" /> Fungsi Ampere-meter | TN Elektro

Fungsi Ampere-meter

Salah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ampere-meter dalam mengukur kuat arus listrik antara 0 – 1000 mili-Ampere (mA) atau lebih tergantung spesifikasi Multimeter. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada angka 0,25, 25, atau 500 DcmA, sesuai kebutuhan. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala 0-250 DCV, A. Pada posisi mengukur kuat arus, Multimeter diletakkan secara seri/deret dengan baterai kering (dry cell) dan/atau rangkaian elektronik (electronics circuit) yang akan diukur. Perhatikan gambar 29 dan gambar 30.
image
Gambar 29. Pengukuran Arus pada Baterai Kering
(Baterai di dalam multimeter dihubung seri dengan baterai yang diukur)

image
Gambar 30. Pengukuran Arus pada Rangkaian
(Pada titik tertentu rangkaian diputus untuk kemudian arusnya diukur)

1. Mengukur Kapasitas Baterai Kering (Dry Cell)
Kapasitas baterai adalah kemampuan baterai kering (dry cell) menyimpan arus listrik searah untuk kemudian di-catukan/dialirkan ke rangkaian elektronik yang membutuhkan. Tegangan baterai satu sel (single cell battery) umumnya 1,5 Volt. Sebuah baterai jika diukur dengan Multimeter pada saklar jangkauan ukur 10VDC misalnya dapat saja memperlihatkan hasil pengukuran sebesar 1,5 Volt.

Tetapi jika dihubungkan ke beban (rangkaian elektronik) yang membutuhkan tegangan 1,5 Volt, baterai tidak dapat mengalirkan arus listrik ke rangkaian elektronik dimaksud (ini karena tahanan dalam/Rd baterai sangat besar). Cara yang paling efektip untuk memeriksa apakah sebuah baterai kering (dry cell) masih sanggup mencatu/mengalirkan arus adalah dengan cara mengukur arusnya.

2. Mengukur Arus Pada Rangkaian
a. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
b. Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada angka 500.
c. Perhatikan gambar 32. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada titik uji (test point/TP) rangkaian yang ter-koneksi dengan titik positip catu daya/baterai.
d. Kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada titik uji (test point/TP) rangkaian yang ter-koneksi dengan titik negatip catu daya/baterai.
e. Jarum penunjuk pada papan skala akan bergerak ke kanan menunjuk angka antara 0-250 DCV, A (pada beberapa alat ukur, pada papan skala tertulis DCV, A artinya skala tersebut untuk DCV, DCA dan DCmA, atau VmA artinya skala tersebut untuk DCV, ACV dan DcmA).
f. Jika pada pada batas ukur (range) 500, hasil pengukuran kurang terbaca, batas ukur (range) dapat dipindahkan posisinya pada angka 25 atau 0,25.

3. Membaca Hasil Pengukuran
Ada dua cara membaca hasil pengukuran kuat arus pada papan skala, Pertama, menggunakan rumus :
image
dan Kedua, membacanya secara langsung. Untuk cara pertama, misalkan batas ukur (range) diletakkan pada posisi angka 25, skala yang digunakan adalah penunjukan skala penuh (0-250). Jarum menunjuk angka 175, kuat arus yang mengalir adalah : I = 175 x 25/250 = 17,5 mA.
Cara kedua,
a. Untuk batas ukur (range) 0,25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0-250. Jarum pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 0,25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 0,20 mA dan seterusnya.
b. Untuk batas ukur (range) 25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0-250. Jarum pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 20 mA dan seterusnya.