Penyusunan benda untuk pembakaran biskuit harus dilakukan secara hati-hati karena benda yang akan dibakar masih dalam kondisi mentah sehingga cukup rapuh untuk dipindah-pindahkan. Beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dalam menyusun benda keramik untuk pembakaran biskuit, yaitu:
- Benda yang memiliki tutup harus dibakar dengan tutupnya menempel pada benda yang bersangkutan, agar keduanya memiliki penyusutan yang seragam.
- Optimalisasi penyusunan benda dalam tungku dapat dibantu dengan plat. Pembakaran benda biskuit tanpa plat atau penumpukan yang berlebihan akan membahayakan benda yang dibakar, karena bisa menghasilkan benda-benda yang retak dan mengalami perubahan bentuk.
- Sebaiknya jangan membakar benda keramik dalam tungku jika hanya terisi setengah, karena ini merupakan suatu pemborosan, sirkulasi api tidak berjalan merata, demikian pula penyebaran panasnya.
![]()
Gambar 38. Cara menyusun piring dan mangku
Proses Penyusunan Benda
a. Siapkan benda-benda keramik yang telah dikeringkan (greenware) dan kelompokkan menurut ukuran tingginya pada rak dorong.
![]()
b. Bersihkan plat dan tiang penyangga yang dibutuhkan kemudian lapisi plat tersebut dengan bahan kiln wash.
![]()
c. Letakkan plat dasar pada sap pertama secara tepat dan stabil. Susunan plat berikutnya di atas penyangga, bila penyangganya besar dan kuat pada sudut pertemuan plat dapat diletakkan satu penyangga yang bisa menyangga dua plat sekaligus sehingga dapat sedikit efisien dalam pemanfaatan ruang.
![]()
d. Susunlah benda keramik yang telah dikelompokkan ke dalam tungku dengan jarak yang cukup. Usahakan jarak antara benda memungkinkan sirkulasi panas menyebar merata dalam ruang bakar secara seimbang. Setelah plat terisi penuh kemudian plat berikutnya disusun untuk meletakkan benda lainnya, begitu seterusnya hingga ruang tungku terisi penuh, pertimbangkan sirkulasi api dan tata letak benda.
![]()
e. Benda boleh saling bersentuhan, benda yang berukuran besar dan terbuka dapat diisi benda yang lain yang lebih kecil, benda yang memiliki bentuk sama, seperti mangkok, piring bisa ditumpuk dengan cara bibir mangkok yang satu menempel dengan bibir mangkok yang lain.
![]()
f. Letakkan pyrometric cone atau pancang suhu secara tepat di balik lubang pengintip (spy hole) yang biasanya ada di pintu tungku. Posisi cone harus disesuaikan dengan spesifikasi bentuknya, umumnya diletakkan dengan kemiringan tertentu sesuai alas cone. Benda yang memiliki tutup harus dibakar dengan tutupnya menempel pada benda yang bersangkutan, agar keduanya memiliki penyusutan yang seragam.
![]()
g. Tutup pintu tungku pembakaran, biarkan sedikit terbuka dan lubang penguapan serta sirkulasi dibuka agar pemanasan dan proses penguapan dapat berlangsung baik, uap air dapat keluar dan tidak terhambat atau tertampung dalam tungku.
![]()