Sebuah kumparan tanpa inti diberi catu tegangan searah melalui pengukur arus. Dekatkan sebuah besi kecil,misalkan klip, perhatikan kejadiannya. Kemudian isi kumparan dengan inti besi, dekatkan sebua besi kecil tadi, amati kejadiannya. Inti besi menarik klip besi dengan lebih kuat dibanding tanpa inti besi, diperlihatkan Gambar 1.116. Molekul-molekul besi tersearahkan oleh medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan. Sehinngga inti besi memiliki sifat magnet. Kekuatan magnetnya naik dengan naiknya arus kumparan, tetapi pada besar arus tertentu kekuatan magnetnya tidak naik lagi (jenuh). Kondisi kemagnetan besi pada kuat medan yang sama pada beberapa bahan berbeda. Pada gambar 1.117 digambarkan kondisi tersebut, dimana digambarkan kerapatan medan (B) dari inti besi sebuah kumparan dalam ketergantungan terhadap kuat medan (H). Perbandingan kerapatan fluks magnet dengan kuat medan magnet disebut permeabilitas. Permeabilitas merupakan hasil kali antara konstanta medan magnet dengan permeabilitas relatif. Permeabilitas relatif adalah, berapa kali lebih besar kerapatan fluks sebuah kumparan antara dengan inti dan tanpa inti. Permeabilitas relatif dari udara adalah 1. Permeabilitas relatif bahan feromagnetik besarnya sekitar beberapa ribu,lihat Tabel 1.11.<\/p>\n Tabel 1.11 Permeabilitas relatif \u00b5r maks Bila arus sebuah kumparan berinti besi dinaikkan maka kerapatan fluks akan naik. Molekul magnet pada inti akan terarahkan, kuat medan magnet akan naik dan kerapatan fluk akan naik pula. Hingga pada tingkat kejenuhan. Bila kuat medan diturunkan,maka kerapatan fluk juga akan turun, tetapi tidak secepat turunnya kuat medan. Kuat medan diturunkan hingga minus (arus membalik) maka kerapatan fluk akan naik negatif hingga mencapai tingkat jenuh negatif (arah sebaliknya).<\/p>\n Bila kemudian kuat medan diturunkan, kejadiannya sama seperti pada sisi positif. Hingga gambar grafik kuat medan fungsi kerapatan fluk seperti pada gambar berikut yang disebut dengan jerat histeristis. Hal ini diperlihatkan pada Gambar 1.118. Dari jerat histerisis dapat dilihat bahwa pada akhirnya pada bahan tersebut akan tertinggal remanensi. Jika diinginkan hilangnya remanensi maka dilakukan seperti yang dilakukan tadi dilanjutkan berulang dengan kuat medan dikecilkan hingga lama kelamaan kuat medannya nol (Gambar 1.119). Prinsip ini diterapkan pada pengahapusan pita magnetic, pada pita kaset maupun pita reel dan sejenisnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Sebuah kumparan tanpa inti diberi catu tegangan searah melalui pengukur arus. Dekatkan sebuah besi kecil,misalkan klip, perhatikan kejadiannya. Kemudian isi kumparan dengan inti besi, dekatkan sebua besi kecil tadi, amati kejadiannya. Gambar 1.116 Kumparan tanpa dan dengan inti besi Inti besi menarik klip besi dengan lebih kuat dibanding tanpa inti besi, diperlihatkan Gambar 1.116. Molekul-molekul …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2340,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2784],"tags":[2862,2867,2866,2863,2865,2864,2871,2870,2868,2869],"class_list":["post-2342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-kemagnetan","tag-besi-magnet","tag-besi-magnet-sementara","tag-besi-magnet-terbuat-dari-apa","tag-besi-magnetik","tag-besi-magnetit-adalah","tag-besi-magnetite","tag-bijih-besi-magnetite","tag-jual-besi-magnet","tag-magnet-besi-berani","tag-magnet-besi-lunak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2342"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5093,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342\/revisions\/5093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n
<\/a>
\nGambar 1.116 Kumparan tanpa dan dengan inti besi<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 1.117 Kurva Kemagnetan<\/p>\n
\n
<\/a>
\n\u00b5 = permeabilitas
\nB =kerapatan fluks magnet
\nH =kuat medan magnet
\n\u00b5o =konstanta medan magnet
\n\u00b5r =permeabilitas relatif<\/p>\n
\n
<\/a><\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 1.118 Kurva Jerat Histerisis<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 1.119 Demagnetisasi<\/p>\n