Home > Kontrol Refrigerasi

Kontrol Refrigerasi

Tegangan Langkah dan Tegangan Sentuh

Selama terjadi gangguan hubungan ke tanah (ground fault), arus listrik mengalir melalui grounding system ke ground rod atau sistem pembumian lainnya (struktur besi, kawat pentanahan) dan kembali ke sumber tenaga listriknya. Kemungkinan aliran arus listrik dapat terjadi di sepanjang permukaan tanah pada jarak tertentu di sekitar titik di mana tanah mendapat penguatan atau menjadi bertegangan. Arus listrik akan mengikuti di ...

Read More »

Pengoperasian dan Jenis Konstruksi Rele

Tegangan operasi standar untuk koil solenoid rele mini menggunakan dua jenis sumber daya, yaitu AC dan DC.Untuk tegangan VAC hingga 240V, dan untuk tegangan VDC hingga 120V.Kotak rele dapat dipilih sesuai keperluan pemakainya, yaitu tipe DPDT, TPDT, FPDT.Arus nominal bervariasi, yaitu 3A, 5A, dan 7A. Untuk keperluan perakitan dan instalasi, tersedia berbagai tipe terminal rele, yaitu plug-in, PCB, dan solder, ...

Read More »

Beban Listrik

Beban listrik untuk keperluan lainnya antara lain heater atau elemen pemanas listrik. Pada peralatan refrigerasi dibedakan dua jenis heater, yaitu deforst heater dan mullion heater. Defrost heater diletakkan di evaporator, digunakan untuk mencairkan bunga es yang timbul di permukaan evaporator, sedang mullion heater diletakkan di sekeliling pintu refrigerator/freezer untuk mencegah agar rangka alat tidak berembun. Beban listrik lainnya adalah lampu ...

Read More »

Prosedur Lock Out

Rangkaian lock out merupakan prosedur standar yang digunakan untuk memutuskan catu daya listrik ke peralatan yang sedang dalam perawatan atau perbaikan. Ketika seorang teknisi/mekanik refrigerasi/tata udara akan bekerja di suatu peralatan listrik maka sebelum bekerja ia harus terlebih dahulu memutuskan sumber listrik yang menuju ke peralatan tersebut. Dan untuk mencegah jangan sampai ada pihak lain yang menghubungkan kembali catu daya ...

Read More »

Rele dan Kontaktor

Pada hakekatnya konstruksi rele dan kontaktor sama, yakni terdiri dari sebuah koil solenoid dan beberapa pasang kontak listrik. Tetapi dilihat dari penggunaannya berbeda. Rele sering digunakan untuk keperluan fungsi kontrol dan regulasi, sedang kontaktor lazim digunakan untuk keperluan fungsi power switching. Rele digunakan secara luas dalam sistem kontrol tidak langsung untuk mengoprasikan motor, katub, magnetic clutch, dan elemen pemanas (heater). ...

Read More »

Dampak Sengatan Arus Listrik

Berikut ini diberikan dampak sengatan arus listrik yang dilihat dari besarnya arus listrik yang mengalir dalam tubuh manusia. Arus listrik sebesar 1 miliamper membuat sensasi terhadap seseorang, arus sebesar 20 miliamper memungkinkanseseorang tidak dapat bergerak, arus sebesar 100 miliamper menyebakan terjadinya ventricuar fibrillation (jantung berdebar keras), dan arus lebih besar atau sama dengan 200 miliamper dapat menyebabkan tubuh terbakar dan ...

Read More »