Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":5237,"date":"2023-08-11T04:38:50","date_gmt":"2023-08-10T21:38:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/komponen-dasar-engine\/"},"modified":"2023-08-08T13:57:09","modified_gmt":"2023-08-08T06:57:09","slug":"komponen-dasar-engine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/komponen-dasar-engine\/","title":{"rendered":"Komponen Dasar Engine"},"content":{"rendered":"
Siklus Engine Diesel Empat Langkah<\/strong>
\nAdapun proses kerja siklus motor bakar empat langkah dapat diuraikan sebagai berikut:
\n1. Langkah Hisap<\/strong>
\nPada langkah ini piston bergerak dari titik mati atas menuju titik\u00a0 mati bawah. Katup hisap terbuka sehingga akibat kevakuman yang\u00a0 terjadi dari ekspansi volume pada ruang bakar maka udara dari luar\u00a0 dapat masuk ke dalam ruang bakar melalui katup hisap yang\u00a0 terbuka. Pada motor bakar yang dilengkapi dengan turbocharger\u00a0 maka udara yang masuk ke ruang bakar akan lebih banyak lagi\u00a0 dikarenakan adanya dorongan dari sisi tekan compressor wheel\u00a0 pada turbocharger.<\/div>\n
\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image001\"<\/a><\/div>\n
Gambar 4.6 KomponenEngine Pembentuk Ruang Bakar<\/div>\n
No 1: Cylinder Liner No 2: Piston No 3: Intake valve No 4: Exhaust valve No 5: Cylinder Head <\/span><\/span><\/div>\n
<\/div>\n
2. Langkah Kompresi<\/strong>
\nSetelah piston mencapai titik mati bawah maka arah piston akan\u00a0 berbalik menuju kembali ke titik mati atas, hanya saja pada langkah\u00a0 ini tidak ada katup yang membuka. Sebagai akibat dari\u00a0 mengecilnya volume ruang bakar maka udara yang ada di dalam\u00a0 ruang bakar menjadi terkompresi. Dengan kompresi rasio yang\u00a0 berkisar antara 19 : 1 sampai 23 : 1 maka pengkompresian udara\u00a0 pada ruang bakar akan menghasilkan panas kompresi (heat\u00a0 compression) yang tinggi (kurang lebih berkisar 1000\u00a0 oF).<\/p>\n

Beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas bahan\u00a0 bakar solar di-injeksikan melalui nozle ke dalam ruang bakar,\u00a0 penginjeksiannya harus menggunakan tekanan yang tinggi\u00a0 sehingga solar yang di semprotkan ke dalam ruang bakar berubah\u00a0 menjadi butiran-butiran cairan solar yang sangat halus seperti kabut.\u00a0 Pada saat solar disemprotkan maka campuran antara solar dan\u00a0 udara di dalam ruang bakar mulai terbakar akibat terkena panas\u00a0 yang dihasilkan oleh heat compression.<\/p>\n

3. Langkah Tenaga<\/strong>
\nProses pembakaran campuran solar dan udara terus berlangsung\u00a0 sampai piston mencapai titik mati atas dan selanjutnya kembali\u00a0 berubah arah kembali menuju titik mati bawah. Beberapa derajat (+\u00a0 10o) setelah melewati titik mati atas maka pembakaran yang terjadi\u00a0 telah sempurna sehingga dihasilkan ledakan yang tekanan\u00a0 ekspansinya memaksa piston untuk terus bergerak menuju titik mati\u00a0 bawah.<\/p>\n

4. Langkah Pembuangan<\/strong>
\nSetelah energi ledakan panas pada langkah power telah berubah bentuk menjadi energi mekanis maka sisa proses pembakaran yang ada harus dibuang. Proses ini terjadi ketika piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas dengan kondisi katup buang membuka. Gas sisa hasil pembakaran di dorong keluar oleh piston melalui katup buang.<\/p>\n

Selanjutnya melalui mufler gas tersebut akan dilepas ke atmosfir. Kecuali untuk motor bakar diesel yang diperlengkapi dengan turbocharger maka sebelum masuk ke dalam mufler gas tersebut masih dimanfaatkan untuk memutarkan sudu- sudu turbin pada turbin wheel.<\/p>\n

Demikian siklus ini terjadi secara terus menerus pada motor bakar diesel. Ilustrasi dari proses kerja diesel empat langkah dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Urutan gambar dari kiri ke kanan memperlihatkan kondisi: akhir langkah hisap, akhir langkah kompresi, awal langkah power dan awal langkah buang.<\/p><\/div>\n

\u00a0<\/span><\/span>\"clip_image002\"<\/a><\/div>\n
Gambar 4.7 Siklus Diesel Empat Langkah <\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Siklus Engine Diesel Empat Langkah Adapun proses kerja siklus motor bakar empat langkah dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Langkah Hisap Pada langkah ini piston bergerak dari titik mati atas menuju titik\u00a0 mati bawah. Katup hisap terbuka sehingga akibat kevakuman yang\u00a0 terjadi dari ekspansi volume pada ruang bakar maka udara dari luar\u00a0 dapat masuk ke dalam …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5481,5486,5483,5484,5482,5485,5489,5490,5487,5488],"class_list":["post-5237","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-komponen-alat-berat","tag-dasar-engine","tag-dasar-engine-alat-berat","tag-dasar-engine-diesel","tag-dasar-engine-pesawat","tag-dasar-engineering-hotel","tag-dasar-engineering-listrik","tag-dasar-mechanical-engineering","tag-komponen-dasar-engine-diesel","tag-teori-dasar-engine","tag-teori-dasar-engine-diesel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9331,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5237\/revisions\/9331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}