Home > Dasar Pengukuran Listrik > Analisis Rangkaian Arus Searah > Pengukuran Daya Tiga Fasa Dengan Wattmeter

Pengukuran Daya Tiga Fasa Dengan Wattmeter

Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Satu Wattmeter
Pengukuran daya tiga fasa dengan satu wattmeter hanya dapat diterapkan bila beban tiga fasa dalam keadaan seimbang (simetris). Beban tiga fasa dikatakan seimbang bila arus yang mengalir pada setiap fasanya sama, dengan demikian daya yang dipikul oleh setiap fasanya sama. Sehingga daya totalnya adalah tiga kali daya masing-masing fasa. Misalkan wattmeter pada gambar 7.8 menunjukkan nilai 1500 watt (1,5 kW) maka daya tiga fasanya adalah 3 x 1,5 kW = 4,5 kW.
image
Gambar 7.8 Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Satu Wattmeter

Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Tiga Wattmeter
image
Gambar 7.9 Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Tiga Wattmeter

Pengukuran daya tiga fasa dengan tiga wattmeter hanya diterapkan bila beban tiga fasa dalam keadaan tak seimbang (asimetris). Beban tiga fasa dikatakan tak seimbang bila arus yang mengalir pada setiap fasanya tidak sama, dengan demikian daya yang dipikul oleh setiap fasanya juga tidak sama. Sehingga daya totalnya adalah penjumlahan daya masing-masing fasa. Misalkan wattmeter pertama pada gambar 5.40 menunjukkan nilai 1500 watt (1,5 kW), wattmeter kedua menunukkan nilai 2 kW dan wattmeter ketiga menunjukkan nilai 1,2 kW, maka daya tiga fasanya adalah 3,7 kW.

Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Dua Wattmeter
image
Gambar 7.10 Pengukuran Daya Tiga Fasa dengan Dua Wattmeter

Pengukuran daya tiga fasa dengan dua wattmeter hanya diterapkan bila beban tiga fasa dalam keadaan tak seimbang (asimetris). Tetapi karena alasan ekonomis maka pengukuran daya tiga fasa tak simetris dapat dilakukan dengan mengunakan dua wattmeter. Pada cara dua wattmeter ini saluran netral tidak digunakan. Selanjutnya nilai daya aktif tiga fasanya didapat dengan menjumlahkan penunjukkan kedua wattmeter tersebut.

Kelebihan lain cara pengukuran daya tiga fasa dengan dua wattmeter adalah, dengan penunjukkan kedua wattmeter tersebut dapat digunakan juga untuk menentukan daya semu dan daya reaktif serta sudut geseran fasanya sekaligus, yaitu sebagai berikut: Misalkan wattmeter pertama pada gambar 7.10 menunjukkan nilai 2,5 kW, wattmeter kedua menunjukkan nilai 2 kW, maka daya aktif tiga fasa
P = 2,8 kW + 1,7 kW = 4,5 kW.
daya reaktif tiga fasa
Q = 3 x ( W1 – W2 ) = 1,9 kVAR

Daya semu tiga fasa
S = P + JQ = 4,5 + j 1,9 = 4,9 kVA
Sudut  = arc tg. ( P / S ) = arc. tg. ( 4,5 / 4,9 ) = 47,30.