a) Cara pengambilan contoh dan persiapan contoh<\/strong> Persiapan contoh untuk uji mikrobiologi: Buka kemasan contoh tapioka dan ambil contoh secara aseptik sebanyak 400 g dan tempatkan dalam botol contoh steril. Persiapan contoh untuk uji organoleptik : Buka kemasan contoh tapioka dan ambil contoh secukupnya kemudian tempatkan dalam botol contoh yang bersih dan kering. Persiapan contoh untuk analisis kimia: Buka kemasan tapioka dan ambil contoh sebanyak 400 g kemudian tempatkan dalam botol contoh yang bersih dan kering.<\/p>\n b) Prinsip pengujian<\/strong> (2) Kadar abu dihitung berdasarkan bobot abu yang terbentuk selama pembakaran dalam tanur pada suhu (550 + 5)\u00b0C sampai terbentuk abu berwarna putih.<\/p>\n (3) Kadar serat kasar adalah bagian yang tidak dapat dihidrolisis oleh asam sulfat (H2SO4 1,25%) dan natrium hidroksida (NaOH 3,25%). Bagian tersebut dihitung secara gravimetri.<\/p>\n (4) Kadar pati yaitu hidrolisis karbohidrat menjadi monosakarida yang dapat mereduksikan Cu2+ menjadi Cu+. Kelebihan Cu2+ dapat dititar secara iodometri.<\/p>\n (5) Derajat putih adalah pengukuran refleksi sinar contoh dengan standar MgO<\/p>\n (6) Derajat asam adalah pelarutan asam-asam organik dalam contoh dengan menggunakan pelarut organik tertentu (alkohol 95%) dilanjutkan dengan penitaran dengan basa (NaOH).<\/p>\n (7) Cemaran logam Kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yaitu dekstruksi contoh dengan cara pengabuan kering pada suhu 450 \u00b0C yang dilanjutkan dengan pelarutan dalam larutan asam. Logam yang terlarut dihitung menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan panjang gelombang maksimal 228,8 nm untuk Cd dan 283,3 nm untuk Pb.<\/p>\n (8) Cemaran logam Timah (Sn) yaitu contoh didekstruksi dengan HNO3 dan HCl kemudian tambahkan KCl untuk mengurangi gangguan. Sn dibaca menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang maksimal 235,5 nm dengan nyala oksidasi N2O-C2H2.<\/p>\n (9) Cemaran logam Merkuri (Hg) yaitu reaksi antara senyawa merkuri dengan NaBH4 atau SnCl2 dalam keadaan asam akan membentuk gas atomik Hg. Jumlah Hg yang terbentuk sebanding dengan absorbans Hg yang dibaca menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) tanpa nyala pada panjang gelombang maksimal 253,7 nm.<\/p>\n (10) Cemaran mikroba: Angka lempeng total yaitu pertumbuhan bakteri mesofil aerob setelah contoh diinkubasikan dalam pembenihan yang sesuai selama 48 jam pada suhu (35 \u00b1 1)\u00b0C.<\/p>\n (11) Cemaran mikroba: Escherichia coli yaitu pertumbuhan Escherichia coli ditandai dengan terbentuknya gas pada tabung Durham, yang diikuti dengan uji biokimia dan selanjutnya dirujuk pada Tabel APM (Angka Paling Mungkin).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" a) Cara pengambilan contoh dan persiapan contoh Cara pengambilan contoh sesuai dengan SNI 0428, petunjuk pengambilan contoh padatan. Sedangkan persiapan contoh untuk pengujian mutu tapioka menurut SNI 01-3451-2011 terdiri atas persiapan contoh untuk uji mikrobiologi, uji organoleptik, dan analisis kimia. Pengambilan contoh untuk uji mikrobiologi dilakukan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan contoh untuk uji organoleptik …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[521],"tags":[575,576,577],"class_list":["post-405","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-produk-olahan-umbi-umbian","tag-mutu-tapioka","tag-mutu-tepung-tapioka","tag-standar-mutu-tapioka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3132,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405\/revisions\/3132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/pangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nCara pengambilan contoh sesuai dengan SNI 0428, petunjuk pengambilan contoh padatan. Sedangkan persiapan contoh untuk pengujian mutu tapioka menurut SNI 01-3451-2011 terdiri atas persiapan contoh untuk uji mikrobiologi, uji organoleptik, dan analisis kimia. Pengambilan contoh untuk uji mikrobiologi dilakukan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan contoh untuk uji organoleptik dan uji kimia.<\/p>\n
\nPerinsip pengujian mutu tapioka untuk parameter uji keadaan (bentuk, bau, warna) yaitu pengamatan contoh uji dengan panca indera yang dilakukan oleh panelis yang mempunyai kompetensi pengujian organoleptik. Prinsip pengujan mutu tapioka secara kuantitatif menurut SNI 01-3451-2011 adalah sebagai berikut:
\n(1) Kadar air dihitung berdasarkan bobot yang hilang selama pemanasan dalam oven pada suhu (130 \u00b1 3) \u00b0C.<\/p>\n