A. Tegangan Listrik<\/strong> B. Arus Listrik Penghantar yang menghubungkan kutub-kutub sebuah sumber listrik terletak didalam medan listrik. Karena medan listrik inilah elektron-elektron bebas didalam penghantar bergerak dan terjadilah aliran listrik. Aliran listrik yang berasal dari elemen mempunyai arah yang tetap, yaitu dari kutub berpotensi tinggi ke kutub yang berpotensi rendah. Sedang yang berasal dari generator arahnya ada tetap dan ada yang berubah. Aliran listrik yang arahnya tetap disebut aliran listrik searah (DC = Direct Current) dan yang tidak tetap sering disebut aliran listrik bolak-balik (AC = Alternating Current).<\/p>\n Ada 2 macam jenis arus listrik: Panjang gelombang dihitung berdasarkan konstanta kecepatan cahaya : 300.000 km\/detik.
\nDalam satu bentuk tenaga, maka secara terpisah terdapat muatan Positif dan Negatif. Muatan yang terpisah itu akan tarik-menarik, Gaya tarik menarik antara kedua muatan itu dinamakan tegangan listrik. Satuan teknik tegangan volt (V). Tegangan listrik itu bergantung pada tekanan elektron bebas yang diakibatkan oleh gerakan elektron tersebut. Tegangan listrik itu terjadi apabila:<\/p>\n\n
\n<\/strong>Listrik sebagai energi dapat dibangkitkan dari energi yang lain. Energi mekanik, energi kimia dan energi panas dapat membangkitkan energi listrik. Listrik dapat mengalir melalui bahan penghantar, tetapi tidak semua bahan dapat mengalirkan listrik. Bahan yang memiliki elektron bebas didalamnya, seperti logam, dapat mengalirkan listrik tetapi kayu yang tidak memiliki elektron bebas tidak dapat mengalirkan. Karena listrik merupakan bentuk energi yang amat luas penggunaannya, maka perlu sekali dipahami sifat-sifatnya.<\/p>\n
\no Arus searah
\no Arus bolak-balik
\n
<\/a>
\n(a)Arus Listrik searah
\n(b) Arus listrik bolak balik
\nGambar 1.2 Arus Searah (a) dan Arus Bolak-Balik (b)<\/p>\n\n
\n
<\/a>
\nGambar 3.9 Panjang gelombang<\/p>\n