2). Pengukuran tahanan pembumian dengan menyambungkan terminal C1 ke E yang akan diukur, terminal P2 ke P dan terminal C2 ke R. Jarak E \u2013 P \u2013 R di buat berjarak sama pada satu garis lurus. Meter akan memberikan pembacaan langsung dalam tahanan dan tahanan pembumian dihitung dengan rumus :
\n\u03c1 (Rho) = 2 . \u220f . a . R (ohm-m)
\ndimana :
\n\u03c1 (Rho) = resistivitas tanah (ohm-m)
\na = jarak antara electrode (meter)
\nR = tahanan (ohm)
\n\u220f (Phi ) = 3,14<\/p>\n
3). Memakai Earth Tester (analog) berdasarkan harga potensial.<\/p><\/div>\n
E (elektrode tanah) yang akan diukur dan elektrode bantu P serta elektrode bantu R diletakkan pada satu garis lurus dengan elektrode E. Volt meter akan menunjuk pada potensial E \u2013 P. Menurut hukum Ohm, beda potensial akan berbanding langsung dengan tahanan pembumian.
\nTerlihat bahwa tahanan membesar dengan kedudukan P semakin jauh dari E, dan kenaikan tersebut dengan cepat berkurang dan bahkan pada jarak tertentu dari E, kenaikan dapat diabaikan karena sangat kecil.<\/p>\n
Persyaratan yang harus diperhatikan adalah :
\na). Elektrode R harus cukup jauh dari elektrode E, sehingga daerah tahanan tidak saling menutup (over lap).
\nb). Elektrode P harus ditempatkan di luar dua daerah tahanan, dalam hal ini ditempatkan pada daerah datar dari kurva.
\nc). Elektrode P harus terletak diantara elektrode-elektrode R dan E, pada garis penghubungnya.<\/p><\/div>\n