Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":3914,"date":"2023-05-09T04:49:31","date_gmt":"2023-05-08T21:49:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/kuningan-brasses\/"},"modified":"2023-05-03T07:43:02","modified_gmt":"2023-05-03T00:43:02","slug":"kuningan-brasses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/kuningan-brasses\/","title":{"rendered":"Kuningan (Brasses)"},"content":{"rendered":"

Kuningan adalah paduan Tembaga dengan lebih dari 50 % Zincum (seng) kadang-kadang ditambah dengan Timah putih (Tin) dan Timah Hitam (Lead) serta Alumunium dan Silicon. Analisis terhadap diagram keseimbangan dari paduan Copper-Zinc (Tembaga-Seng) memperlihatkan bahwa paduan Tembaga Seng, kadar Seng diatas 37 % dapat diterima dalam Tembaga dan akan membentuk larutan padat yang disebut (\u03b1). Proses larutan Seng didalam Tembaga tidak berkembang oleh perubahan Temperatur, dengan demikian Kuningan bukan paduan yang terbentuk oleh pengendapan.<\/p>\n

Kuningan dengan kandungan seng diatas 37 % disebut \u201c\u03b1 Brasses\u201d yang merupakan paduan mampu pengerjaan dingin karena terbentuk dari struktur larutan padat. Paduan Tembaga Kuningan yang disebut \u03b1 Brasses ini berkembang oleh pengembangan dalam dari unsur yang pada kahirnya akan menyebabkan distorsi dari kisi tembaga (\u201cTembaga lattice\u201d). Phase dimana terbentuknya pecahan merah (hot short) oleh karena itu kuningan ini tidak cocok untuk pengerjaan panas.<\/p>\n

Jika kadar Seng pada paduan Tembaga melebihi 37 % maka kan terjadi phase kedua yaitu \u201cphase-\u03b2\u201d, berada bersama dengan phase \u03b1 dan paduan ini disebut \u201c\u03b1 + \u03b2 Brasses\u201d dengan keuletan seimbang pada temperature ruangan sebab keuletan dari dari kristal \u03b1 mengganti kerapuhan dari kristal \u03b2.<\/p>\n

Kuningan dari jenis ini memiliki sifat mampu pengerjaan panas (Hot working Brasses), hal ini disebabkan karena atom \u03b2 berserakan pada temperature tinggi dan akan membentuk keuletan pada phase \u03b2 dan pada saat yang bersamaan kristal \u03b1 akan menjadi rapuh pada Temperatur tinggi dan larut kedalam phase \u03b2 sehingga paduan akan bersifat ulet pada Temperaatur yang lebih tinggi.<\/p>\n

Kuningan dengan kadar Seng 45 % komposisinya terdiri atas kristal secara menyeluruh dengan sifat yang sangat rapuh pada temperature ruangan (room temperature), hal ini terlihat pada diagram keseimbangan Tembaga-Seng dimana titik cair dari dari Seng paduan tinggi lebih rendah dari pada Kuningan dengan kadar Seng rendah, oleh karena itu Seng dengan paduan tinggi ini digunakan sebagai \u201cBrazing spelter\u201d karena titik cairnya yang rendah tersebut namun sambungan tidak menjadi rapuh karena selama operasi penyambungan kadar Senga akan turun melalui proses penguapan dan sebagian akan menyebar kedalam Kuningan pada sambungan tersebut.<\/p>\n

Proses pengerjaan diawali dengan proses perlakuan panas yakni proses yang disebut \u201cStress relief Annealing treatment\u201d (lihat Bab proses perlakuan Panas), yakni pemanasan dengan temperature 2500C untuk menghindari keretakan (Season Cracking), yakni keretakan diantara batas kristal yang sering terjadi pada setiap akhir pengerjaan.<\/p>\n

Beberapa hal penting dari Kuningan jenis ini antara lain :
\n1. Cap-Copper ;<\/strong> yaitu Copper dioxide dengan kadar Seng hingga 3% memiliki sifat yang lunak dan ulet serta konduktifitas yang tinggi.
\nCap-Copper merupakan penamaan yang diberikan sesuai dengan fungsi pemakaiannya yang paling penting sebagai bahan container dari Priming Caps pada Amunisi.<\/p>\n

2. Gilding-Brass ;<\/strong> yaitu jenis Kuningan yang mengandung 10 %
\nSeng dan melalui pengerjaan berat yang memungkinkan tidak akan terjadi \u201cseason crack\u201d disbanding dengan Kuningan berkadar Seng tinggi. Kuningan ini digunakan dalam pembuatan pframe \u201cPermata\u201d serta berbagai fungsi dekoratif.<\/p>\n

3. Catride Brass ;<\/strong>
\nKuningan ini memiliki kadar Seng hingga 30 % , sesuai dengan namanya Kuningan ini digunakan sebagai bahan pembuatan Catride dan shell case . Kuningan ini memiliki sifat yang cukup ulet untuk jenis Kuningan yang mampu pengerjaan dingin serta memiliki kekuatan tarik yang baik.<\/p>\n

4. Standard Brasses ;<\/strong>
\nkendati sedikit lebih ulet dari Catride Brasses, Kuningan ini relative lebih murah karena kadar Tembaganya juga lebih rendah, demikian pula pada tingkat kekerasannya yang lebih rendah dibanding dengan kuningan sejenisnya Untuk pembentukannya diperlukan pelunakan untuk menghindari distorsi pengerjaan dingin.<\/p>\n

5. Bases Brass ;<\/strong>
\nKuningan ini memiliki kandungan Seng antara 36 % hingga 38 % dengan sedikit unsur dariu phase \u03b2, merupakan bahan baku produk dengan harga yang relative murah dan sesuai untuk pengerjaan tekan, kekuatannya tidak terjamin, Kuningan ini disebut sebagai kuningan umum atau \u201cCommon Brasses\u201d.<\/p>\n

6. Admiralty Brasses ;<\/strong>
\nialah Kuningan dari jenis \u201cCatride Brasses\u201d yang ditambah dengan unsur Timah hingga 1 % untuk memberikan sifat ketahanannya terhadap berbagai bentuk korosi. Kuningan ini digunakan sebagai bahan pembuatan condenser serta komponen- komponen dengan pendinginan air.<\/p>\n

7. Alumunium Brasses ;<\/strong>
\nKuningan ini komposisinya terdiri atas Kuningan dengan 76 % Copper, 22 % Seng dan 2 % Alumunium, pemakaian yang sangat penting sebagai bahan pembuatan \u201cMarine Condenser tubes\u201d karena sifatnya yang tahan terhadap korosi tinggi.<\/p>\n

8. Clock Brass and Engraving Brass ;<\/strong>
\nyakni Bases Brass atau Standard Brasses yang ditambah dengan 1 % Timah hitam (lead) yang memberikan sifat mampu mesin (machinability) terhadap Kuningan jenis ini. Timah Hitam (lead) tidak larut didalam kuningan dalam keadaan cair, partikel-partikel halus yang tersisa seluruhnya akan terlepas menjadi chips selama pemotongan serta akan membantu proses pelumasan baik selama proses pemotongan maupun pelayanan pelumasan komponen dalam perakitan pada posisi yang sulit dijangkau.<\/p>\n

9. Hot-working (\u03b1 + \u03b2) Brass ;<\/strong>
\nyang termasuk dalam kelompok kuningan ini juga adalah \u201cMuntz-metal\u201d ditambahkan sedikit unsur yang akan menambah kekuatan tarik dari Kuningan ini.<\/p>\n

10. Muntz-Metal ;<\/strong>
\nMuntz-metal ini disebut sebagai \u201cLogam Kuning\u201d (Yellow metals) dibentuk melalui pengerjaan dingin dengan prinsip kelurusan digunakan sebagai plat yang diroll panas atau dalam bentuk batangan yang dilanjutkan dengan penempaan (Forging) atau extrusion. Muntz-metal digunakan sebagai bahan untuk pembentukan dengan pengecoran atau sebagai bahan paduan dalam pengecoran baja.<\/p>\n

11. Leaded 60 : 40 Brass ;<\/strong>
\natau disebut juga Turning Brass, Kuningan ini mengandung unsur lead sebesar 0,5 % hingga 3,5 % pada Munzt-metal untuk memberikan sifat mampu mesin (Machinability) dan unsur lead pada Kuningan tidak mereduksi kekuatan tariknya kendati akan menurunkan keuletan serta nilai Impactnya. Pembentukan dengan Forging akan menurunkan kadar lead pada Kiningan ini.<\/p>\n

12. Naval Brass ;<\/strong>
\nialah Muntz-metal yang ditambah dengan 1 % Timah putih (Tin) dengan demikina kuningan ini akan sangat tahan terhadap korosi serta peningkatan kekuatannya. Pembentukannya sangat baik dengan berbagai metoda pengecoran, pengerolan panas dan tempa (forging).<\/p>\n

13. Naval Brass<\/strong>
\ndengan kandungan Timah hitam (lead) 0,5 sampai 2,0 % juga akan meningkatkan sifat mampu mesin akan tetapi akan sedikit mengikat dalam proses penempaan (forging)<\/p>\n

14. High Tensile Brass ;<\/strong>
\nKuningan ini mengandung unsur paduan hingg 7 % yang tediri atas unsur Manganese, Iron,, Nickel, Timah putih dan Aluminium yang ditambahkan pada Muntz metal dengan tujuan peningkatan kualitas sifat mekaniknya, dengan dmikian akan diperoleh kuningan jenis khusus yang memiliki kekuatan tarik yang tinggi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Kuningan adalah paduan Tembaga dengan lebih dari 50 % Zincum (seng) kadang-kadang ditambah dengan Timah putih (Tin) dan Timah Hitam (Lead) serta Alumunium dan Silicon. Analisis terhadap diagram keseimbangan dari paduan Copper-Zinc (Tembaga-Seng) memperlihatkan bahwa paduan Tembaga Seng, kadar Seng diatas 37 % dapat diterima dalam Tembaga dan akan membentuk larutan padat yang disebut (\u03b1). …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5221,5225,5229,5227,5222,5226,5228,5230,5223,5224],"class_list":["post-3914","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahan-teknik","tag-kuningan","tag-kuningan-2016","tag-kuningan-bali","tag-kuningan-bali-2016","tag-kuningan-city","tag-kuningan-city-mall","tag-kuningan-city-xxi","tag-kuningan-holiday","tag-kuningan-jakarta","tag-kuningan-jawa-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9248,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3914\/revisions\/9248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}