" /> TNeutron - Page 87 of 87 -

Dam Penahan dan Pengendali

Dam penahan adalah bendungan kecil yang lolos air dengan kontruksi bronjong batu atau crucuk kayu/bamboo yang dibuat pada alur jurang dengan tinggi maksimum 4m. Manfaat DAM Penahan adalah untuk mengendalikan endapan dan aliran air permukaan dari Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di bagian hulu serta meningkatkan permukaan air tanah di bagian hilirnya. Gambar 30. Dam penahan dari bronjong batu Aliran ...

Read More »

Konservasi Tanah Secara Vegetatif

Konservasi tanah secara vegetatif adalah segala bentuk atau kegiatan pemanfaatan tanaman dan atau sisa-sisa tanaman untuk mengurangi erosi. Tajuk pohon atau tanaman lainnya akan menahan/mematahkan pukulan dan kecepatan air hujan yang jatuh. Dengan demikian daya pukul/limpas air hujan dipermukaan tanah menurun. Tajuk pohon-pohonan selain mengurangi daya pukul air hujan juga menyerap sebagian air hujan tersebut melalui daun-daunnya sebagai intersepsi. Sebagian ...

Read More »

Konservasi Tanah dan Air Secara Mekanik

Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong arah lereng (Sitanala Arsyad 1989). Guludan biasanya dibuat oleh para petani dengan tinggi tumpukan tanah antara 20 – 50 cm dan lebar dasar antara 30 – 60 cm. Di daerah Warung Buncir atau sekitar Cinagara para petani guludan-guludan ditanami jagung, kacang-kacangan dan ketela pohon. Mereka dapat memanen ...

Read More »

Lorong Crop (Alley Cropping)

Alley cropping very well be applied on dry land. Type of legume plants commonly used are Flemingia congesta, Glericidea sepium, Teprosia candida, and Caliandra. Alley cropping (alley croping) is a system in which crops are planted in the hallway (alley) between rows of hedges. Clipping of hedgerows used as mulch that is expected to contribute to the plant nutrients, especially ...

Read More »