1. Bukalah pintu akses di samping kanan dari mesin.
![]()
Gambar 3.37 Langkah 1
2. Bersihkan area di sekitar filter, terutama pada filter base (tempat menempelnya filter).
![]()
Gambar 3.38 Langkah 2
3. Lepaskan filter dari filter base menggunakan filter strap wrench dengan memutarnya (perhatikan arah putar).
Catatan : Elemen yang ada di dalam filter tidak dapat digunakan kembali. Buanglah menurut peraturan daerah setempat karena mengandung limbah B3.
4. Bersihkan filter base (terutama bagian menempelnya filter).
5. Lapisi seal yang terdapat pada filter baru dengan oli hidrolik yang bersih.
![]()
Gambar 3.39 Langkah 5
6. Pasang filter pada filter base. Kencangkan filter sekuatnya hanya dengan menggunakan tangan tanpa alat. Cara memasang filter :
1. Jangan isi filter dengan oli, walaupun oli baru.
2. Lumasi seal dengan oli bersih
3. Putar filter sesuai dengan petunjuk arah sampai menempel pada filter base.
4. Kencangkan sekuatnya sesuai dengan berapa putaran yang ditunjukkan pada filter. Contoh di gambar adalah satu putaran (+1). Jika tidak mencapai satu putaran tidak apa-apa, yang penting sudah sekuat mungkin.
![]()
Gambar 3.40 Langkah 6
Catatan : Pada filter biasanya diberi tanda berupa angka (1,2,3,4) dan tanda garis yang berdampingan (seperti yang ditunjukkan pada lingkaran warna merah). Hal ini digunakan untuk mempermudah dalam pemasangan filter. Misalnya ketika anda memutar filter sampai menempel pada filter base, ternyata angka (1) ada dihadapan anda. Maka anda perlu mengencangkannya sampai angka (1) tersebut berada di hadapan anda kembali.
7. Tutuplah pintu akses di samping kanan dari mesin.
8. Kendarai mesin dengan perlahan-lahan selama 10 sampai 15 menit. Gerakkan setiap silinder hidrolik beberapa gerakan (retract atau extend).
9. Kembalikan mesin sesuai dengan posisi yang terlihat pada gambar di bawah ini. Periksa mesin dari kebocoran oli.
![]()
Gambar 3.4 Langkah 19
10. Matikan mesin
11. Buka pintu akses di samping kanan dari mesin untuk memeriksa hydraulic oil sight gauge.
12. Pastikan bahwa level oli berada pada kisaran tanda “Low temperature range” pada saat mesin dingin dan level oil berada pada kisaran tanda “High temperature range” pada saat mesin beroperasi pada suhu kerjanya.
![]()
Gambar 3.42 Langkah 11 dan 12
Catatan : (A) Level oli pada saat suhu tinggi
(B) Level oli pada saat suhu rendah
13. Perlahan-lahan kendorkan tutup tangki hidrolik untuk membuang tekanan. Lepas tutupnya untuk menambahkan oli jika diperlukan (setelah melihat level oli).
![]()
Gambar 3.43 Langkah 13
Warning ! Berhati-hatilah saat membuka tutup tangki hidrolik. Pada suhu operasi, tangki hidrolik bersifat panas dan di bawah tekanan. Oli yang panas dapat menyebabkan luka bakar. Lepaskan tutup tangki pengisian oli ketika mesin dimatikan dan tutupnya cukup dingin untuk dipegang dengan tangan telanjang.
14. Bersihkan tutup tangki hidrolik. Pasang kembali tutupnya.
15. Tutuplah pintu akses di samping kanan dari mesin.