Sistem pengoprasian motor dilakukan pada saat start, running dan Stop. Keberhasilan suatu pengoperasian sebuah motor listrik bukan saja ditentukan pada \u201c Running Performance \u201c motor , tetapi juga juga ditentukan oleh \u201c Starting Performance \u201c. Pemilihan metoda starting banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kapasitas daya motor \/ keperluan arus starting , torsi starting , kecepatan , jenis atau tipe motor dan macam-macam beban yang digerakkan oleh motor tersebut.<\/p>\n
Starting Motor induksi rotor sangkar dapat dilakukan antara lain :<\/p>\n
Persyaratan Proteksi<\/strong> Berkenaan dengan instalasi motor listrik, pasal-pasal pentingnya adalah; pasal 3.4.6 tentang IP (International Protection), yang melindungi motor dari benda padat dan benda cair. Dimana pada pelat nama motor tercantum IP.<\/p>\n Peralatan Proteksi<\/strong> Dalam tabel 3-1 akan diperlihatkan komponen-komponen peralatan proteksi instalasi pengontrolan motor. Dimana selain sebagai alat proteksi juga berfungsi sebagai saklar pemutus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Sistem pengoprasian motor dilakukan pada saat start, running dan Stop. Keberhasilan suatu pengoperasian sebuah motor listrik bukan saja ditentukan pada \u201c Running Performance \u201c motor , tetapi juga juga ditentukan oleh \u201c Starting Performance \u201c. Pemilihan metoda starting banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kapasitas daya motor \/ keperluan arus starting , torsi starting , …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1387],"tags":[1534,1535,1532,1533],"class_list":["post-1089","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengoperasian-motor-listrik","tag-cara-pengoprasian-motor-kopling","tag-cara-pengoprasian-motor-vixion","tag-pengoprasian-motor","tag-pengoprasian-motor-kopling"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1089"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5088,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1089\/revisions\/5088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nPersyaratan tentang instalasi listrik di Indonesia adalah Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang diterbitkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI), yang telah disesuaikan dengan International Electrotechnical Commission (IEC). Persyaratan proteksi tentang instalasi pada PUIL pada bab 3. Persyaratan proteksi meliputi bahaya kejut, sentuh langsung maupun tak langsung, pembumian, efek termal, arus lebih, dan lain sebagainya.<\/p>\n
\nPeralatan proteksi untuk instalasi pengontrolan motor meliputi :<\/p>\n\n