" /> Macam-macam Cairan Hidrolik - TN Mesin
Home > Perbaikan Otomotif > Dasar Sistem Hidrolik > Macam-macam Cairan Hidrolik

Macam-macam Cairan Hidrolik

Pada dasarnya setiap cairan dapat digunakan sebagai media transfer daya. Tetapi dalam sistem hidrolik memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu seperti telah dibahas sebelumnya berhubung dengan konstruksi dan cara kerja sistem. Secara garis besar cairan hidrolik dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a. Oli hidrolik (Hydraulic oils)
Oli hidrolik yang berbasis pada minyak mineral biasanya digunakan secara luas pada mesin-mesin perkakas atau juga mesin-mesin industri.

Menurut standar DIN 51524 dan 512525 dan sesuai dengan karakteristik serta komposisinya oli hidrolik dibagi menjadi tiga (3) kelas : 
– Hydraulic oil HL 
– Hydraulic oil HLP 
– Hydraulic oil HV

Pemberian kode dengan huruf seperti di atas artinya adalah sebagai berikut : Misalnya oli hidrolik dengan kode : HLP 68 artinya :
H = Oli hidrolik
L = kode untuk bahan tambahan oli (additive) guna meningkatkan pencegahan korosi dan / atau peningkatan umur oli
P = kode untuk additive yang meningkatkan kemampuan menerima beban.
68 = tingkatan viskositas oli ( lihat tabel pada HO 4 )

Tabel sifat-sifat khusus dan kesesuaian penggunaannya
image

b. Cairan Hidrolik tahan Api (Low flammabilty)
Yang dimaksud dengan cairan hidrolik tahan api ialah cairan hidrolik yang tidak mudah atau tidak dapat terbakar. Cairan hidrolik semacam ini digunakan oleh sistem hidrolik pada tempat-tempat atau mesin-mesin yang resiko kebakarannya cukup tinggi seperti :
 – Die casting machines
 – Forging presses
 – Hard coal mining
 – Control units untuk power station turbines
 – Steel works dan rolling mills.

Pada dasarnya cairan hidrolik tahan api ini dibuat dari campuran oli dengan air atau dari oli sintetis.

Tabel jenis-jenis cairan hidrolik tahan api
image

Tabel perbandingan antara macam-macam cairan hidrolik
image

Cairan hidrolik termasuk barang mahal. Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hidrolik akan semakin menambah mahalnya harga sistem hidrolik. Sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang perlakuan/pemeliharaan cairan hidrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hidrolik maupun sistem akan lebih awet.

Panduan pemeliharaan cairan hidrolik

  • Simpanlah cairan hidrolik (drum) pada tempat yang kering , dingin dan terlindung (dari hujan, panas dan angin). 
  • Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hidrolik ke dalam sistem. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukkannya. 
  • Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik melalui saringan (pre-filter). 
  • Pantau (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hidrolik. 
  • Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat yang digunakan untuk pengisian cairan hidrolik. 
  • Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. ( Periksa dengan pemasok cairan hidrolik ) 
  • Cegah jangan sampai terjadi kontaminasi, gunakan filter udara dan filter oli yang baik. 
  • Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjad, periksalah penyebab terjadinya gangguan, atau pasang un-loading pump atau excessive resistance.
  • Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenance man yang terlatih. 
  • Bila akan mengganti cairan hidrolik (apa lagi bila cairan hidrolik yang berbeda), pasti-kan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru. Demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih.

Jadi pemantauan atau monitoring cairan hidrolik perlu memperhatikan panduan tersebut di atas disamping harus memperhatikan lingkungan kerja maupun lingkungan penyimpanan cairan hidrolik.