Home > Dasar Pengukuran Listrik

Dasar Pengukuran Listrik

Pengukuran Tahanan Dengan Ohmmeter

Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) langsung, dan (2) Tak Langsung. Pengukuran tahanan secara langsung dilakukan dengan menggunakan ohmmeter. Pada hakekatnya ohmmeter digunakan untuk memeriksa nilai resistan listrik. Tetapi karena karakteristiknya yang khusus, maka ohmmeter dapat digunakan juga untuk memeriksa adanya elemen yang putus dalam suatu rangkaian listrik atau adanya hubungan elemen rangkaian dengan tanah (ground). Gambar ...

Read More »

Pengukuran Daya Tiga Fasa Dengan Wattmeter

Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Satu Wattmeter Pengukuran daya tiga fasa dengan satu wattmeter hanya dapat diterapkan bila beban tiga fasa dalam keadaan seimbang (simetris). Beban tiga fasa dikatakan seimbang bila arus yang mengalir pada setiap fasanya sama, dengan demikian daya yang dipikul oleh setiap fasanya sama. Sehingga daya totalnya adalah tiga kali daya masing-masing fasa. Misalkan wattmeter pada gambar ...

Read More »

Pengukuran Daya Reaktif dan Faktor Daya

VAR meter digunakan untuk mengukur daya reaktif. VAR meter juga mempunyai empat terminal. Untuk pengukuran daya reaktif maka penyambungan meternya sama seperti wattmeter. Konstanta ukurnya diskalakan dalam satuan VAR atau KVAR. Di pasaran VAR meter tersedia dalam 2 type, yaitu untuk pengukuran dalam sistem fasa tunggal (mempunyai 4 terminal) dan untuk pengukuran sistem tiga fasa (mempunyai 10 terminal). Untuk pengukuran ...

Read More »

Penyambungan Wattmeter Secara Tak Langsung

Sampai sejauh ini yang kita lakukan adalah penyambungan meter baik ampermeter, voltmeter dan wattmeter secara langsung. Penyambungan meter secara langsung hanya dapat diterapkan pada beban rendah. Bagi beban tinggi di mana arus fasanya besar dan mungkin juga tegangan fasanya, maka dilakukan cara lain yaitu penyambungan meter secara tidak langsung. Penyambungan secar tidak langsung dilakukan dengan memanfaatkan trafo ukur yang terdiri ...

Read More »

Sistem Pengukuran Energi Listrik Tiga Fasa

Pada gambar 7.16 diperlihatkan konstruksi kWh-meter tiga fasa dan pengawatannya. KWh-meter tiga fasa mempunyai sepuluh terminal. Torsi yang mengerakkan piringan putarnya merupakan penjumlahan torsi masing-masing fasa. Selanjutnya piringan putarnya menggerakkan mekanik pencatat, dan dikalibrasikan untuk menunjukkan energi total yang digunakan oleh jaringan sistem tiga fasa. Untuk keperluan penentuan konsumsi energi yang telah digunakan pemakai, maka dibedakan kWh-meter tarif Tunggal dan ...

Read More »

Kurva Kalibrasi

Dari persamaan RX terlihat bahwa RX dapat dinyatakan dalam IM atau terdapat hubungan antara resistansi RX (yang kita ukur) dengan arus melalui meter IM. Perhatikan pula bahwa grafik hubungan antara RX dan IM disebut sebagai kurva kalibrasi. Berikut ini diperlihatkan contoh bentuk kurva kalibrasi untuk suatu ohmmeter seri. Gambar 8.5 Kurva Kalibrasi Ohmeter Seri Dari kurva kalibrasi, terlihat bahwa skala ...

Read More »