\n
Gambar 1.3. Kendaraan berbahan plat<\/p>\n
Permintaan kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan terjadi persaingan antar perusahaan dalam memproduksi kendaraan. Ahli- ahli teknik bodi tiap perusahaan berusaha menciptakan bodi kendaraan sesuai dengan kebutuhan, ergonomi dan dan memiliki kenyamanan bagi pengemudi dan penumpangnya.
\nPerkembangan teknologi bodi di bagian chassis dari tahun ke tahun juga mengalami kemajuan. Sebagai contoh, roda kendaraan yang semula memiliki diameter yang tidak sama, roda belakang lebih besar dari pada roda depan, jari-jari terbuat dari bahan kayu dan roda dilapis logam baja menjadi roda yang sudah menggunakan karet dan velg logam baik besi ataupun alumunium. Bahkan sekarang teknologi ban sudah tidak memakai ban dalam (tubeless tire) yang lebih aman dan mudah penggunaannya.<\/p>\n
Atap kendaraan (head lining) yang semula hanya terbuat dari kain, kemudian bergeser terbuat dari vinil maupun plastik yang lebih menarik bentuknya dan mudah dibersihkan. Proses pemasangannya pun relatif mudah dengan menggunakan adhesive (lem).<\/p>\n
Kenyamanan penumpang dalam berkendara juga selalu ditingkatkan, misalnya tempat duduk yang memiliki pegas dan dapat diatur posisinya, interior seperti door trim, panel-panel, dashboard yang terbuat dari bahan vinil atau plastik bahkan lantai karpet yang mudah dibersihkan. Sistem kemudi yang dahulu menggunakan tongkat berubah menjadi roda kemudi, tuas pemindah gigi percepatan juga menyesuaikan kenyamanan pengemudi dan masih banyak kemajuan lainnya.<\/p>\n
Sistem kelistrikan juga mulai dikembangkan. Pada awalnya lampu kendaraan menggunakan minyak, kemudian berkembang menggunakan acetylene (karbit) dan sekarang menggunakan baterai sebagai sumber listrik. Fungsi lampu yang dahulu hanya sebagai alat penerangan di malam hari, saat ini lampu juga dijadikan sebagai isyarat dan rambu- rambu dalam usaha meningkatkan keselamatan dalam berkendara. Lampu-lampu juga menjadi kepentingan asesoris kendaraan untuk meningkatkan tampilan kendaraan.<\/p>\n
Perkembangan bodi kendaraan, juga memegang peranan penting dalam hal kemampuan kendaraan. Pertama kali kendaraan mesin uap Cugnot diciptakan, hanya bisa berjalan sekitar 5 km\/jam, akan tetapi saat ini kendaraan sudah bisa berjalan dengan kecepatan diatas 100 km\/jam namun tetap nyaman, aman dan tidak berisik.<\/p>\n
Kebanyakan orang mungkin hanya berpendapat bahwa kecepatan tergantung dari mesinnya, akan tetapi saat ini orang mulai menyadari bahwa kecepatan kendaraan juga dipengaruhi oleh stabilitas kendaraan serta bentuk dan permukaan bodi kendaraan. Seperti di arena balap, aerodinamika suatu kendaraan sangatlah penting untuk mencapai kecepatan dan kestabilan kendaraaan, demikian halnya dengan kendaraan biasa, sekarang bodi menjadi salah satu hal yang sangat penting dan selalu dilakukan pengembangan.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Sekitar tahun 1896 \u2013 1910, bodi kendaraan masih terbuat dari kayu untuk bagian chassis maupun bodinya. Hal ini masih terpengaruh dengan bodi kereta kuda saat itu. Kayu yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 10 mm. Sambungan antar komponen menggunakan paku yang terbuat dari besi tempa. Untuk bagian atap kendaraan, ada yang menggunakan kain biasa, kain kanvas, …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[2680,2686,2682,2689,2684,2681,2683,2688,2687,2685],"class_list":["post-3966","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pendahuluan-bodi-kendaraan","tag-sejarah-kendaraan","tag-sejarah-kendaraan-bajaj","tag-sejarah-kendaraan-bermotor-di-indonesia","tag-sejarah-kendaraan-buraq","tag-sejarah-kendaraan-lapis-baja","tag-sejarah-kendaraan-motor","tag-sejarah-kendaraan-perang","tag-sejarah-kendaraan-roda-4","tag-sejarah-kendaraan-sepeda-motor","tag-sejarah-kendaraan-tank"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8829,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966\/revisions\/8829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}