Tujuan pembuatan gambar denah adalah untuk menjelaskan ruang- ruang tiga dimensional yang direncanakan, baik dari segi hubungan maupun fungsinya. Oleh sebab itu, pada gambar denah memuat batas-batas ruang, arah dari membukanya pintu\/jendela, notasi-notasi keting gian lantai . Gambar denah tersebut informatif bila saat dilihat\/dibaca dapat dirasakan dimensi dan keleluasaan ruang serta dapat mengenal fungsin ruang.<\/p><\/div>\n
Gambar I-6, Gambar Denah<\/p>\n
2. Gambar Potongan<\/strong> Gambar potongan terdiri atas potongan melintang dan memanjang.<\/p>\n<\/div>\n 3. Gambar Tampak<\/strong> Gambar I-10, Gambar Tampak Samping Kiri<\/p>\n
\nGambar potongan adalah gambar bangunan yang diproyeksikan pada bidang vertikal dan posisinya diambil pada tempat-tempat tertentu, terutama adalah duga lantai yang negatip (turun). Gambar potongan menunjukkan semua bahan-bahan, baik eksterior maupun interior yang akan digunakan dan dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang merupakan kunci dari sistem bangunan tersebut, seperti bagian-bagian mekanikal, plumbing dan sebagainya. Fungsi gambar potongan adalah menunjukkan proporsi ruang interior dan penyelesaiannya.<\/p>\n
<\/a><\/span>
\nGambar I-7, Gambar Potongan Melintang<\/span><\/span><\/div>\n
<\/a>
\n<\/span><\/span><\/div>\n
\nGambar proyeksi orthogonal, sehingga secara grafis terlihat sebagai gambar dua dimensi yang datar. Gambar tampak terdiri atas 4 (empat) sisi pandang, yaitu tampak muka, samping kiri, samping kanan, dan belakang.
\nGambar tampak harus memperlihatkan;
\na. Karakter dari bangunan itu sendiri.
\nb. Proporsi dan skala terhadap manusia (pemakainya).
\nc. Segi-segi lain yang menyangkut perihal ekspresi keindahan serta hubungannya dengan gambar denah dan gambar potongan yang memperlihatkan konstruksinya.<\/p>\n<\/div>\n
<\/a><\/div>\n
<\/a><\/div>\n
<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n