Dalam beberapa kasus diperlukan menghitung kebutuhan daya suatu perlatan listrik untuk memastikan besaran konsumsi energy listrik yang digunakan oleh suatu peralatan listrik. Untuk keperluan praktis, lazimnya daya listrik dikodekan denga hurup besar P. Berikut ini diberikan tiga contoh menghitung daya listrik pada suatu rangkaian listrik. Contoh 2<\/strong>: Tentukan kondumsi arus yang digunakan oleh sebuah elemen pemanas listrik 1000 watt (1 kW) dan tegangan 220 volt. Contoh 3<\/strong>: Tentukan kondumsi daya yang digunakan oleh sebuah elemen pemanas listrik yang memiliki resistan 100 ohm dan menarik arus listrik 4 amper. Permasalahan<\/strong> 2. Persiapkan sebuah rancangan proyek eksperimen seperti gambar berikut ini! Kalian harus memilih dan menentukan sendiri peralatan yang akan digunakan. Hitunglah arus I2 dan bandingkan dengan hasil pengukuran.
\nContoh 1<\/strong>: Berapa nilai konsumsi daya listrik pada suatu rangkaian listrik yang menggunakan arus listrik sebesar 15 amper dan tegangan 220 volt?
\nSolusi:
\nLangkah 1: P = I x U
\nLangkah 2 : P = 15 x 220
\nLangkah 3: P = 3300 watt<\/p>\n
\nSolusi:
\nLangkah 1: I = P \/ U
\nLangkah 2 : I = 1000 \/ 220
\nLangkah 3: I = 4, 54 amper<\/p>\n
\nSolusi:
\nLangkah 1: P = I2 x R
\nLangkah 2 : P = 42 x 100
\nLangkah 3: P = 1600 watt<\/p>\n
\n1. Persiapkan sebuah proyek eksperimen seperti gambar berikut ini! Peralatan yang diperlukan adalah sebagai berikut: (1) sumber tegangan atau catu daya U = 10 VDC \u2013 12 VDC, (2) ampermeter DC dengan batas ukur 100 mA \u2013 300mA, (3) empat resistor keramik masing-masing R12, R23, R31, dan R43 = 200 \u2013 300 ohm. Tentukan Nilai arus I1 secara perhitungan dan bandingkan dengan hasil pengukuran.
\n
<\/a><\/p>\n
\n
<\/a><\/p>\n