<\/a>
\nGambar 1.26 Cara Memberikan Pernafasan Buatan<\/p>\nKorban kecelakaan akibat tersengat arus listrik dapat menghentikan nafas korban sehingga pingsan karena kaget. Berikut langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memberikan pertolongan kepada penderita, yakni (1) menyadarkan kembali korban, (2) segera cari pertolongan, (3) periksa reaksi, goyang dengan pelan dan teriak dengan keras, bila tidak ada reaksi, maka lakukan pertolongan dengan memberikan pernafasan buatan.<\/p>\n
Bila korban tidak bernafas, upayakan melakukan pernafasan buatan. Cara paling efektif untuk melakukan pernafasan buatan adalah cara dari mulut ke mulut. (Gambar 1.26). Tetapi ingat, yang boleh melakukan pernafasan buatan dari mulut ke mulut tidak boleh sembarang orang tetapi harus personil yang sudah terlatih dan berpengalaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
a. Patah Tulang Bila penderita mengalami patah tulang atau diduga mengalami patah tulang, maka usahakan penderita jangan banyak bergerak. Balutlah bagian yang patah atau diduga patah dengan bidai (splint). Untuk lengan yang patah cukup dipakai satu papan bidai, jika kaki yang mengalami patah diperlukan dua atau tiga papan bidai. Sebagai pembalut dapat digunakan pita, kain …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":589,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[534],"tags":[5255,5256,5257,5258,5259,5260,5261,5262,5263,5264,5265,5266,5267,5268,5269,5270,5271,5272],"class_list":["post-590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keselamatan-pekerjaan-elektrikal","tag-alur-penanganan-kecelakaan-kerja","tag-cara-penanganan-kecelakaan","tag-cara-penanganan-kecelakaan-akibat-kerja","tag-cara-penanganan-kecelakaan-di-laboratorium","tag-cara-penanganan-kecelakaan-di-laboratorium-kimia","tag-cara-penanganan-kecelakaan-kerja","tag-cara-penanganan-kecelakaan-kerja-di-lab","tag-cara-penanganan-kecelakaan-kerja-di-laboratorium","tag-cara-penanganan-kecelakaan-lalu-lintas","tag-contoh-penanganan-kecelakaan-kerja","tag-flowchart-penanganan-kecelakaan","tag-flowchart-penanganan-kecelakaan-kerja","tag-jurnal-penanganan-kecelakaan","tag-jurnal-penanganan-kecelakaan-lalu-lintas","tag-makalah-penanganan-kecelakaan-kerja","tag-makalah-penanganan-kecelakaan-kerja-di-laboratorium","tag-makalah-penanganan-kecelakaan-lalu-lintas","tag-materi-penanganan-kecelakaan-lalu-lintas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3196,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions\/3196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}