Home > Pemodelan Furnitur > Furnitur Secara Historis > Rekayasa Konstruksi Furnitur

Rekayasa Konstruksi Furnitur

Desain furnitur dan cabinet banyak ditentukan oleh kebutuhan aktifitas orang dan penyimpanan barang-barang, agar sesuai dengan prinsip kenyamanan, menyenangkan, memuaskan, kokoh, dan mudah untuk pemeliharaan. Jika rekayasa furnitur memenuhi banyak persyaratan, maka peluangnya adalah sangat besar kesempatan dan permintaan untuk pesanan terhadap produk hasil rancangan. Kualitas “Selera dan Perasaan” Taste and a feeling desain yang baik bisa didapat/ terinspirasi dari pengamatan terhadap suatu kualitas furnitur yang ada atau dari buku, majalah, brosur, dari internet,atau dari mana saja yang dapat dijadikan referensi berupa hasil disain para perancang terdahulu berupa furnitur/ perabotan rumah, tempat penyimpanan, tempat majalah, tempat buku, dan asesories lainnya.

Rekayasa dan Pemodelan menyiratkan arti : perencanaan, perancangan, remodelling,dan renovasi mulai dari penandaan isyarat suatu bentuk benda, signum, sampai kepada wujud konsep, wujud rancangan, dan wujud benda jadi, serta wujud produk fabrikasi. Inti dari disain atau perancangan furnitur adalah batang tubuh dari pengetahuan (a body of knowledge) dan skill /keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan aspek nyata/ tangible dan aspek tak terukur/ intangible yang menjadi suatu furnitur.

Aspek Nyata (tangible) meliputi:

  • Bahan (karakteristik, kemungkinan pelaksanaan, dan kualitas akhir)
  • Proses Fabrikasi (perangkat/peralatan, kinerja, kualitas, dan keterbatasan)
  • Sumber daya (waktu, uang, akses pada peralatan dan suplay).

Aspek Tak terukur/ intangible meliputi:
 – Program (maksud, tujuan, fungsi)
 – Teori dan sejarah (pemeriksaan, dasar pemikiran, dasar peneladanan/ inquiry, rationale, precedent)
 – Ergonomi dan proxemics (perancangan untuk satu set aktivitas, sesuai dalam batas tubuh manusia dan penelitian bagaimana orang berkomunikasi, serta melalui ruang/space)
 – Pengetahuan tentang tubuh manusia dan kondisi manusia
 – Proses desain
 – Pemasaran dan strategi branding
 – Praktek Profesional

Mebel atau furnitur adalah perlengkapan rumah yang mencakup semua barang seperti kursi, meja, dan lemari. Mebel berasal dari kata movable, yang artinya bisa bergerak. Pada zaman dahulu meja kursi dan lemari relatif mudah digerakkan dari batu besar, tembok, dan atap. Sedangkan kata furniture berasal dari bahasa Prancis fourniture (1520-30 Masehi). Fourniture mempunyai asal kata fournir yang artinya furnish atau perabot rumah atau ruangan. Walaupun mebel dan furniture punya arti yang beda, tetapi yang ditunjuk sama yaitu meja, kursi, lemari, dan seterusnya. (Kartajaya, Hermawan, 2005)

Furnitur akan terasa fungsinya jika tidak ada di rumah. Kita akan terpaksa duduk berselonjor, tidur di lantai dan kedinginan, membuka laptop di lantai. Pakaian tergeletak di lantai. Kaki cepat kesemutan, tidur dan bekerja juga tidak nyaman, barang-barang berantakan. Manfaat furniture terasa sekali, yaitu membuat rumah kita nyaman untuk beristirahat, bekerja, serta membantu rumah kita menjadi lebih teratur, rapi dan menyenangkan.

Itu sebabnya furniture atau mebel berumur sangat tua dan masih bertahan hingga sekarang. Furnitur tertua yang ditemukan sampai saat ini adalah furnitur pada situs di Oarkney, peninggalan zaman neolithic sekitar tahun 3100–2500 SM (Sebelum Masehi).
imageRekayasa Konstruksi Furnitur
Gambar Furnitur/ Mebel Tertua di Oarkney