<\/a>
\nGambar 1.1 Gaya dan Massa (a) Sebuah partikel P (kilogram standar) diam di atas permukaan horizontal tanpa gesekan. (b) Benda dipercepat dengan menarik pegas ke kanan.<\/p>\nPada Gambar 1.1a terlihat bahwa dalam melakukan gaya ini pegas terentang sepanjang \u0394l melebihi panjang normalnya ketika kendur, seperti diperlihatkan dalam Gambar 1.1b. Pada Hukum Newton Kedua atau Hukum Gerak ini menyatakan hubungan antara gaya dan gerak yang menempatkan keduanya sebagai suatu hubungan sebab-akibat. Di sini gaya dikaitkan dengan kekuatan mendorong atau menarik yang berperan sebagai penyebab “perubahan gerak” sebuah benda. Atau lebih terinci lagi, gaya adalah penyebab perubahan besar kecepatan (laju) dan arah gerak (arah kecepatan) benda.<\/p>\n
Hukum Newton kedua ini menyatakan, besarnya perubahan gerak benda yang secara pengukuran disebut percepatan berbanding terbalik dengan massa benda itu dan berbanding lurus dengan gaya penyebabnya. Besaran massa di atas, yang samar-samar pengertiannya, dapat disetarakan dengan berat benda (ingat Hukum Gaya Berat Newton) dan secara fisika merupakan ukuran keengganan benda untuk mengubah keadaan gerak semula.<\/p>\n
Jadi secara fisika hukum ini menyatakan, benda yang massanya lebih besar (atau lebih berat) enggan sekali mengubah keadaan geraknya semula sedangkan yang jauh lebih kecil massanya (jadi lebih ringan) memperlihatkan perilaku yang lebih luwes. Dengan demikian, benda yang massanya besar sekali, bila semula berada dalam keadaan diam, cenderung untuk tetap berada dalam keadaan diam. Pada masalah kita di atas massa bumi jauh lebih besar daripada massa batu kecil itu.<\/p>\n
Dengan demikian terungkaplah sekarang secara jelas apa penyebabnya tertariknya batu kecil itu (melalui Hukum Gaya Berat Newton) dan mengapa jatuhnya haruslah ke permukaan Bumi (melalui Hukum Gerak Newton). Pada bagian di atas baru ditinjau percepatan yang diberikan pada satu benda khusus yaitu kilogram standar. Dengan demikian dapat didefinisikan sebagai gaya secara kuantitatif. Apa pengaruh gaya-gaya tersebut pada benda lain?<\/p>\n
Karena pertama kali benda standar dipilih sembarang, maka dapat dimengerti bahwa percepatan suatu benda akan langsung sebanding dengan gaya yang diberikan. Namun gaya yang sama akan menimbulkan percepatan yang berbeda pada benda yang berbeda. Sebagai contoh sebuah bola kasti akan mendapat percepatan lebih besar daripada sebuah mobil jika diberikan gaya yang sama. Untuk memperoleh jawaban kuantitatif atas pertanyaan di atas diperlukan cara untuk mengukur massa, yaitu sifat benda yang menentukan keengganannya untuk berubah gerak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Menjelang berakhirnya abad ke-17 Sir Isaac Newton (1642-1727), seorang ilmuwan Inggris, berhasil menyingkap tabir teka-teki alam yang menarik perhatian itu. Mengenai penemuannya, ada sebuah lelucon menarik yang menceritakan, jawaban itu diperoleh ketika sebuah apel jatuh ke kepalanya sewaktu ia sedang merenungi masalah ini di bawah sebatang pohon apel di pekarangannya (apakah buah apel ini mengenai …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1484,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1975],"tags":[1980,1983,1988,1982,1987,1981,1989,1985,1984,1986],"class_list":["post-1485","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-struktur-kelistrikan","tag-definisi-gaya","tag-definisi-gaya-bahasa","tag-definisi-gaya-belajar","tag-definisi-gaya-hidup","tag-definisi-gaya-hidup-modern","tag-definisi-gaya-hidup-sihat","tag-definisi-gaya-hidup-sihat-pdf","tag-definisi-gaya-kepemimpinan","tag-definisi-gaya-pembelajaran","tag-definisi-gaya-pembelajaran-kognitif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5135,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485\/revisions\/5135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}