Mendesain Furnitur

Sebagai bagian dari bangunan gedung termasuk mebel/furnitur dan tatanan interior di dalamnya, mendesain furnitur yang selama ini termasuk hal yang hanya menjadi minat seseorang makin lama menjadi tantangan banyak orang. Sesungguhnya merupakan kesadaran pemilik akan pentingnya furnitur dalam suatu ruangan, dengan cara mempertahankan bangunan lama, perabot lama menjadi daya tarik sendiri, terutama di negara kita, mebel antik lebih banyak disukai meski faktanya telah direproduksi dan di eksport, masih banyak orang yang lebih mementingkan keuntungan materi semata, dibanding memikirkan keuntungan nonmateri.

Beberapa furnitur lama yang antik, seperti peninggalan-peninggalan atau yang hingga kini masih bisa dinikmati keindahannya, misalnya gedung sekaligus interiornya, merupakan hasil karya yang abadi, makin lama menjadi makin disukai dan makin dicari. Furnitur lama dalam bentuknya pada umumnya terdapat banyak ukiran maupun lengkungan, bahkan di lingkungan keraton masih menyisakan furnitur antik masa kolonial. Seiring dengan masuknya pedagang dari Cina, India, dan Eropa, semakin kelihatan pengaruh mereka terhadap model mebel pada zaman itu.

Sampai sekarang merupakan karya desain furnitur yang baik untuk dipelajari. Penting untuk diperhatikan dalam melahirkan sebuah mebel adalah bentuk secara keseluruhan, serat kayu, dan tampak dari depan serta konstruksi yang sesuai dengan keadaan yang diharapkan, artinya konstruksi dapat knock down (bongkar pasang) atau mati, dapat didorong atau berdiri tetap itu semuanya harus dipikirkanya sebelum mebel diproduksi.

a. Tipe Konstruksi Furnitur
Sebagian besar dari sambungan-sambungan yang digunakan untuk pekerjaan furnitur atau mebe adalah dari jenis yang sudah sangat tua dan telah dirancang secara pasti untuk pembentukan suatu konstruksi.
Dari berbagai pengalaman dapat diketahui bahwa proporsi sambungan-sambungan tersebut telah menjadi standar untuk mempertahankan kekuatan maksimum dari suatu rangkaian konstruksi. Pada umumnya sambungan yang banyak digunakan dalam pekerjaan furnitur dapat diklasifikasikan ke dalam 3 golongan, yaitu: sambungan melebar, sambungan sudut kotak/ peti, dan sambungan rangka.

Tipe konstruksi, bahan yang dipakai dan ukuran tiap komponen menuntut pemakaian jenis sambungan tertentu, kemungkinan memberikan beberapa variasi bentuk dan proporsinya agar betul-betul klop (cocok) atau pas pada konstruksi furnitur yang akan dibuat. (Walthon. J.A. 1984). Biasanya pemakaian jenis sambungan yang sederhana akan tetap dominan, mengingat efektifitas dan efisiensi kerja, tetapi harus diperhatikan ketahanan, sifat-sifat kayu yang dipakai, dan keserasian proporsi komponennya agar konstruksi yang dibuat itu mendukung eksistensi fisik furnitur yang diharapkan.

b. Konstruksi Rangka
Konstruksi rangka dibagi ke dalam dua bagian besar yaitu konstruksi rangka datar dan konstruksi rangka bangku
o Konstruksi Rangka Datar
 – Rangka datar terdiri dari suatu kaki yang dihubungkan oleh dua ambang atau lebih.
 – Rangka yang lebar kemungkinan memerlukan tambahan kaki dan ambang ditempatkan sejajar satu sama lain atau sebagai pembagi ruangan rangka tersebut menjadi beberapa petak.
 – Rangka datar digunakan untuk pintu, rangka panel, rangka kotak (rangka untuk carcase), rude kaca, pendukung bagian atas meja (Table top), partisi dan yang sejenisnya.
 – Rangka-rangka ini biasanya ditutup dengan plywood, atau hardboard, panel-panel kayu masif, yang dipasang pada alur atau spooning, juga lembaran kaca dan sebagainya.
 – Jenis hubungan/ sambungan yang digunakan adalah:
    * Hubungan tempel (butt joint), dowel, hubungan dada miring, hubungan setengah tebal (parohan), hubungan kekang (bridle) atau purus lubang, tergantung dari tujuan pembuatan rangka tersebut.
image
Dinding samping dan pintu lemari ini menggunakan prinsip konstruksi rangka datar

o Konstruksi Rangka Bangku
Konstruksi ini digunakan dalam pembuatan: meja, bangku (stool), kursi, alas dan kaki rak (cabinet). Variasi campuran hubungan diperlukan dalam penyusunannnya, demikian juga perlu diperhatikan pengaturan struktur serat kayu dari tiap bagian, misalnya kaki, ambang, rangka pembagi dan sebagainya. Pada umumnya sambungan yang diapakai adalah hubungan setengah tebal kayu (parohan), dowel, purus lubang, kekang (Bridle) hubungan sudut yang dikeraskan dengan bahan penyatu atau dengan memakai blok pengelem (glue-block)
image
Furnitur Chest Drawer ini menerapkan Konstruksi Rangka Bangku (Frame Stool Construction) yaitu pada bagian kaki

Konstruksi kotak dan peti (carcase & box construction)
o Konstruksi kotak (carcase construction)
o Konstruksi kotak rangka (Frame carcase)

Kotak rangka terdiri dari beberapa rangka yang dihubungkan satu sama lain, hingga membentuk suatu kerangka kotak. Rangka ruas yang berdiri sebagai tiang-tiangnya dan yang mendatar sebagai alas atau ambangnya. Untuk alas atau ambangnya tidak selalu berupa rangka, tetapi dapat juga hanya kepingan kayu yang menghubungkan ruas samping kiri dan kanan. Kotak rangka yang sederhana biasanya menggunakan alat penguat kayu sekrup dan lem kayu atau plat penguat, tetapi dapat juga menggunakan bentuk sambungan lainnya yang dapat lebih mengikat.

Sebagai bahan penutup kotak biasanya menggunakan: plywood, lembaran hardboard atau kaca. Ambang menyilang untuk penahan laci dan rak atau tundan dipasang dengan perkuatan yang sama atau menggunakan sambungan alur, purus lubang atau dowel.