Home > Keamanan Pangan

Keamanan Pangan

Pencegahan Kontaminasi Silang

faktor yang mempengaruhi terjadinya proses kontaminasi silang adalah a) Konstruksi, Disain dan Lay Out Pabrik Konstruksi, disain bangunan, dan lay out pabrik dapat menjadi penyebab kontaminasi silang produk perikanan. Bangunan industri perikanan akan mempengaruhi penempatan sarana dan prasarana yang digunakan. Fasilitas untuk penerimaan produk harus selalu dalam keadaan bersih, bebas dari kerikil atau bahan lain yang dapat digunakan oleh serangga ...

Read More »

Aspek Mesin dan Peralatan Produksi

Persyaratan peralatan produksi. Adanya petunjuk penggunaan peralatan. Peralatan dapat digunakan sesuai fungsinya Tidak membahayakan makanan dan pekerja. Bagian peralatan yang kontak langsung harus halus, rata, tidak berlubang, tidak mengelupas. Pencegahan terhadap kontaminasi dari baut, pelumas, bahan bakar dan lain-lain. Alat mudah dibersihkan dan didesinfeksi khususnya yang kontak langsung dengan bahan/makanan. Peralatan terbuat dari bahan yang tahan lama, tidak beracun (contoh ...

Read More »

Penyimpanan Bahan Beracun

a) Pelabelan Bahan Beracun Untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan, bahan kimia untuk pembersih dan sanitasi harus diberi label secara jelas. Pemberian label yang kurang jelas memungkinkan terjadinya kesalahan penggunaan. Pemberian label untuk bahan beracun dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pelabelan pada wadah asli dan wadah yang isinya akan segera digunakan. Label pada wadah asli harus memperlihatkan nama bahan atau ...

Read More »

Senyawa Ammonium Kuartener

Senyawa-senyawa ammonium kuartener tidak boleh digabung dengan ammonium kuartener pembersih untuk pembersihan dan sekaligus desinfeksi, karena quat dapat diinaktifkan dengan senyawa-senyawa deterjen seperti bahan pembasah anionik dan lain-lain. Akan tetapi, peningkatan alkalinitas melalui formulasi dengan deterjen yang cocok dapat memperkuat aktivitas bakterisidal dari quat. Walaupun quat tidak ideal untuk permukaan-permukaan yang kontak dengan makanan, tetapi quat mempunyai kemampuan dalam mereduksi ...

Read More »

Senyawa Hipoklorit

Sanitaiser Hipoklorit adalah senyawa khlorin yang paling aktif, dan juga paling banyak digunakan. Kalsium hipoklorit dan natrium hipoklorit adalah senyawa-senyawa hipoklorit yang utama. Sanitaiser ini efektif dalam menginaktifkan sel-sel mikroba dalam suspensi air dan membutuhkan waktu kontak kira-kira 1.5-100 detik. Reduksi populasi sel sebanyak 90 persen untuk sebagian besar mikroorganisme dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 detik dengan kadar ...

Read More »

Attributes Sanitaiser

Sanitaiser ideal must have the following properties: 1) The properties of microbial destruction Sanitaiser effective should:  Has a uniform activity, broad spectrum against vegetative cells of bacteria, mold and Kamir.  Produce a quick death 2) Resistance to the environment Sanitaiser an ideal to be effective in the presence of:  Organic matter (pollution load)  detergent and soap ...

Read More »