a. Luka pada mata<\/strong> b. Luka Bakar<\/strong> Cegah penggunaan tepung, minyak atau salep untuk luka bakar. Apabila luka bakar sangat luas tidak boleh dipakai pembalut sama sekali. Usahakan melindungi penderita luka bakar`dari kedinginan dengan menyelimutinya dan menjaga agar selimut tidak kena luka bakar. Bila penderita mengalami trauma (shock), baringkan korban dengan kepala lebih rendah dan segera kirim ke rumah sakit. Untuk luka bakar ringan, masukkan bagian yang terkena luka bakar ke dalam air dingin, atau gunakan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit.<\/p>\n Jangan memecahkan bagian yang melepuh. Untuk luka bakar parah atau stadium tiga, jangan gunakan air karena akan dapat menimbulkan infeksi. Menangani luka bakar parah seperti ini harus oleh personil terlatih, hanya gunakan pembalut bersih untuk menutupi lukanya, jangan lepas pakaian yang dikenakan oleh korban kecuali anda memang sudah terlatih untuk melakukannya. Tindakan yang terbaik adalah segera mendapatkan pertolongan dari personil paramedik.<\/p>\n Bila hanya kaki dan tangan yang terkena luka bakar, maka bagian yang luka harus diangkat ke posisi lebih tinggi dari letak jantung.<\/p>\n
\nTutuplah kedua mata dengan kasa steril meskipun Cuma satu mata yang terluka. Jika luka disebabkan oleh bahan kimia seperti soda, asam keras, amonia, cucilah mata dengan air bersih. Gunakan ibu jari telunjuk untuk membuka mata selebar-lebarnya.<\/p>\n
\nJika pakaian dari orang yang bersangkutan masih terbakar, cegahlah orang tersebut berlari-lari. Gunakan selimut basah untuk menutupi atau mematikan api yang masih menyala, atau dengan menggulingkan badan orang tersebut ke tanah. Bekas-bekas pakaian terbakar yang masih menempel pada badan tidak boleh dihilangkan. Kulit yang melembung tidak boleh disudat. Balutlah luka bakar dengan pembalut khusus untuk luka bakar (konsteril) dan balut longgar.<\/p>\n