Arus listrik yang mengalir di dalam suatu bahan listrik dapat melakukan atau menimbulkan suatu usaha atau energi, yaitu
\n– menimbulkan energi panas,
\n– menimbulkan energi magnet,
\n– menimbulkan energi cahaya, dan
\n– menimbulkan reaksi kimia.<\/p>\n
Energi listrik mudah diubah menjadi energi lain. Listrik yang mengalir dalam konduktor dapat menimbulkan panas maupun medan magnet. Dapat kita ketahui pada motor listrik, putaran pada kumparan disebabkan oleh torsi. Adapun torsi atau momen gaya tersebut ditimbulkan oleh gaya magnetik sebagai akibat interaksi gerakan muatan dengan medan magnet. Dengan adanya momen gaya tersebut maka dapat memungkinkan motor listrik berputar yang kemudian dapat diaplikasikan pada kipas angin, motor listrik dan peralatan mekanis lainnya.<\/p>\n
Ada dua jenis arus listrik, yaitu arus searah (direct current) dan arus bolak-balik (alternating current). Arus searah mengalir dalam satu arah. Arus searah meruakan arus listrik yang dihasilkan oleh batere kering dan batere akumulator. Arus searah jarang digunakan di industri sebagai sumber energi utama tetapi lebih banyak digunakan untuk mencatu sistem kontrol industrial. Arus bolak-balik selalu berbalik arah pada setiap interval tertentu.<\/p>\n
Arus bolak-balik merupakan jenis arus yang banyak digunakan untuk mengoperasikan peralatan listrik baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk keperluan komersial dan industri. Arus yang mengalir di dalam rangkaian listrik diukur dalam satuan amper (disingkat A). Arus sebesar satu amper adalah jumlah arus yang dibutuhkan untuk mengalirkan arus listrik melalui resistansi sebesar satu ohm, pada tekanan listrik sebesar satu volt.<\/p>\n
Arus listrik dapat diukur dengan menggunakan alat ukur listrik yang disebut amperemeter. Dalam prakteknya untuk mengukur arus listrik dalam skala kecil lazimnya menggunakan ukuran miliamper, di mana 1 miliamper (mA) = 0.001 amper (A). Sebaliknya untuk mengukur arus dalam skala besar, digunakan ukuran kiloamper, di mana 1 kiloamper (kA) = 1000 amper (A). Arus listrik yang dikonsumsi oleh peralatan listrik dapat digunakan sebagai acuan untuk menyatakan kelayakan operasi suatu peralatan listrik.<\/p>\n
Misalnya sebuah peralatan pemanas listrik yang memiliki resistansi sebesar 20 ohm, akan menarik arus sebesar 11 amper bla tegangan yang digunakan sebesar 220 volt. Contoh lainnya, misalnya sebuah peralatan tata udara yang sedang beroperasi diukur konsumsi listriknya dengan ampermeter dan diketahui menarik arus sebesar 4,9 amper. Dari hasil pengukuran ini teknisi\/mekanik yang mengukur arus listrik dapat segera mengetahui kelayakan kerja peralatan tata udara tersebut dengan membandingkan hasil pengukuran arus dengan data konsumsi arus nominal yag ada pada plat nama.<\/p>\n
Peralatan tata udara dinyatakan beroperasi dengan optimal bila arus yang dikonsumsinya dapat mencapai 80% dari arus nominal pada plat namanya. Di dalam fisika jumlah muatan yang mengalir tiap sekonnya disebut dengan arus listrik. Muatan yang mengalir tersebut adalah elektron. Elektron mengalir dalam rangkaian sangat pelan. Satu mol elektron yang mengalir dalam kabel tembaga dengan luas penampang borde 10-6 m2 hanya memiliki kecepatan dengan orde 10-4 m\/s.<\/p>\n
Kecepatan tersebut dapat dibayangkan hanya seperti sebuah semut yang sedang berjalan atau bahkan lebih lambat lagi. Sebuah sumber listrik memiliki kutub positif dan kutub negatif, apabila pada kutub positif dan kutub negatif tersebut dipasang saluran penghubung maka akan terjadi perpindahan elektron dari kutub negatif ke kutub positif. Perpindahan ini dalam upaya mencari keseimbangan jumlah proton dan elektron dalam setiap atomnya.<\/p>\n
Sebuah penghantar listrik dalam kondisi normal, jumlah elektron dan proton pada setiap atomnya dikatakan setimbang. Tetapi setelah penghantar tersebut disambung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber listrik, maka elektron akan mendesak elektron-elektron pada penghantar dan terjadilah perpindahan elektron pada penghantar. Perpindahan elektron pada penghantar ini disebut arus elektron. Pada pembahasan teori listrik tidak mempermasalahkan lebih jauh tentang arus elektron, yang lebih penting adalah memahami arus listrik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Arus listrik yang mengalir di dalam suatu bahan listrik dapat melakukan atau menimbulkan suatu usaha atau energi, yaitu – menimbulkan energi panas, – menimbulkan energi magnet, – menimbulkan energi cahaya, dan – menimbulkan reaksi kimia. Energi listrik mudah diubah menjadi energi lain. Listrik yang mengalir dalam konduktor dapat menimbulkan panas maupun medan magnet. Dapat kita …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[375],"tags":[584,575,579,582,576,577,578,580,581,583],"class_list":["post-406","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahan-listrik","tag-sifat-aliran-arus-listrik","tag-sifat-arus-listrik","tag-sifat-arus-listrik-ac","tag-sifat-arus-listrik-ac-dan-dc","tag-sifat-arus-listrik-bolak-balik","tag-sifat-arus-listrik-dalam-rangkaian","tag-sifat-arus-listrik-dc","tag-sifat-arus-listrik-searah","tag-sifat-arus-listrik-yang-mengalir","tag-sifat-magnet-yang-dialiri-arus-listrik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5415,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions\/5415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}