Gambar 4.15 Siklus Pembakaran Motor Diesel 4 Tak<\/p>\n
Langkah Hisap<\/strong>
\na. Piston bergerak dari TMA ke TMB
\nb. Katup hisap terbuka
\nc. Katup buang tertutup
\nd. Terjadi kevakuman dalam silinder, yang menyebabkan udara murni masuk ke dalam silinder<\/p>\nLangkah Kompresi<\/strong>
\na. Piston bergerak dari TMB ke TMA
\nb. Katup hisap tertutup
\nc. Katup buang tertutup
\nUdara dikompresikan sampai tekanan dan suhunya menjadi 30 kg\/cm2 dan 500\u00b0C<\/p>\nLangkah Usaha<\/strong>
\na. Katup hisap tertutup
\nb. Katup buang tertutup
\nc. Injektor menyemprotkan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran yang menyebabkan piston bergerak dari TMA ke TMB<\/p>\nLangkah buang<\/strong>
\na. Piston bergerak dari TMB ke TMA
\nb. Katup hisap tertutup
\nc. Katup buang terbuka
\nd. Piston mendorong gas sisa pembakaran keluar
\nPada motor diesel dan motor bensin konvensional semua komponen mesinnya hampir sama secara konstruksi, perbedaannya hanya pada sistem pemasukan bahan bakar, dan konstruksi cylinder head. Untuk itu hanya akan dijelaskan konstruksi cylinder head sedangkan sistem bahan bakar akan dijelaskan pada bagian berikutnya.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Prinsip kerja motor diesel tak sama persis dengan motor bensin 4 tak, perbedaannya hanya pada proses pembakarannya. Motor bensin bahan bakarnya dibakar melalui percikan busi sedangkan motor diesel bahan bakarnya terbakar sendiri akibat panas dan tekanan yang tinggi. Siklus motor diesel 4 tak dapat ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 4.15 Siklus Pembakaran Motor Diesel …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5515,5512,5514,5518,5516,5513,5521,5520,5519,5517],"class_list":["post-5232","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-komponen-alat-berat","tag-diagram-pv-diesel-4-langkah","tag-diesel-4-langkah","tag-engine-diesel-4-langkah","tag-mesin-diesel-4-langkah","tag-motor-bakar-diesel-4-langkah","tag-motor-diesel-4-langkah","tag-pengertian-mesin-diesel-4-langkah","tag-prinsip-kerja-diesel-4-langkah","tag-siklus-diesel-4-langkah","tag-skema-motor-diesel-4-langkah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5232"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9299,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232\/revisions\/9299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}