<\/a>
\nGambar 3. Bahan Mentah<\/p>\n2) Peralatan\/mesin yang berkontak langsung dengan makanan<\/strong>
\nAlat ini harus dibersihkan secara berkala dan efektif dengan interfal waktu agak sering, guna menghilangkan sisa makanan dan tanah yang memungkinkan sumber pertumbuhan mikroba. Peralatan pengolahan yang tidak dicuci bersih seperti pisau (slicer), talenan, dan peralatan lain yang berhubungan langsung dengan bahan pangan; juga peralatan saji seperti piring, gelas, sendok, botol dan lain-lain dapat menjadi sumber kontaminan.<\/p>\n3) Peralatan untuk sterilisasi<\/strong>
\nHarus diusahakan dipelihara agar berada di atas suhu 75 – 760C agar bakteri thermofilik dapat dibunuh dan dihambat pertumbuhannya.<\/p>\n4) Air untuk pengolahan makanan<\/strong>
\nAir yang digunakan sebaiknya memenuhi persyaratan air minum. Jika menggunakan air yang tidak berasal dari keran utama (misalnya dari tangki air yang tidak bertutup di loteng), air tersebut dapat mengandung bakteri yang berbahaya<\/p>\n5) Air pendingin kaleng<\/strong>
\nSetelah proses sterilisasi berakhir, kalengnya harus segera didinginkan dengan air pendingin kaleng yang mengandung disinfektan dalam dosis yang cukup. Biasanya digunakan khlorinasi air sehingga residu khlorine 0,5 – 1,0 ppm.<\/p>\n6) Peralatan\/mesin<\/strong> yang menangani produk akhir (post process handling equipment). Pembersihan peralatan ini harus kering dan bersih untuk menjaga agar tidak terjadi rekontaminasi.<\/p>\n7) Pekerja<\/strong>
\nPekerja yang menangani makanan dalam suatu industri pangan merupakan sumber kontaminasi yang penting, karena kandungan mikroba patogen pada manusia dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan. Sebagai gambaran, manusia yang sehat saja mampu membawa mikroba seperti Eschericia coli, Staphlococcus aureus, Salmonella, Clostridium perfringens dan Streptococi (Enterokoki) dari kotoran (tinja). Streptococi umumnya terdapat dalam kulit, hidung, mulut, dan tenggorokan, serta dapat mudah dipindahkan ke dalam makanan. Manusia sehat bisa menjadi pembawa mikroba-mikroba tersebut dikarenakan pola atau kebiasaan tidak menjaga kebersihan diri sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Oleh karena itu, penyembuhan penyakit infeksi ini membutuhkan pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan mikroba dari dalam tubuh. Mikroba yang menimbulkan infeksi melalui makanan antara lain Brucella sp, E. Coli, Salmonella sp, Shigella sp, Streptococcus grup A, Vibrio cholerae, dan virus hepatitis A. Sumber kontaminan pada bahan pangan dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu kontaminan primer …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":303,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[174],"tags":[420,425,429,424,421,428,426,422,427,423,430],"class_list":["post-304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanitasi-industri","tag-sumber-kontaminasi","tag-sumber-kontaminasi-adalah","tag-sumber-kontaminasi-bakteri-pada-susu","tag-sumber-kontaminasi-dan-teknik-sanitasi","tag-sumber-kontaminasi-makanan","tag-sumber-kontaminasi-mikroba","tag-sumber-kontaminasi-pada-ikan","tag-sumber-kontaminasi-pada-kultur-jaringan","tag-sumber-kontaminasi-pada-makanan","tag-sumber-kontaminasi-staphylococcus-aureus","tag-sumber-kontaminasi-susu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=304"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3136,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304\/revisions\/3136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}