Pemilihan jenis aktuator tentu saja disesuaikan dengan fungsi, beban dan tujuan penggunaan sistem hidrolik tersebut B. Double Acting Cylinder (Silinder Kerja Ganda)<\/strong> Tabel Konstruksi Double Acting Cylinder dan kebutuhannya C. Hydraulic Motor ( Motor Hidrolik )<\/strong> Berikut ini adalah contoh-contoh motor hidrolik : Cairan hidrolik masuk mendorong piston, kemudian piston berputar memutarkan poros engkol dan poros engkol memutar poros (drive shaft). Dapat berputar bolak-balik.
\nA. Single Acting Cylinder<\/strong>
\nSilinder ini mendapat suplai udara hanya dari satu sisi saja. Untuk mengembalikan ke posisi semula biasanya digunakan pegas atau kembali karena beratnya sendiri atau beban.. Silinder kerja tunggal hanya dapat memberikan tenaga pada satu sisi saja. Salah satu contoh single acting cylinder telah kita lihat dan kita bahas pada modul \u201cDasar-dasar sistem Tenaga Fluida\u201c. Ada beberapa jenis silinder kerja tunggal :
\n
<\/a>
\nGambar 28. Jenis-jenis single acting cylinder<\/p>\n
\nSilinder ini mendapat suplai aliran liquid dari dua sisi. Konstruksinya hampir sama dengan silinder kerja tunggal. Keuntungannya adalah bahwa silinder ini dapat memberikan tenaga pada kedua belah sisinya. Silinder kerja ganda ada yang memiliki batang torak ( piston rod ) pada satu sisi dan ada pula yang pada kedua sisi. Konstruksi mana yang akan dipilih tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n
\n
<\/a><\/p>\n
\nMotor hidrolik mengubah energi fluida (aliran liquid) menjadi gerakan putar mekanik yang kontinyu. Motor hidrolik ini telah cukup berkembang dan penggunaannya telah cukup meluas. Macam-macam motor hidrolik adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n
\n
<\/a>
\nGambar 29 radial piston hydraulic motor,<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 30. Sliding Vane Motor<\/p>\n