Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":5252,"date":"2023-03-06T01:06:22","date_gmt":"2023-03-05T18:06:22","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/plesteran-dan-acian-bidang-tembok\/"},"modified":"2023-03-03T07:43:01","modified_gmt":"2023-03-03T00:43:01","slug":"plesteran-dan-acian-bidang-tembok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/plesteran-dan-acian-bidang-tembok\/","title":{"rendered":"Plesteran dan Acian Bidang Tembok"},"content":{"rendered":"
1. Syarat-Syarat Memplester Tembok: <\/span><\/span><\/div>\n
    \n
  1. Tembok yang akan diplester harus datar. <\/span><\/span><\/li>\n
  2. Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum). <\/span><\/span><\/li>\n
  3. Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm. <\/span><\/span><\/li>\n
  4. Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1 semen: 3 pasir. <\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n
    <\/div>\n
    2. Pelaksanaan Memplester Tembok: <\/span><\/span><\/div>\n
      \n
    1. Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petak- petak). <\/span><\/span><\/li>\n
    2. Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala menonjol .\u00b1 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang. <\/span><\/span><\/li>\n
    3. Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya didapat plester sama tebal dan rata. <\/span><\/span><\/li>\n
    4. Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi, sebagai standar tebal plester. <\/span><\/span><\/li>\n
    5. Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter. Setelah ini selesai, benang dapat dilepas. <\/span><\/span><\/li>\n
    6. Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian digores dengan penggaris besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang yang rata. <\/span><\/span><\/li>\n
    7. Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer (kapur + semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok supaya permukaan standar yang rata, ini disebut mengaci. <\/span><\/span><\/li>\n
    8. Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan sudut siku ( = 90\u00b0) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen : 3 pasir supaya tahan benturan-benturan ringan. <\/span><\/span><\/li>\n
    9. Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu dengan kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur ini dicampur dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera pemilik bangunan <\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n
      <\/div>\n
      3. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan : <\/span><\/span><\/div>\n
        \n
      1. Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah dicampur rata harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar tidak ikut bercampur. <\/span><\/span><\/li>\n
      2. Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama karena daya lekatnya kurang. <\/span><\/span><\/li>\n
      3. Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air kapumya sudah habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang harus dibuang dan diganti dengan campuran yang sarna dan baru. <\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n
        <\/div>\n
        4. Cara memplester tembok lama: <\/span><\/span><\/div>\n
          \n
        1. Sebelumnya lapis plester tembok lama harus dikupas. <\/span><\/span><\/li>\n
        2. Siar tegak maupun siar datar harus digaruk sedalam \u00b1 1,5 em. <\/span><\/span><\/li>\n
        3. Bagian bata tembok yang lumutan (licin) harus digaruk supaya permukaannya kasar, agar lapis plester yang bam dapat melekat dengan baik. <\/span><\/span><\/li>\n
        4. Bila ada bagian tembok yang terlalu kering, harus dibasahi dengan air tawar. <\/span><\/span><\/li>\n
        5. Selanjutnya pelaksanaan memplester mengikuti langkah di atas dari no. 1 sampai 9. <\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n
          \u00a0<\/span>\"clip_image002\"<\/a><\/span>\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n
          Gambar V-1, Pekerjaan Plesteran <\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

          1. Syarat-Syarat Memplester Tembok: Tembok yang akan diplester harus datar. Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum). Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm. Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1 semen: 3 pasir. 2. Pelaksanaan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[4771,4774,4772,4775,4770,4773,4767,4768,4769,4776],"class_list":["post-5252","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-finishing-dinding","tag-bahan-plesteran-tembok","tag-harga-plesteran-tembok","tag-harga-plesteran-tembok-per-meter","tag-hitungan-plesteran-tembok","tag-menghitung-plesteran-tembok","tag-perhitungan-plesteran-tembok","tag-plesteran-tembok","tag-plesteran-tembok-retak","tag-plesteran-tembok-rumah","tag-rumus-menghitung-plesteran-tembok"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9137,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5252\/revisions\/9137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}