" /> Jenis Pembakaran Dalam Keramik | TN Seni
Home > Benda Keramik > Sejarah Pembakaran Keramik > Jenis Pembakaran Dalam Keramik

Jenis Pembakaran Dalam Keramik

Ada 2 jenis pembakaran dalam keramik, yaitu pembakaran biskuit dan pembakaran glasir. Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, dan kedap air.

Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.
image
Gambar 16. Keramik siap dibakar glasir

Pembakaran glasir merupakan lanjutan dari pembakaran biskuit. Benda keramik biskuit yang telah selesai diglasir kemudian dibakar pada suhu yang lebih tinggi. Biasanya benda keramik berglasir dibakar di atas 1050oC menurut jenis badan keramik dan jenis glasirnya. Tujuan utama pembakaran ini adalah untuk melelehkan bahan glasir sehingga melekat kuat pada badan keramik. Temperatur kematangan suatu tanah liat berbeda-beda sesuai dengan jenis tanah liatnya. Secara umum jenis bahan tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik dapat dibedakan menjadi: 
Earthenware (900oC-1180oC) 
Stoneware (1200oC-1300oC) 
Porselin (1250oC-1460oC)

Pembakaran benda keramik dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan untuk tujuan penyempurnaan, baik dari jenis, cara pengoperasian maupun bahan bakarnya. Semuanya dimaksudkan untuk lebih meningkatkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas. Namun demikian hal ini sangat tergantung pada kondisi daerah sehingga pembakaran tradisional pun masih tetap ada.