisions\/9269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}