Bila sebuah meter D\u2019Arsonval ditambah dengan sebuah tahanan paralel yang berfungsi sebagai tahanan shunt maka akan mengubah gerakan d\u2019Arsonval menjadi sebuah ampermeter arus searah, seperti yang diperlihatkan pada gambar 6.18. Bila arus yang akan diukur oleh ampermeter besar maka diperlukan sebuah tahanan untuk mengalirkan kelebihan arus tersebut sehingga arus yang mengalir ke kumparan putarnya tetap kecil.<\/p>\n
Tahanan tersebut dipasang paralel dengan kumparan putar dan disebut sebagai tahanan shunt atau Rsh. Jadi Rsh berfungsi mem-bypass sebagian besar arus I agar arus yang mengalir ke Rm tidak melebihi arus skala penuh Idp . Sebuah ampermeter arus searah mengukur arus dalam sebuah rangkaian arus searah dan dengan demikian dihubungkan seri terhadap komponen rangkaian. Batas ukur ampermeter ( I ) yang dibentuk dari meter d\u2019Arsonval ini tergantung pada besarnya nilai tahanan pengali Rsh yang diformulasikan sebagai berikut, Tahanan shunt yang digunakan dalam sebuah alat ukur dasar dapat dibuat dari sebuah kawat tahanan bersuhu konstan yang ditempatkan di dalam alat ukur atau di luar alat ukut. Biasanya tahanan shunt ini berbentuk lempengan-lempengan bahan resistip yang disusun berjarak sama dan masing-masing ujungnya dilas ke sebuah batang tenbaga besar dan berat. Ampermeter adalah instrumen untuk mengukur arus listrik.<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 6.18 Rangkaian Dasar ampermeter DC<\/p>\n
\nRsh = ( Im x Rm ) \/ ( I \u2013 Im )
\nContoh, bila meter dasar yang digunakan mempunyai data sebagai berikut,
\nRm = 100 ohm dan arus simpangan penuh Idp = 1 mA.
\nMeter tersebut akan dijadikan sebuah ampermeter dengan batas ukur arus searah I = 100 mA
\nmaka nilai tahanan pengalinya adalah Rsh = 1,01ohm.<\/p>\n