Resistor berfungsi untuk menghambat arus dan membagi tegangan, nilai nominal resistansi dan toleransi suatu resistor ditunjukkan oleh pita kode warna pada badan resistor tersebut. Warna pertama dan kedua merupakan nilai satuan, dan puluhan, warna ketiga menunjukkan jumlah nol dan warna keempat adalah toleransinya. Contoh : Suatu resistor memiliki warna dengan urutan : merah, ungu, kuning, dan emas; maka harganya : 270000 \u03a9 atau 270 k\u03a9 toleransi 5%.<\/p>\n
Tabel 1. Kode Warna Resistor<\/strong> A. Rangkaian Seri resistor<\/strong> B. Rangkaian Paralel Resistor<\/strong> Dalam rangkaian paralel, jumlah arus yang mengalir pada setiap cabang arus yakni arus yang mengalir melalui lampu dan melalui motor sama dengan arus input total yang dikeluarkan oleh catu daya. Arus yang mengalir pada setiap cabang arus tergantung pada nilai resistan yang ada pada rangkaian yang bersangkutan. Jika lampu memiliki resistan yang besarnya seperempat bagian dari nilai resistan yang dimiliki motor, maka 4\/5 bagian arus akan mengalir melalui lampu dan 1\/5 bagian arus akan mengalir melalui motor. Tegangan pada setiap cabang paralel sama.<\/p>\n C. Rangkaian Kombinasi Seri-Paralel<\/strong> Resistor berfungsi untuk menghambat arus dan membagi tegangan, nilai nominal resistansi dan toleransi suatu resistor ditunjukkan oleh pita kode warna pada badan resistor tersebut. Warna pertama dan kedua merupakan nilai satuan, dan puluhan, warna ketiga menunjukkan jumlah nol dan warna keempat adalah toleransinya. Contoh : Suatu resistor memiliki warna dengan urutan : merah, ungu, kuning, …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":511,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[595],"tags":[6404,6405,6406,6407,6408,6409,6410,6411,6412,6413,6414,6415,6416,6417,6418,6419,6420,6421,6422,6423,6424,6425,6426,6427,6428,6429],"class_list":["post-514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sifat-elemen-pasif","tag-aplikasi-perhitungan-resistor","tag-cara-perhitungan-resistor-paralel","tag-cara-perhitungan-warna-resistor","tag-contoh-perhitungan-resistor-paralel","tag-materi-perhitungan-resistor","tag-menghitung-2-resistor-paralel","tag-menghitung-ampere-resistor","tag-menghitung-arus-resistor","tag-menghitung-arus-resistor-paralel","tag-menghitung-besaran-resistor","tag-menghitung-besarnya-resistor-dengan-kode-warna","tag-menghitung-daya-resistor","tag-menghitung-hambatan-resistor","tag-menghitung-hambatan-resistor-paralel","tag-menghitung-jumlah-resistor","tag-menghitung-kapasitas-resistor","tag-menghitung-kebutuhan-resistor","tag-menghitung-kebutuhan-resistor-untuk-led","tag-menghitung-muatan-resistor","tag-menghitung-nilai-resistor-4-warna","tag-menghitung-nilai-resistor-5-warna","tag-menghitung-nilai-resistor-led","tag-menghitung-nilai-resistor-online","tag-menghitung-nilai-resistor-pada-rangkaian-led","tag-menghitung-nilai-resistor-paralel","tag-menghitung-nilai-resistor-untuk-lampu-led"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5402,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions\/5402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/elektro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n
<\/a><\/p>\n
\nRangkaian listrik yang hanya memiliki jalur tunggal untuk aliran arus listrik disebut rangkaian seri. Dalam rangkaian seri resistor seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 3.23, pada setiap resistan mengalir arus yang sama besarnya. Pada rangkaian seri, seluruh nilai resistan saling ditambahkan untuk mendapatkan nilai resistan total. Dalam hal ini, nilai tegangan total dari catu daya sama dengan jumlah tegangan yang ada pada setiap resistor.
\n
<\/a>
\nGambar 3.23 Rangkaian Seri Tiga Resistor<\/p>\n
\nSuatu rangkaian listrik yang memungkinkan arus mengalir melalui satu atau lebih konduktor atau resistor atau rangkaian listrik ada waktu bersamaan disebut rangkaian paralel. Gambar 3.24 memperlihatkan contoh rangkaian listrik yang terdiri dari lampu dan motor yang tersusun secara paralel.
\n
<\/a>
\nGambar 3.24 Rangkaian Listrik Secara Paralel<\/p>\n
\nPada rangkaian kombinasi seri-paralel resistor, memiliki sifat dari rangkaian seri dan rangkaian paralel resistor. Dalam rangkaian kombinasi seri-paralel, maka arus yang mengalir pada setiap elemen pasif tidak semuanya sama, kecuali elemen pasif yang terhubung seri. Jumlah arus jalur lampu dan arus pada jalur motor sama dengan arus yang dkeluarkan oleh sumber. Tentukan nilai Vs?
\n
<\/a>
\nGambar 3.25 Rangkaian Kombinasi Seri-Paralel<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"