Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":615,"date":"2024-06-13T04:24:15","date_gmt":"2024-06-12T21:24:15","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/?p=615"},"modified":"2024-06-12T20:45:07","modified_gmt":"2024-06-12T13:45:07","slug":"rele-dan-kontaktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/rele-dan-kontaktor\/","title":{"rendered":"Rele dan Kontaktor"},"content":{"rendered":"

Pada hakekatnya konstruksi rele dan kontaktor sama, yakni terdiri dari sebuah koil solenoid dan beberapa pasang kontak listrik. Tetapi dilihat dari penggunaannya berbeda. Rele sering digunakan untuk keperluan fungsi kontrol dan regulasi, sedang kontaktor lazim digunakan untuk keperluan fungsi power switching. Rele digunakan secara luas dalam sistem kontrol tidak langsung untuk mengoprasikan motor, katub, magnetic clutch, dan elemen pemanas (heater).<\/p>\n

Gambar 2.5 memperlihatkan berbagai contoh rele standar industri.<\/p>\n

\"image\"<\/a>
\nGambar 2.5 Konstruksi berbagai Rele<\/p>\n

Tipikal standar rele yang dikeluarkan oleh berbagai pabrikan, biasanya dapat dibedakan dari jumlah kutub (kontak), status kontak, kemampuan arus dan tegangan kerja koil solenoidnya. Dilihat dari jumlah kutub (kontak), dibedakan rele dengan 4 kutub, 5 kutub, dan 8 kutub. Konfigurasi kontaknya sebagai berikut, untuk rele 4 kutub alternatif tata susun kontaknya adalah 4 NO, 3NO+1NC, 2NO+2NC. Untuk rele dengan 5 kutub tata susun kontaknya adalah 5 NO, 4NO+1NC, 3NO+2NC, 2NO+3NC, 1NO+4NC, dan 5 NC. Untuk rele dengan 8 kutub, tata susun kontaknya adalah 8N), 7NO+1NC, 6NO+2NC, 5NO+3NC, dan 4NO+4NC.<\/p>\n

Tegangan operasi standar untuk koil solenoid rele pada umumnya menggunakan sumber arus bolak-balik 50 Hz-60Hz, dengan nilai tegangan sebagai berikut, 100 V \u2013 110V, 200V \u2013 220V, 380V \u2013 400V, dan 400V \u2013 440V.
\nKisaran arus operasional rele atau lazim disebut sebagai arus nominal rele yang dapat ditahan oleh kontak rele bervariasi tergantung pada tegangan kerja yang diterima oleh kontaknya.Pada tegangan kontak 110VAC maka arus nominalnya adalah 6A, pada tegangan 220VAC, arus nominalnya 3A, pada tegangan 440VAC, arus nominalnya 1,5A, dan pada tegangan 550VAC arus nominalnya 1,2A.<\/p>\n

Kisaran arus nominal yang mampu ditahan oleh kontak rele pada penggunaan dengan sumber daya arus searah (DC) adalah, pada tegangan kerja 24VDC, arus nominalnya adalah 3A, pada tegangan 48VDC, arus nominalnya 1,5A, pada tegangan 110VDC, arus nominalnya 0,55A, dan pada tegangan 220VDC, arus nominal rele 0,27A. Ketahanan kontak melakukan operasi pemutusan beban pada arus nominal berkisar 500.000 operasi, atau berkisar 1800 kali operasi setiap jam.<\/p>\n

Untuk memudahkan mengidentifikasi kontak rele, biasanya dibuat pengkodean dengan menggunakan sistem numerikal. Pada setiap pasang kontak dikodekan dengan menggunakan dua digit angka, dengan aturan sebagai berikut:
\nKasus (a):<\/strong> sebuah rele memiliki kontak 4NO. Pengkodean nomor kontak dilakukan sebagai berikut untuk pasangan kontak pertama 13 \u2013 14, untuk pasangan kontak kedua 23 -24, untuk pasangan konak ketiga 33 \u2013 34, untuk pasangan kontak keempat 43 \u2013 44, seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.6 a.<\/p>\n

Kasus (b):<\/strong> sebuah rele memiliki kontak 3NO+1NC, pasangan kontak pertama (NO) maka kodenya 13 \u2013 14, untuk pasangan kontak kedua (NC) 21 \u2013 22, untuk pasangan kontak ketiga (NO) 33 \u2013 34, dan untuk pasangan kontak kempa (NO) 43 \u2013 44, seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.6.b<\/p>\n

Kasus (c):<\/strong> sebuah rele memiliki kontak 2NO+2NC, pasangan kontak pertama (NO) maka kodenya 13 \u2013 14, untuk pasangan kontak kedua (NC) 21 \u2013 22, untuk pasangan kontak ketiga (NC) 31 \u2013 32, dan untuk pasangan kontak kempa (NO) 43 \u2013 44, seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.6.c
\nKasus (d):<\/strong> sebuah rele memiliki delapan pasang kontak terdiri dari enam pasang kontak (NO) dan dua pasang kontak (NC), maka pengkodeannya diperlihatkan dalam Gambar 2.6.d.
\nKasus (e):<\/strong> sebuah rele memiliki delapan pasang kontak terdiri dari lima pasang kontak (NO) dan tiga pasang kontak (NC), maka pengkodeannya diperlihatkan dalam Gambar 2.6.e.<\/p>\n

\"image\"<\/a>
\nGambar 2.6 Simbol Rele kontrol<\/p>\n

Disamping rele standar seperti yang telah dibahas di atas, dalam prakteknya dikenal pula rele yang dibuat dalam bentuk lebih kecil, yang lazim disebut sebagai rele kontrol mini (miniature control relay). Seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 5.7. Rele mini ini didisain sesuai keperluan penggunanya untuk berbagai keperluan, berukuran mini dan kompak, kokoh dan memiliki kapasitas listrik tinggi.Konstruksi mekanik rele dilapisi dengan polikarbon dan bebas debu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Pada hakekatnya konstruksi rele dan kontaktor sama, yakni terdiri dari sebuah koil solenoid dan beberapa pasang kontak listrik. Tetapi dilihat dari penggunaannya berbeda. Rele sering digunakan untuk keperluan fungsi kontrol dan regulasi, sedang kontaktor lazim digunakan untuk keperluan fungsi power switching. Rele digunakan secara luas dalam sistem kontrol tidak langsung untuk mengoprasikan motor, katub, magnetic …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":610,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[628],"tags":[6650,6652,6654,6653,6647,6633,6648,6631,6644,6651,6638,6643,6634,6635,748,6637,6659,6658,6636,6639,6655,6657,6642,6641,6640],"class_list":["post-615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kelistrikan-refrigerasi-domestik","tag-contactor-rele-pulsador-selector","tag-contactor-rele-termico","tag-contactor-rele-termico-telemecanique","tag-contractor-release-time","tag-forskjell-pa-rele-og-kontaktor","tag-forskjell-rele-kontaktor","tag-forskjellen-pa-rele-og-kontaktor","tag-kontaktor-relay","tag-kontaktor-rele-kulonbseg","tag-relay-contactor-siemens","tag-relay-dan-kontaktor","tag-relay-jenis-kontaktor","tag-relay-kontaktor-adalah","tag-rele-a-contactor","tag-rele-ali-kontaktor","tag-rele-con-contactor","tag-rele-contactor-220v","tag-rele-contactor-24v","tag-rele-contactor-aplicaciones","tag-rele-contactor-diferencia","tag-rele-contactor-telemecanique","tag-rele-contator-110v","tag-rele-de-contactor","tag-rele-de-contactor-de-iluminacion","tag-rele-doble-contacto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3062,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions\/3062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/mesin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}