" /> Kontrol Refrigerasi Archives - TN Mesin
Home > Kontrol Refrigerasi

Kontrol Refrigerasi

Penanganan Kecelakaan Di Lingkungan Kerja

a. Patah Tulang Bila penderita mengalami patah tulang atau diduga mengalami patah tulang, maka usahakan penderita jangan banyak bergerak. Balutlah bagian yang patah atau diduga patah dengan bidai (splint). Untuk lengan yang patah cukup dipakai satu papan bidai, jika kaki yang mengalami patah diperlukan dua atau tiga papan bidai. Sebagai pembalut dapat digunakan pita, kain atau tali yang lunak. Balutlah ...

Read More »

Tegangan Langkah dan Tegangan Sentuh

Selama terjadi gangguan hubungan ke tanah (ground fault), arus listrik mengalir melalui grounding system ke ground rod atau sistem pembumian lainnya (struktur besi, kawat pentanahan) dan kembali ke sumber tenaga listriknya. Kemungkinan aliran arus listrik dapat terjadi di sepanjang permukaan tanah pada jarak tertentu di sekitar titik di mana tanah mendapat penguatan atau menjadi bertegangan. Arus listrik akan mengikuti di ...

Read More »

Pengoperasian dan Jenis Konstruksi Rele

Tegangan operasi standar untuk koil solenoid rele mini menggunakan dua jenis sumber daya, yaitu AC dan DC.Untuk tegangan VAC hingga 240V, dan untuk tegangan VDC hingga 120V.Kotak rele dapat dipilih sesuai keperluan pemakainya, yaitu tipe DPDT, TPDT, FPDT.Arus nominal bervariasi, yaitu 3A, 5A, dan 7A. Untuk keperluan perakitan dan instalasi, tersedia berbagai tipe terminal rele, yaitu plug-in, PCB, dan solder, ...

Read More »

Beban Listrik

Beban listrik untuk keperluan lainnya antara lain heater atau elemen pemanas listrik. Pada peralatan refrigerasi dibedakan dua jenis heater, yaitu deforst heater dan mullion heater. Defrost heater diletakkan di evaporator, digunakan untuk mencairkan bunga es yang timbul di permukaan evaporator, sedang mullion heater diletakkan di sekeliling pintu refrigerator/freezer untuk mencegah agar rangka alat tidak berembun. Beban listrik lainnya adalah lampu ...

Read More »

Pentanahan Listrik

Kawat pentanahan listrik (ground wire) digunakan di dalam rangkaian kelistrikan untuk memudahkan arus listrik mengalir kembali ke tanah daripada mengalir melewati tubuh manusia yang memiliki resistansi lebih besar dbandingkan dengan resistansi kawat pentanahan. Sebagai contoh, bila konduktor yang bertegangan bersentuhan atau menempel ke rangka unit tata udara yang tidak dilengkapi dengan kawat pentanahan, dan kemudian seseorang tanpa sengaja menyentuh rangka ...

Read More »

Rele dan Kontaktor

Pada hakekatnya konstruksi rele dan kontaktor sama, yakni terdiri dari sebuah koil solenoid dan beberapa pasang kontak listrik. Tetapi dilihat dari penggunaannya berbeda. Rele sering digunakan untuk keperluan fungsi kontrol dan regulasi, sedang kontaktor lazim digunakan untuk keperluan fungsi power switching. Rele digunakan secara luas dalam sistem kontrol tidak langsung untuk mengoprasikan motor, katub, magnetic clutch, dan elemen pemanas (heater). ...

Read More »