A. Rangkaian Seri<\/strong> Dari grafik di atas terlihat bahwa besarnya VR merupakan penjumlahan dari tegangan yang drop pada masing-masing resistor. Jika rangkaian seri dengan tiga buah resistor dihubungkan dengan tegangan baterai, maka akan arus mengalir dari baterai melalui tiga tahanan itu. Kuat arus diseluruh bagian rangkaian deret itu sama besarnya, tidak hanya tiga tahanan saja yang dapat dihubungkan deret, tetapi rangkaian deret dapat terdiri dari dua, tiga, dan empat tahanan atau lebih. Karena V1=I1\u00b7R1 ;V2=I2\u00b7R2 ; V3=I3\u00b7R3 dan Vs=IS\u00b7Rt maka : Karena rangkaian seri ketiga tahanan dialiri arus yang sama maka : B. Resistor Rangkaian Paralel<\/strong>
\nApabila dua buah tahanan kita hubungkan berturut-turut seperti didalam Gambar 1.32, maka rangkaian ini disebut rangkaian deret \/ seri.
\n
<\/a>
\nGambar 2.11. Rangkaian seri dengan 2 buah resistor<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 2.12. Rangkaian seri dengan sumber tegangan<\/p>\n
\nKalau kita ukur tegangan pada tahanan pertama ialah : V1 ; tegangan kedua ialah : V2 ; dan tegangan ketiga ialah : V3, maka ternyata bahwa jumlah ketiga tegangan itu sama dengan tegangan baterai.
\nVs = V1 + V2 + V3<\/p>\n
\nIS\u00b7Rt = I1\u00b7R1+ I2\u00b7R2+ I3\u00b7R3<\/p>\n
\nIs= I1= I2= I3 , sehingga
\nRt = R1+ R2+ R3<\/p>\n
\nBeberapa pemakai alat listrik bersama-sama dihubungkan pada satu tegangan. Hubungan semacam ini disebut : hubungan jajar \/ paralel. Semua alat listrik pada umumnya dihubungkan jajar pada tegangan yang tersedia.
\n
<\/a>
\nGambar 2.13. Rangkaian paralel dengan 2 buah resistor<\/p>\n