Dari segi pemeliharaan dan perbaikan, unit pembangkit diesel tergolong unit yang banyak menimbulkan masalah, kbususnya yang menyangkut mesin dieselnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya bagian-bagian yang bergerak dan bergesek satu sama lain sehingga menjadi aus dan memerlukan penggantian secara periodik.<\/p>\n
Untuk itu, diperlukan manajemen pemeliharaan beserta penyediaan suku cadang yang teratur dan dicampur dengan bahan bakar yang telah dikabulkan oleh pengabut. Campuran ini kemudian meledak pada akhir langkah kompresi dan menghasilkan daya dorong torak pada langkah tenaga.<\/p>\n
Penggunaan turbocharger bersama intercooler dimaksudkan untuk mendapatkan berat udara yang sebesar mungkin untuk volume silinder tertentu, sehingga bisa membakar (meledakkan) bahan bakar sebanyak mungkin sehingga didapat gas hasil pembakaran dengan tekanan yang setinggi mungkin, yang berarti dicapai nilai BMEP yang setinggi mungkin.<\/p>\n
Tekanan gas hasil pembakaran yang mendorong torak (piston) tidak konstan besarnya, nilai maksimum terjadi sewaktu torak ada pada posisi paling atas (titik mati atas), kemudian menurun dengan menurunnya torak dalam silinder, menurut hukum ekspansi adiabatis.<\/p>\n
Nilai rata-rata dari tekanan gas pembakaran ini yang diukur pada poros mesin diesel melalui sistem rem (brake) disebut brake mean effective pressure (BMEP) dari mesin diesel tersebut.<\/p><\/div>\n
Prinsip kerja pompa pengatur injeksi BBM yang ditunjukkan pada Gambar III.46 dapat dijelaskan sebagai berikut:
\nPada posisi 1 plunyer belum menekan BBM. Posisi 2 plunyer menekan BBM ke pengabut karena lubang ke tangki telah ditutup oleh dinding plunyer. Posisi 3, plunyer berhenti menekan dinding BBM (gembos). BBM dapat menyelinap kembali ke tangki melalui alun tegak pada plunyer terus ke lubang yang sekarang telah terbuka akibat adanya alur miring pada dinding plunyer.<\/p>\n
Plunyer bergerak dalam arah ke atas dan ke bawah. Pengaturan banyaknya BBM yang dipompakan ke arah pengabut diatur dengan mengatur besarnya langkah efektif dari plunyer yaitu: besarnya diatur dengan memutar plunyer pada sumbunya. Kalau dilihat dari atas:<\/p><\/div>\n