Keberhasilan penggantian komponen tidak hanya ditentukan oleh pemasangan komponennya. Agar usia pakai komponen bisa sempurna, langkah perbaikan harus direncanakan dan dirancang dengan tepat. Berikut adalah langkah-langkah kunci dalam pemasangan komponen, yaitu: Kegagalan mengenali dan memperbaiki sumber penyebab kerusakan merupakan penyebab utama kerusakan komponen sebelum waktunya. Mencatat alasan perbaikan dalam catatan riwayat mesin sangat penting sebagai bahan rujukan selanjutnya.<\/p>\n 2. Rancang dan gunakan kit suku cadang standar untuk semua pemasangan komponen<\/strong> 3. Bersihkan sistem yang tekontaminasi<\/strong> Tingkat resiko dasar tersebut meliputi: \u00b7 Resiko sedang \u00b7 Resiko tinggi \u00b7 Resiko terbesar 4. Pasang dan uji komponennya<\/strong>
\n1. Pastikan untuk mengenali dan memperbaiki sumber penyebab kerusakan<\/strong>
\n
<\/a>
\nGambar 3.10 Mengamati dan mencatat<\/p>\n
\nSebelum melakukan pemasangan, semua suku cadang dan peralatan yang dibutuhkan untuk mamasang komponen dan memperbaiki sub-sistem harus sudah siap. Menunggu ketersediaan suku cadang bisa memperlambat pemasangan dan memperbesar kemungkinan terjadinnya kesalahan yang merugikan. Menggunakan prosedur pemasangan yang tepat dan kit suku cadang standar untuk mengganti komponen bisa memperkecil terjadinya kesalahan.
\n
<\/a>
\nGambar 3.11 Hidrolik kit standar<\/p>\n
\nMembersihkan mesin dari serpihan keausan atau kerusakan merupakan langkah yang sangat penting demi keberhasilan perbaikan. Tetapi yang paling sulit dalam proses perbaikan adalah menentukan tingkat keberhasilan yang diperlukan. Tidak ada jawaban atau saran pasti untuk kebersihan sistem dan tingkat kerusakan yang begitu beragam. Keputusan yang diambil harus didasarkan pada banyaknya kontaminasi dalam sistem, pengalaman, dan tingkat resiko terjadinya kerusakan kembali. Setiap tindakan pembersihan sistem memiliki tingkat resiko sendiri.<\/p>\n
\n\u00b7 Resiko terkecil
\nGunakan filtrasi off-board<\/i>, bersihkan filter dan pembongkaran serta pem-bersihan sistem secara menyeluruh.
\n
<\/a>
\nGambar 3.12 Filtrasi off-board<\/i><\/p>\n
\nGunakan filtrasi off-board<\/i>, bersihkan filter dan pembongkaran serta pembersihan sistem sebagian<\/p>\n
\nGunakan filtrasi off-board<\/i> (siklus pembersihan) dan filter pembersih efisiensi tinggi unruk membersihkan minyak dari serpihan, baik sebelum maupun setelah pemasangan. Komponen sistem tidak perlu dibongkar dan dibersihkan.<\/p>\n
\nSistem tidak perlu dibersihkan atau dibongkar. Pasang komponen baru, oli dan filter baru, dan mesin bisa segera digunakan lagi.<\/p>\n
\nPasanglah komponen dengan menggunakan prosedur pemasangan dan kit suku cadang pemasangan yang tersedia. Uji kinerja komponen dan catat tekanan atau spesifikasi kinerja dalam catatan riwayat mesin untuk dijadikan rujukan selanjutnya. Gunakan terus filtrasi off-board<\/i> dan filter pembersihan untuk semua komponen powertrain dan hidrolik E(kecuali engine) sampai kadar kebersihan oli sitem mancapai atau melampaui ISO 18\/15. Mesin siap dioperasikan kembali.<\/p>\n